Kemenekraf: Board Game Lebih dari Sekadar Hiburan
26 February 2025 |
17:57 WIB
Kementerian Ekonomi Kreatif mengajak Asosiasi Penggiat Industri Board Gim Indonesia (APIBGI) bekerja sama dengan subsektor ekonomi kreatif agar board game tidak hanya lestari sebagai budaya. Permainan ini dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia di bidang kreatif.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan bahwa board game lebih dari sekadar hiburan. Permainan ini juga bisa menjadi sarana edukasi yang menarik bagi anak-anak dan orang dewasa.
“Misalnya edukasi tentang sejarah, edukasi memperkenalkan tokoh-tokoh pewayangan, atau bisa juga sebagai media edukasi di museum-museum, dan tempat wisata yang ada di Indonesia,” katanya dalam siaran pers dikutip Hypeabis.id, Rabu (26/2/2025).
Baca juga: Kartini: From Darkness to Light, Board Game Lokal dengan Latar Sejarah Nasional
Irene mengungkapkan bahwa potensi pasar board game diperkirakan terus mengalami perkembangan. Dengan begitu, permainan tersebut dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. Saat ini, di Jakarta terdapat potensi besar untuk mendirikan spot-spot board game.
Selain itu, permainan ini juga bisa menjadi media promosi bagi berbagai properti intelektual (intellectual property/IP) lokal yang ada di Indonesia “Hingga mengedukasi banyak hal dan bisa berjalan melalui kolaborasi-kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua APIBGI Mahawira Singh Dillon mengatakan bahwa industri board game di Indonesia kian berkembang. Permainan ini juga merambah ke sektor kuliner melalui konsep kafe board game.
Tidak hanya itu, saat ini juga banyak orang membelinya untuk bermain di rumah. Minat mereka untuk melakukan pembelian berawal ketika pandemi Covid-19. Kala itu, banyak kafe yang menyediakan permainan tersebut harus tutup.
“Jadi memang potensi board game ini sangat besar karena sekarang cafe-cafe dengan konsep penyedia board game sudah kembali menjamur,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua APIBGI Galih Aristo memiliki pandangan yang sama dengan Wamenekraf. Dia menuturkan, permainan ini juga memiliki dampak positif terhadap anak-anak dan orang dewasa.
“Dari kultur bermain dan kolaborasi yang tercipta nantinya, kita berharap bisa mengangkat industri board game yang didalamnya terdapat desainer board game, penggiat board game, distributor, dan toko board game. Semoga suatu saat Indonesia bisa mencetak permainan gim papan dengan kualitas yang oke,” katanya.
Baca juga: Cek Daftar Kafe dengan Fasilitas Board Game yang Seru
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Syaiful Millah
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan bahwa board game lebih dari sekadar hiburan. Permainan ini juga bisa menjadi sarana edukasi yang menarik bagi anak-anak dan orang dewasa.
“Misalnya edukasi tentang sejarah, edukasi memperkenalkan tokoh-tokoh pewayangan, atau bisa juga sebagai media edukasi di museum-museum, dan tempat wisata yang ada di Indonesia,” katanya dalam siaran pers dikutip Hypeabis.id, Rabu (26/2/2025).
Baca juga: Kartini: From Darkness to Light, Board Game Lokal dengan Latar Sejarah Nasional
Irene mengungkapkan bahwa potensi pasar board game diperkirakan terus mengalami perkembangan. Dengan begitu, permainan tersebut dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. Saat ini, di Jakarta terdapat potensi besar untuk mendirikan spot-spot board game.
Selain itu, permainan ini juga bisa menjadi media promosi bagi berbagai properti intelektual (intellectual property/IP) lokal yang ada di Indonesia “Hingga mengedukasi banyak hal dan bisa berjalan melalui kolaborasi-kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua APIBGI Mahawira Singh Dillon mengatakan bahwa industri board game di Indonesia kian berkembang. Permainan ini juga merambah ke sektor kuliner melalui konsep kafe board game.
Tidak hanya itu, saat ini juga banyak orang membelinya untuk bermain di rumah. Minat mereka untuk melakukan pembelian berawal ketika pandemi Covid-19. Kala itu, banyak kafe yang menyediakan permainan tersebut harus tutup.
“Jadi memang potensi board game ini sangat besar karena sekarang cafe-cafe dengan konsep penyedia board game sudah kembali menjamur,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua APIBGI Galih Aristo memiliki pandangan yang sama dengan Wamenekraf. Dia menuturkan, permainan ini juga memiliki dampak positif terhadap anak-anak dan orang dewasa.
“Dari kultur bermain dan kolaborasi yang tercipta nantinya, kita berharap bisa mengangkat industri board game yang didalamnya terdapat desainer board game, penggiat board game, distributor, dan toko board game. Semoga suatu saat Indonesia bisa mencetak permainan gim papan dengan kualitas yang oke,” katanya.
Baca juga: Cek Daftar Kafe dengan Fasilitas Board Game yang Seru
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Syaiful Millah
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.