Still photo film Little Rebels Cinema Club (Sumber gambar: Berlinale)

Film Pendek Terbaru Khozy Rizal Menang di Berlinale Generation Kplus 2025

24 February 2025   |   13:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Pencinta film dan publik Tanah Air sepertinya patut berbangga hati. Pasalnya, film pendek Little Rebels Cinema Club yang disutradarai oleh Khozy Rizal berhasil meraih penghargaan bergengsi di festival film Berlinale Generation Kplus 2025 pada Minggu (23/2/2025). 

Film Little Rebels Cinema Club sukses membawa pulang piala Crystal Bear untuk kategori Film Pendek Terbaik di festival yang menjadi bagian dari Berlinale 2025 tersebut. Ini merupakan salah satu program kompetisi di festival tersebut yang fokus pada kisah-kisah tentang pendewasaan.

Program film ini umumnya menayangkan film kontemporer yang komprehensif dan mengeksplorasi kehidupan anak-anak serta remaja. Kompetisi ini juga memiliki juri khusus berusia seumuran dengan target audiens, rentang umur 11 sampai 14 tahun. 

Baca juga: 2 Film Pendek Indonesia Bakal Tayang di Berlin International Film Festival
 

Still photo film Little Rebels Cinema Club (Sumber gambar: JAFF)

Still photo film Little Rebels Cinema Club (Sumber gambar: JAFF)

Berlinale Generation memiliki posisi unik sebagai penggagas sinema anak muda yang mendobrak konvensi di ranah global. Pemenang dari kompetisi ini kerap jadi sorotan baru, terutama untuk sutradara muda. 

Mengutip keterangan juri, film ini berhasil menang karena dinilai punya daya tarik yang kuat. Film ini juga dianggap mampu merentangkan hubungan unik antara kreativitas remaja dan sinema.

“Emosi para tokoh utama membuat kami meneteskan air mata dan memenangkan hati para juri,” bunyi pernyataan juri untuk kemenangan film ini, dikutip Hypeabis.id dari laman resmi Berlinale.

Tak lama setelah menerima piala, sutradara Khozy Rizal membagikan momen kemenangan ini di media sosialnya. Wajahnya tersenyum bangga sembari menunjukkan piala Crystal Bear miliknya ke publik.

Bagi Khozy, punya kesempatan untuk menayangkan Little Rebels Cinema Club di Berlinale Generation Kplus sudah menjadi anugerah yang luar biasa. Dia senang, filmnya mendapat respons yang hangat juga cinta dari sinefil secara global.

Menurutnya, reaksi dari penonton merupakan hadiah yang luar biasa baginya. Kemenangan ini lantas melengkapi perasaan-perasaan tersebut. “Terima kasih kepada para juri anak, panitia, dan festival yang telah memberikan penghargaan kepada kami dan mengundang kami di festival,” ucap Khozy.
 

Still photo film Little Rebels Cinema Club (Sumber gambar: JAFF)

Still photo film Little Rebels Cinema Club (Sumber gambar: JAFF)

Sutradara muda asal Makassar ini kemudian mengenang singkat hidupnya. Dia tak membayangkan hidupnya akan seperti apa bila tanpa film dan bioskop.

“Saya akan selamanya berterima kasih kepada bioskop karena telah menyelamatkan hidup saya, membawa saya ke tempat-tempat baru, terhubung dengan begitu banyak orang baik, serta membangun persahabatan dan menjadikan kita orang yang lebih baik setiap hari,” tuturnya.

Film pendek Little Rebels Cinema Club berlatar di Indonesia pada 2008. Cerita film ini berfokus pada Doddy, anak-anak berusia 14 tahun yang menceritakan kepada ketiga sahabatnya tentang kunjungannya ke bioskop di Jakarta. Kebetulan, di tempat tinggalnya, Parepare, tidak ada bioskop. 

Doddy dengan fasih menceritakan film zombi yang ditontonnya. Akan tetapi, dia menolak untuk mengungkapkan akhir cerita kepada teman-temannya. Dia kemudian punya ide lain. Dia mengajak kawannya untuk membuat ulang adegan terakhir film itu dan merekamnya dengan kamera video.

Mereka kemudian dapat menonton hasilnya di rumahnya yang akan diubah selayaknya bioskop. Akan tetapi, pertama-tama, Doddy harus mendapatkan kamera video yang sebenarnya milik Anji, saudara laki-lakinya yang emo dan sedih, patah hati, dan pemarah. 
 

Film berdurasi 17 menit ini ditulis sendiri ole Khozy Rizal. Aspek sinematografinya digarap oleh Andi Moch Palaguna, dan musik oleh Nabil Harindyaswara. Film produksi MAXStream Studios & Hore Pictures ini diproduseri oleh Hary Yohansyah dan Rayner Wijaya.

Khozy merupakan salah satu sutradara muda Indonesia yang belakangan jadi sorotan. Sebelumnya, film pendeknya, Makassar Is a City for Football Fans, telah ditayangkan di berbagai festival, termasuk Sundance.

Pada 2023, Basri & Salma in a Never-Ending Comedy telah tayang perdana di Cannes dan menjadi film Indonesia pertama yang bersaing untuk mendapatkan penghargaan Film Pendek Palme d'Or.

Film ini kemudian diputar di lebih dari 100 festival di seluruh dunia, termasuk Sundance, Clermont-Ferrand, dan AFI Fest di Los Angeles. Dia merupakan alumni dari Asian Film Academy dan Locarno Filmmakers Academy. 

Baca juga: Daftar Film Box Office di Indonesia hingga 24 Februari 2025 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 
Editor:

SEBELUMNYA

Sinopsis dan Pemain Drakor Buried Hearts, Dibintangi Park Hyun-sik hingga Cha Woo-min

BERIKUTNYA

Kiky Saputri Umumkan Kelahiran Anak Pertama, Kayesha Nadha Khairi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: