Poster film A Business Proposal (Sumber gambar: Instagram/abussinesproposal)

Fakta dan Kontroversi Terkait Film A Business Proposal Versi Indonesia

04 February 2025   |   17:01 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Rumah produksi Falcon Pictures siap merilis film A Business Proposal di bioskop seluruh Indonesia pada 6 Februari 2025. Film ini diadaptasi dari novel populer webtoon berjudul sama, yang cukup menyita perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir ini.

A Business Proposal mulanya adalah karya web novel karangan Haehwa dan Perilla yang dirilis pada 2017. Versi web novelnya begitu populer hingga kemudian ceritanya dialihwanakan ke dalam bentuk serial dan tayang perdana pada 28 Februari 2022.

Baca juga: Anime dan Webtoon Solo Leveling Bakal Diadaptasi Jadi Drakor

Tak jauh berbeda, versi drama yang dibintangi oleh Ahn Hyo-seop, Kim Se-jeong, Kim Min-kyu, dan Seol In-ah itu pun juga disambut dengan positif. Kini, 2 tahun setelah kesuksesan versi serial, Falcon Pictures ingin menghidupkan kembali kisah populer tersebut dalam bentuk film.

Film ini akan diarahkan oleh Rako Prijanto, sutradara berbakat yang telah menggarap banyak film populer seperti Teman Tapi Menikah 2, One Day We’ll Talk About Today, serta Kukira Kau Rumah.

Sebelum tayang resmi di bioskop, yuk simak beberapa fakta menarik tentang penayangan film adaptasi A Business Prososal versi Indonesia ini:


1. Diwarnai Kritik

Menjelang penayangannya di bioskop, film A Business Proposal diwarnai sejumlah polemik dan kritikan. Hal ini tak lepas dari berbagai penyataan yang dilontarkan salah satu pemainnya, yakni Abidzar Al-Ghifari kepada publik. Pernyataan tersebut mendapat respons yang cukup negatif dari penonton dan pencinta drakor  A Business Proposal.

Salah satu di antaranya adalah saat Abidzar mengaku hanya menyaksikan sebagian episode drama tersebut, kemudian memutuskan tak melanjutkannya. Dia ingin mengembangkan karakternya sendiri. Ucapan tersebut memicu gelombang kritik, karena dianggap kurang menghormati sumber aslinya.

Tak hanya itu, Putra mendiang Ustad Jefri Al Buchori itu juga menyinggung komunitas pencinta budaya Korea dengan menyebut mereka sebagai 'fan fanatik'.
 
 


2. Abidzar & Falcon Membuat Surat Terbuka

Rumah produksi yang menggarap film ini, Falcon Pictures, akhirnya angkat bicara. Melalui pernyataan resmi, Falcon menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Pihaknya memastikan cerita A Business Proposal ini diadaptasi karena kecintaannya terhadap karya tersebut, baik masih dalam versi Webtoon maupun serial.

Oleh karena itu, pihaknya pun sangat berhati-hati dalam proses adaptasinya. Mereka juga memerinci film ini merupakan proses kerja sama dari 100 kru dan 20 seniman. Mereka juga menyebut pernyataan cast yang tidak menyaksikan serial terlebih dahulu bukan berakar dari kesombongan.

"Tapi berakar dari pemilihan pendekatan akting. Seniman memiliki banyak cara (dan semua cara valid) dalam melakukan pendekatan terhadap cerita," demikian pernyataan resmi Falcon, Senin (3/2/2025).

Pada waktu yang hampir bersamaan, Abidzar juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik. "Saya memohon maaf untuk semua yang telah tersakiti atas sikap, perbuatan, dan ucapan saya yang salah," tulis Abidzar di laman Instagram pribadinya.


3. Tawarkan Cerita Menarik

Tidak berbeda jauh dengan versi aslinya, A Business Proposal versi Indonesia juga mengangkat kisah romansa yang terjadi antara seorang CEO perusahaan dan karyawannya. Film ini akan mengikuti kehidupan karakter bernama Sari (Ariel Tatum), seorang analis makanan di Bowo Foods yang tengah menghadapi tekanan finansial.

Demi membantu sahabatnya, Yasmin (Caitlin Halderman), Sari setuju untuk menjadi "pengganti" di kencan buta yang diikuti oleh temannya tersebut. Siapa sangka, pasangan kencan Yasmin ternyata adalah Utama (Abidzar Al-Ghifari), pewaris Bowo Foods yang dikenal galak dan berwibawa. Karakter Utama terpaksa mengikuti kencan buta tersebut karena desakan sang kakek, Bowo (Slamet Rahardjo).

Mulanya, dia hanya iseng dan sekadar menuruti sang kakek. Namun, situasi justru berbalik ketika Utama meminta Sari untuk melanjutkan sandiwara mereka sebagai pasangan demi menghindari perjodohan yang sudah dirancang keluarganya. Jalan cerita versi film diketahui akan dikemas secara lebih padat. Sebab, pada versi serial, IP ini memiliki total 16 episode.

 


4. Selipkan Elemen Lokal

Meski ceritanya diadaptasi dari drama Korea, film A Business Proposal versi Indonesia tetap membawa elemen lokal yang kuat. Nuansa khas Indonesia itu terasa dari berbagai hal, seperti budaya tradisional, penggunaan bahasa sehari-hari, hingga eksplorasi aspek sosial dan psikologis yang mencerminkan realitas kehidupan masyarakat.

"Hasilnya, adalah cerita romantic-comedy yang menghormati cerita asli, juga lucu, hangat, meng-Indonesia dan menyentuh isu sosial terkini masyarakat kita," tulis Falcon.


5. Bertabur Bintang

Dalam versi aslinya, serial A Business Proposal dibintangi oleh sejumlah aktor Korea ternama, seperti Ahn Hyo Seop, Kim Sejeong, Kim Min Kyu, dan Seol in Ah. Tak ingin kalah, film versi Indonesia pun bertabur bintang. Sejumlah aktor dan aktris populer yang telah malang melintang di industri perfilman Indonesia turut andil untuk menghidupkan cerita ini ke layar lebar.

Baca juga: Sinopsis dan Daftar Pemeran Drakor Light Shop, Karya Kreator Webtoon Moving

Empat pemeran utama di film ini akan dibintangi aktor muda, yakni Abidzar Al-Ghifari yang akan memerankan Kang Tae Moo, Ariel Tatum berperan sebagai Shin Ha Ri, Ardhito Pramono memerankan Cha Sung Hoon, dan Caitlin Halderman sebagai Jin Young Seo. Di luar itu, film ini juga menggandeng aktor senior seperti Slamet Rahardjo, Indro Warkop, hingga Indy Barends.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Hal-hal yang Terungkap di Trailer Perdana Final Destination: Bloodlines

BERIKUTNYA

Bermain dengan Data Ala Seniman Ryoji Ikeda di Pameran Scan.Tron.Flux.

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga