Mengenal Lebih Dekat Perbedaan Olahraga Padel & Tenis
03 February 2025 |
06:30 WIB
Olahraga padel kini makin diminati oleh kalangan urban. Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas olahraga asal Meksiko ini bahkan terus meluas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Olahraga ini banyak disukai, terutama oleh mereka yang menyukai aktivitas fisik menantang, tetapi tetap terasa menyenangkan.
Bagi yang masih baru, olahraga padel termasuk cukup mudah dimainkan oleh siapa saja. Fokus olahraga ini ialah menuntut para pemainnya mengombinasikan ketangkasan, kecepatan, strategi, dan kerja sama tim yang apik.
Baca juga: Makin Diminati Anak Muda, Cek Kiat Jitu Bermain Tenis Lapangan
Padel termasuk ke dalam olahraga raket, seperti tenis. Sekilas, dari lapangan yang digunakan hingga peralatannya, keduanya memang terlihat mirip. Namun, sesungguhnya keduanya punya perbedaan yang cukup signifikan. Berikut adalah perbedaannya:
Salah satu bentuk perbedaan yang mencolok antara padel dan tenis ialah pada ukuran lapangan yang digunakan. Ukuran lapangan padel adalah 20 meter x 10 meter, sedangkan lapangan tenis berukuran 23,77 meter x 10,97 meter. Ukuran lapangan yang lebih kecil pada padel membuat permainan ini lebih cepat dan intens.
Lapangan padel juga selalu dilengkapi dinding kaca di belakang dan sebagian dinding samping, sedangkan lapangan tenis tidak memiliki dinding. Kemudian, permukaan yang digunakan untuk kedua permainan ini juga berbeda. Sebab, lapangan tenis bisa berupa rumput, tanah liat, atau aspal, sedangkan lapangan padel umumnya berupa rumput sintetis.
Secara umum, padel dan tenis punya dua alat permainan yang sama, yakni raket dan bola. Namun, keduanya punya spesifikasi yang jauh berbeda. Raket padel tidak berjaring dan ukurannya lebih pendek dari raket tenis.
Raket padel juga terbuat dari bahan padat dengan lubang-lubang kecil di permukaannya.
Sementara itu, bola padel memiliki tekstur yang sedikit lebih lembut dan memiliki tekanan udara yang lebih rendah dibanding bola tenis. Bola padel juga memiliki tekanan internal yang lebih rendah.
Aturan permainan padel dan tenis juga sangat berbeda. Dalam permainan tenis, bola dianggap hidup jika berhasil melewati net dan jatuh di area lawan. Bola akan dianggap mati atau out jika tidak berhasil melewati net dan jatuh di luar lapangan. Dengan kata lain, area bermain dalam tenis benar-benar terbatas pada kotak lapangan tersebut.
Namun, di olahraga padel, area bermain lebih luas dan fleksibel. Pasalnya, bola boleh menyentuh dinding setelah memantul di lapangan. Namun, bola tidak boleh menyentuh dinding sebelum memantul di lapangan. Jika bola menyentuh dinding sebelum memantul di lapangan, itu dianggap pelanggaran.
Teknik bermain padel dan tenis berbeda, terutama dalam hal servis. Servis pada tenis umumnya dilakukan di atas kepala, sehingga pemain memiliki variasi lebih pada strategi dan teknik. Sementara itu, servis pada padel dilakukan di bawah pinggang. Hal ini pun berdampak pada pola permainan kedua olahraga.
Tenis kemudian jadi olahraga yang melibatkan banyak gerakan lari dan menekankan pada servis kuat dan pukulan dasar. Adapun padel memungkinkan bola dimainkan dari dinding, sehingga unsur strategi lebih dinamis dengan melibatkan sudut dan pantulan.
Tenis merupakan olahraga yang berasal dari permainan jeu de paume yang dimainkan di Prancis pada sekitar abad ke-12. Olahraga ini kemudian berkembang menjadi tenis lapangan dan tenis meja. Sosok Mayor Walter Clopton Wingfield (1833-1912) kerap dianggap sebagai penemu tenis lapangan. Dia adalah seorang perwira Angkatan Darat Inggris yang mematenkan permainan Sphairistike pada 1869.
Olahraga padel diciptakan oleh Enrique Corcuera pada 1969 di Acapulco, Meksiko. Olahraga ini merupakan perpaduan dari tenis dan squash. Dia juga memodifikasi lapangan squash miliknya dengan menambahkan dinding khusus. Dinding ini kemudian jadi satu ciri khas yang membedakannya satu dengan yang lain.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Bagi yang masih baru, olahraga padel termasuk cukup mudah dimainkan oleh siapa saja. Fokus olahraga ini ialah menuntut para pemainnya mengombinasikan ketangkasan, kecepatan, strategi, dan kerja sama tim yang apik.
Baca juga: Makin Diminati Anak Muda, Cek Kiat Jitu Bermain Tenis Lapangan
Padel termasuk ke dalam olahraga raket, seperti tenis. Sekilas, dari lapangan yang digunakan hingga peralatannya, keduanya memang terlihat mirip. Namun, sesungguhnya keduanya punya perbedaan yang cukup signifikan. Berikut adalah perbedaannya:
1. Ukuran Lapangan
Salah satu bentuk perbedaan yang mencolok antara padel dan tenis ialah pada ukuran lapangan yang digunakan. Ukuran lapangan padel adalah 20 meter x 10 meter, sedangkan lapangan tenis berukuran 23,77 meter x 10,97 meter. Ukuran lapangan yang lebih kecil pada padel membuat permainan ini lebih cepat dan intens.Lapangan padel juga selalu dilengkapi dinding kaca di belakang dan sebagian dinding samping, sedangkan lapangan tenis tidak memiliki dinding. Kemudian, permukaan yang digunakan untuk kedua permainan ini juga berbeda. Sebab, lapangan tenis bisa berupa rumput, tanah liat, atau aspal, sedangkan lapangan padel umumnya berupa rumput sintetis.
2. Peralatan

Tenis Padel. (Sumber foto: Freepik)
Raket padel juga terbuat dari bahan padat dengan lubang-lubang kecil di permukaannya.
Sementara itu, bola padel memiliki tekstur yang sedikit lebih lembut dan memiliki tekanan udara yang lebih rendah dibanding bola tenis. Bola padel juga memiliki tekanan internal yang lebih rendah.
3. Aturan Permainan
Aturan permainan padel dan tenis juga sangat berbeda. Dalam permainan tenis, bola dianggap hidup jika berhasil melewati net dan jatuh di area lawan. Bola akan dianggap mati atau out jika tidak berhasil melewati net dan jatuh di luar lapangan. Dengan kata lain, area bermain dalam tenis benar-benar terbatas pada kotak lapangan tersebut.Namun, di olahraga padel, area bermain lebih luas dan fleksibel. Pasalnya, bola boleh menyentuh dinding setelah memantul di lapangan. Namun, bola tidak boleh menyentuh dinding sebelum memantul di lapangan. Jika bola menyentuh dinding sebelum memantul di lapangan, itu dianggap pelanggaran.

Tenis (Sumber gambar: Unsplash/ Moises Alex)
4. Teknik Bermain
Teknik bermain padel dan tenis berbeda, terutama dalam hal servis. Servis pada tenis umumnya dilakukan di atas kepala, sehingga pemain memiliki variasi lebih pada strategi dan teknik. Sementara itu, servis pada padel dilakukan di bawah pinggang. Hal ini pun berdampak pada pola permainan kedua olahraga.Tenis kemudian jadi olahraga yang melibatkan banyak gerakan lari dan menekankan pada servis kuat dan pukulan dasar. Adapun padel memungkinkan bola dimainkan dari dinding, sehingga unsur strategi lebih dinamis dengan melibatkan sudut dan pantulan.
5. Sejarah Permainan
Tenis merupakan olahraga yang berasal dari permainan jeu de paume yang dimainkan di Prancis pada sekitar abad ke-12. Olahraga ini kemudian berkembang menjadi tenis lapangan dan tenis meja. Sosok Mayor Walter Clopton Wingfield (1833-1912) kerap dianggap sebagai penemu tenis lapangan. Dia adalah seorang perwira Angkatan Darat Inggris yang mematenkan permainan Sphairistike pada 1869. Olahraga padel diciptakan oleh Enrique Corcuera pada 1969 di Acapulco, Meksiko. Olahraga ini merupakan perpaduan dari tenis dan squash. Dia juga memodifikasi lapangan squash miliknya dengan menambahkan dinding khusus. Dinding ini kemudian jadi satu ciri khas yang membedakannya satu dengan yang lain.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.