The Daddies Resmi Gantung Raket, Indonesia Master Jadi Pertandingan Terakhir
24 January 2025 |
11:00 WIB
Pasangan ganda putra legendaris Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, yang dikenal dengan sebutan "The Daddies," resmi menggantung raket setelah tampil di Indonesia Masters 2025. Pertandingan ini berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, dan menjadi momen perpisahan yang emosional.
Setelah mengumumkan pensiun pada akhir 2024, mereka menutup karier cemerlang di arena internasional dengan penuh haru. Dalam pertandingan terakhir mereka yang berlangsung pada 23 Januari 2025, Ahsan dan Hendra harus menghadapi kenyataan pahit ketika kalah dari pasangan Malaysia, Junaidi Arif dan Roy King Yap, dengan skor 13-21 dan 14-21.
Baca juga: Profil & Jejak Karier Atlet Bulu Tangkis Mohammad Ahsan yang Umumkan Pensiun
Meskipun hasil tersebut tidak sesuai harapan, penampilan mereka tetap diapresiasi oleh ribuan penonton yang hadir untuk memberikan dukungan terakhir. Setelah pertandingan, terlihat Ahsan yang emosional menahan air mata, sementara Hendra menunjukkan senyum tegar meskipun perpisahan itu menyentuh hati.
Sejak pertama kali berpasangan pada 2012, The Daddies telah mencatatkan banyak prestasi gemilang. Mereka berhasil meraih tiga gelar Kejuaraan Dunia (2013, 2015, dan 2019), medali emas Asian Games 2014, serta beberapa gelar bergengsi lainnya. Keduanya dikenal tidak hanya karena kemampuan teknis mereka yang luar biasa di lapangan tetapi juga karena karakter rendah hati dan sportivitas yang mereka tunjukkan selama bertanding.
Menjelang pertandingan terakhir mereka, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah menyiapkan acara penghormatan khusus bertajuk A Tribute to The Daddies. Acara ini diadakan pada hari terakhir turnamen sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi luar biasa Ahsan dan Hendra bagi bulu tangkis Indonesia.
Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Masters 2025, Armand Darmadji, menyatakan bahwa penghormatan ini merupakan cara untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pasangan legendaris ini.
"Acara ini adalah cara kami untuk memberikan penghargaan kepada pasangan legendaris ini. Mereka bukan hanya mencetak prestasi tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda atlet bulu tangkis," ujar Armand dalam konferensi pers. Acara tersebut melibatkan berbagai kegiatan menarik termasuk pertandingan eksibisi yang melibatkan The Daddies.
Kekalahan di babak 16 besar menjadi momen emosional bagi para penggemar dan rekan-rekan atlet. Banyak yang merasa kehilangan dengan pensiunnya The Daddies karena mereka telah menjadi bagian penting dari sejarah bulu tangkis Indonesia. Penonton di Istora memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada pasangan yang telah mengharumkan nama bangsa.
Dengan pensiunnya Ahsan dan Hendra, dunia bulu tangkis Indonesia memasuki era baru. Generasi muda kini dituntut untuk melanjutkan prestasi yang telah ditorehkan oleh The Daddies. PBSI berkomitmen untuk memanfaatkan momen ini sebagai kesempatan untuk regenerasi atlet bulu tangkis agar tetap bersaing di tingkat internasional.
Sebagai penutup perjalanan mereka yang luar biasa, Ahsan dan Hendra berharap dapat meninggalkan warisan semangat juang bagi generasi penerus atlet bulu tangkis Indonesia. Mereka mengajak para penggemar untuk terus mendukung perkembangan olahraga bulu tangkis di tanah air agar tetap berprestasi di kancah internasional.
Momen perpisahan ini bukan hanya menjadi akhir dari perjalanan mereka tetapi juga menjadi awal bagi regenerasi atlet ganda putra Indonesia untuk melanjutkan prestasi yang telah ditorehkan oleh Ahsan dan Hendra.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Setelah mengumumkan pensiun pada akhir 2024, mereka menutup karier cemerlang di arena internasional dengan penuh haru. Dalam pertandingan terakhir mereka yang berlangsung pada 23 Januari 2025, Ahsan dan Hendra harus menghadapi kenyataan pahit ketika kalah dari pasangan Malaysia, Junaidi Arif dan Roy King Yap, dengan skor 13-21 dan 14-21.
Baca juga: Profil & Jejak Karier Atlet Bulu Tangkis Mohammad Ahsan yang Umumkan Pensiun
Meskipun hasil tersebut tidak sesuai harapan, penampilan mereka tetap diapresiasi oleh ribuan penonton yang hadir untuk memberikan dukungan terakhir. Setelah pertandingan, terlihat Ahsan yang emosional menahan air mata, sementara Hendra menunjukkan senyum tegar meskipun perpisahan itu menyentuh hati.
Sejak pertama kali berpasangan pada 2012, The Daddies telah mencatatkan banyak prestasi gemilang. Mereka berhasil meraih tiga gelar Kejuaraan Dunia (2013, 2015, dan 2019), medali emas Asian Games 2014, serta beberapa gelar bergengsi lainnya. Keduanya dikenal tidak hanya karena kemampuan teknis mereka yang luar biasa di lapangan tetapi juga karena karakter rendah hati dan sportivitas yang mereka tunjukkan selama bertanding.
Menjelang pertandingan terakhir mereka, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah menyiapkan acara penghormatan khusus bertajuk A Tribute to The Daddies. Acara ini diadakan pada hari terakhir turnamen sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi luar biasa Ahsan dan Hendra bagi bulu tangkis Indonesia.
Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Masters 2025, Armand Darmadji, menyatakan bahwa penghormatan ini merupakan cara untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pasangan legendaris ini.
"Acara ini adalah cara kami untuk memberikan penghargaan kepada pasangan legendaris ini. Mereka bukan hanya mencetak prestasi tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda atlet bulu tangkis," ujar Armand dalam konferensi pers. Acara tersebut melibatkan berbagai kegiatan menarik termasuk pertandingan eksibisi yang melibatkan The Daddies.
Kekalahan di babak 16 besar menjadi momen emosional bagi para penggemar dan rekan-rekan atlet. Banyak yang merasa kehilangan dengan pensiunnya The Daddies karena mereka telah menjadi bagian penting dari sejarah bulu tangkis Indonesia. Penonton di Istora memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada pasangan yang telah mengharumkan nama bangsa.
Dengan pensiunnya Ahsan dan Hendra, dunia bulu tangkis Indonesia memasuki era baru. Generasi muda kini dituntut untuk melanjutkan prestasi yang telah ditorehkan oleh The Daddies. PBSI berkomitmen untuk memanfaatkan momen ini sebagai kesempatan untuk regenerasi atlet bulu tangkis agar tetap bersaing di tingkat internasional.
Sebagai penutup perjalanan mereka yang luar biasa, Ahsan dan Hendra berharap dapat meninggalkan warisan semangat juang bagi generasi penerus atlet bulu tangkis Indonesia. Mereka mengajak para penggemar untuk terus mendukung perkembangan olahraga bulu tangkis di tanah air agar tetap berprestasi di kancah internasional.
Momen perpisahan ini bukan hanya menjadi akhir dari perjalanan mereka tetapi juga menjadi awal bagi regenerasi atlet ganda putra Indonesia untuk melanjutkan prestasi yang telah ditorehkan oleh Ahsan dan Hendra.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.