Ilustrasi pekerja freelance. (Sumber foto: Pexels/Liza Summer)

4 Rekomendasi Side Job untuk Mahasiswa, Dapat Cuan Sari Mana Saja

02 April 2024   |   16:12 WIB
Image
Arindra Fachri Satria Pradana Mahasiswa Mass Communication BINUS University

Menempuh pendidikan tinggi adalah investasi diri yang butuh komitmen dan tentunya biaya yang tak kalah tinggi. Bukan hanya soal biaya kuliah, mahasiswa juga harus dihadapi dengan berbagai kebutuhan biaya hidup Memiliki kerja sampingan dapat membantu Genhype untuk mengelola pengeluaran bulanan. 

Melansir dari TechRound, sebesar 70 pesen dari generasi Z ingin melakukan pekerjaan sampingan atau side job. Data ini menunjukan kesadaran generasi muda untuk mendiversifikasi portofolio pendapatan mereka karena kompetisi di lapangan pekerjaan semakin ketat.

Baca juga: 4 Ide Bisnis Modal Mini dan Untung Besar yang Cocok Buat Mahasiswa

Selain itu dengan memiliki kerja sampingan, Genhype juga akan memiliki ilmu dasar terkait pekerjaan sampingan kalian sebagai salah satu pengalaman kerja.

Jika dibandingkan dengan 2 atau 3 dekade lalu, kesempatan bisa datang dari mana saja, terlebih sekaran akses internet yang semakin masif. Banyak sekali ilmu gratis yang tersedia untuk memulai pekerjaan sampingan di internet. Mulai dari keterampilan dasar, persiapan awal, sampai cara mencari klien dan memasarkan jasa atau produk yang ditawarkan.

Namun, dengan banyaknya pilihan kerja sampingan, mana yang bisa memberikan manfaat lebih? Berikut 4 pekerjaan sampingan yang cocok untuk mahasiswa pada 2024!
 

1. Content & Copy Writer

Jika Genhype suka menulis, menjadi content & copy writer dapat menjadi kerja sampingan terbaik.  Terdapat miskonsepsi bahwa kedua keterampilan ini adalah sama persis, padahal jauh berbeda, mulai dari deskripsi pekerjaan dan jenis klien apa yang menginginkan layanan tersebut.

Copywriter menulis berbagai tulisan persuasif, seperti call to action untuk menjual produk atau jasa. Berbeda dengan content writer yang berfokus pada tulisan informatif (biasanya berbentuk artikel) dan formal layaknya bentuk literasi lain. 

Sebagai seorang copywriter, biasanya jenis klien yang tertarik adalah bisnis-bisnis yang menginginkan tulisan persuasif untuk sebuah jenis pemasaran. Baik itu secara online seperti di media sosial, maupun offline di baliho dan spanduk. Sedangkan seorang content writer bertugas untuk membuat konten cetak dan digital, yang dapat digunakan oleh para klien untuk memberikan informasi atau memamerkan produk atau layanan yang mereka tawarkan. Berbeda dengan copywriter yang sebagian besar bersifat hard selling, content writing dianggap sebagai soft selling, karena tidak secara eksplisit mempromosikan produknya.

Adapun, seorang copywriter perlu kreatif, detail, mahir, dan mampu melakukan penelitian ekstensif untuk menghubungkan dan mempelajari perilaku pelanggan klien. Berbeda dengan content writer dengan keahlian yang berbeda, harus menguasai penulisan & komunikasi teknis, serta Search Engine Optimization (SEO).
 

2. Graphic Designer

Graphic Designer atau desainer grafifs bertugas untuk menciptakan aspek visual dari layanan atau produk yang ingin klien jual, baik untuk menginformasikan, memikat, atau memasarkannya kepada pelanggan sasaran mereka. 

Ada dua keuntungan utama dari usaha sampingan ini, pertama bisa menjadi pelampiasan kreatif, sekaligus mendapat bayaran. Kedua adalah fleksibilitasnya, baik dari segi jam kerja maupun beban kerjanya, cocok untuk pelajar yang tidak bisa menghabiskan waktu yang banyak, selama manajemen waktu yang efektif diterapkan.

Untuk menjadi seorang graphic designer, memiliki keterampilan menggambar yang lihai memang lebih disukai, namun tidak selalu wajib. Karena yang dicari oleh klien adalah seorang desainer grafis yang pandai dalam mengilustrasi dan memvisualisasikan berbagai grafis termasuk ilustrasi, logo, layout dan foto sesuai keinginan mereka


3. Social Media Brand Affiliator 

Generasi Z dikenal dengan konsumsi media sosial yang berlebihan. Namun, apakah ada cara untuk tetap aktif di media sosial sambil menghasilkan uang?

Salah satu caranya adalah menjadi social media brand affiliatior, yang bertugas untuk mempromosikan berbagai jasa & produk dari banyak klien, melalui konten media sosial di akun pribadi.

Dahulu, menjadi brand affiliator mengandalkan calon pelanggan untuk mengklik atau membeli produk dari link spesial, dan setiap interaksi tersebut akan dihitung sebagai royalti yang akan didapatkan. Kini berkat media sosial seperti TikTok Shop, mereka telah mengintegrasikan belanja e-commerce langsung di platform-nya, semakin memudahkan para brand affiliator. 

Untuk dapat melakukan kerja sampingan ini, pembelajaran ekstensif tentang produk dan pengetahuan merek sangatlah penting. Hal ini dilakukan agar calon pelanggan yang tepat dapat dicapai.

Terdapat dua cara untuk melakukan kerja sampingan ini, dengan menunjukan muka atau tanpa menunjukan muka alias faceless. Saat menampilkan wajah, penonton akan lebih interaktif, karena wajah dapat mengkomunikasikan kepercayaan dan komitmen secara non verbal. Namun dengan sistem faceless, Genhype dapat menjelajahi lebih banyak ceruk industri, dan memberikan anonimitas. Kedua cara ini tidak ada yang lebih baik, tergantung mana yang lebih cocok. 
 

4. Tutor Online

Selain menjadi salah satu opsi pekerjaan sampingan yang menguntungkan, tutor online adalah cara menguntungkan bagi mahasiswa untuk menyegarkan ingatan mereka tentang pelajaran dan kegiatan perkuliahan sebelumnya.

Untuk menjadi tutor online, Genhype perlu memperhatikan tingkat pemahaman mentee terhadap topik tertentu. Dari sana, bangunlah metode pembelajaran yang tepat dan sesuai untuk mereka, dan teruslah meninjaunya sesekali.

Bukan hanya akan merasakan kepuasan secara finansial, tetapi juga kepuasan melihat kesuksesan mentee dalam menerapkan ilmu yang telah diberikan. Jenis pekerjaan sampingan ini cukup penting karena membutuhkan banyak kesabaran dan harus selalu suportif, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh banyak orang.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Resensi Buku Berdamai dengan Innerchild, Sebuah Terapi untuk Menyembuhkan Diri

BERIKUTNYA

Pro Kontra Film Vina: Sebelum 7 Hari, Sutradara Akhirnya Angkat Bicara

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: