Gerai The Body Shop (Sumber gambar: The Body Shop)

Penyebab Bangkrutnya The Body Shop, Tutup Ratusan Gerai di Amerika Serikat

12 March 2024   |   17:13 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Jenama kecantikan terkemuka asal Inggris, The Body Shop dikabarkan telah mengalami kebangkrutan. Brand yang dikenal dengan produk ramah lingkungan tersebut telah menutup ratusan gerainya di Amerika Serikat (AS). Mereka juga menutup tokonya di wilayah Kanada. 

Melalui keterangan resminya, The Body Shop mengumumkan bahwa anak usahanya di Amerika Serikat tidak lagi beroperasi secara efektif terhitung sejak 1 Maret 2024. Sementara di Kanada setidaknya ada 33 dari 105 gerai mereka ditutup dan penjualan daring melalui e-commerce juga dihentikan. 

Baca juga: Intip 5 Penyebab Raksasa Kosmetik Revlon Bangkrut

Sebelum menutup gerai-gerainya di Amerika Serikat dan Kanada, The Body Shop juga telah menutup hampir setengah dari 198 tokonya di Inggris. Beberapa tahun terakhir, perusahaan memang sedang kesulitan. Mengacu pada laporan awal 2023, Natura mencatat bahwa The Body Shop mengalami penurunan pendapatan dari tahun ke tahun, terakhir sebesar 13,5 persen pada 2022.

Laporan CNN Internasional menyebut bahwa penyebab kebangkrutan The Body Shop salah satunya disinyalir karena inflasi tinggi dalam beberapa tahun terakhir, yang telah merugikan pengecer tradisional. Sebagian besar mereka beroperasi di luar mal dan ditujukan untuk kelas menengah.

Adapun, The Body Shop International plc atau lebih yang dikenal dengan The Body Shop, memiliki sekitar 2,400 toko di 61 negara seluruh dunia. Menurut O Boticario, sebuah perusahaan dari Brazil, The Body Shop merupakan perusahaan franchise kosmetika kedua yang terbesar di dunia. 
 

Sejak awal berdirinya, The Body Shop mengalami kemajuan pesat. Pendapatan perusahaan bertumbuh 50 persen per tahunnya. Sahamnya beredar di Unlisted Securities Market London, yang dibuka pada posisi 95 penny. Pada Januari 1986, setelah terdaftar di London Stock Exchange, saham mereka beredar dengan harga 820 penny. Nilai perusahaan mencapai £350 juta pada 1991.

Perusahaan ini, didirikan oleh aktivis HAM, Anita Roddick pada 1976, kantor pusatnya di Littlehampton, Sussex Barat, Inggris. The Body Shop merupakan perusahaan pertama yang melarang pengujian produknya pada hewan.

Mereka juga dikenal lewat produk-produknya yang alami, ramah lingkungan, dan beretika serta bebas dari kekejaman atas hewan. Beberapa di antaranya yang terkenal mulai dari Body Butter, Peppermint Foot Lotion, dan Hemp.

The Body Shop juga menegaskan dukungannya terhadap berbagai macam isu sosial yang menjadi perhatian masyarakat dunia. Slogan-slogan mereka antara lain Against Animal Testing (Lawan Uji Coba terhadap Hewan), Support Community Trade, Activate Self Esteem, Defend Human Rights (Tegakkan HAM), dan Protect Our Planet (Lindungi Planet Kita).

Sampai akhirnya pada September 2007, Roddick meninggal akibat aneurisma otak. Sebelumnya dia telah menjual The Body Shop kepada raksasa kosmetik L'Oréal pada 2006 dengan harga lebih dari 1 miliar dolar. Setelah hampir satu dekade, mereka menjualnya kembali ke perusahaan Brasil Natura pada 2017 dengan harga yang sama. 

Pada akhir tahun lalu, The Body Shop dijual ke grup manajemen aset Aurelius dengan harga sekitar 266 juta dolar setelah laporan keuangannya mencatat penurunan bisnis 13,5 persen secara tahunan pada 2022. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Boyong Karya Seni Media Baru, Bagus Pandega Gelar Pameran Tunggal O di ROH Project

BERIKUTNYA

Tak Mudah, Begini Cara Efektif Memutus Rantai Generasi Sandwich

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: