Ilustrasi kulit (Sumber gambar: Amanda Dalbjorn/Unsplash)

Dokter Kulit Ungkap Rahasia Menjaga Kelembapan Kulit di Iklim Tropis Indonesia

29 February 2024   |   18:00 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah kondisi iklim Indonesia yang cenderung panas, menjaga hidrasi kulit merupakan suatu keharusan. Namun, banyak yang menyepelekan pentingnya menjaga kelembapan kulit ini. Padahal, Indonesia cukup sering didera cuaca ekstrem, sehingga kulit sebagai lapisan terluar tumbuh memerlukan proteksi.
 
Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika ZAP Premiere Arini Astasari Widodo mengatakan, menjaga kesehatan kulit di tengah iklim tropis dan suhu tinggi sepanjang tahun seperti yang terjadi di Indonesia memang memerlukan trik tersendiri. “Meskipun Indonesia punya iklim panas, tetap penting untuk mempertahankan kelembapan kulit,” kata Arini.

Baca juga: Wawancara Dokter M Sjahrir: Rahasia Membuat Kulit Sehat dan Cantik
 
Menurut Arini, kesadaran masyarakat Indonesia akan kesehatan kulit memang sudah mulai menunjukkan hal positif. Kini, tantangannya utamanya adalah memilah produk dengan kandungan yang tepat dan sesuai dengan kulit masing-masing. Sebab, tak semua tren skincare dengan formulasi khusus seperti yang beredar di Korea Selatan hingga skincare ala Barat akan cocok dengan kulit orang-orang Indonesia.
 
Dalam pandangan Arini, masyarakat Indonesia memerlukan produk skincare dengan formulasi khusus yang telah disesuaikan. “Misalnya, formulasi yang ringan dan tidak menyebabkan kelembapan berlebihan yang lebih sesuai untuk kondisi cuaca yang panas,” kata Arini.
 
Menurutnya, penggunaan toner yang bersifat menghidrasi, atau masker dengan kandungan-kandungan melembapkan tetaplah relevan asal formulanya ringan. Begitu pula dengan perlindungan paparan sinar matahari dengan penggunaan sunblock atau sunscreen dengan penyesuaian formulasi yang ringan dan nyaman digunakan setiap hari. Kombinasi pelembap yang menghidrasi kulit dengan produk proteksi dari paparan sinar matahari ini, kata Arini, merupakan kunci penting menjaga kesehatan kulit bagi mereka yang tinggal di iklim tropis dan sering didera cuaca ekstrem.
 
Masalahnya, pelembap masih sering dituding sebagai penyebab masalah baru pada jenis kulit tertentu. Berbagai anggapan mengenai penjagaan kulit lembap, seperti penggunaan moisturizer masih sering disalahartikan. Misalnya, beredar anggapan pelembap bisa membuat kulit makin berminyak, utamanya bagi orang dengan jenis kulit berminyak. Anggapan lain seperti tidak diperlukan menggunakan pelembap saat cuaca sedang sejuk yang justru akan membuat kulit makin kering.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venerologi, dan Estetika RSUD Saiful Anwar Jawa Timur  Dhelya W merespons beberapa anggapan ini. Secara umum, kondisi kulit dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kelembapan udara, cuaca, angin, dan paparan sinar matahari. Suhu dingin akan membuat kulit menjadi kering, sementara suhu panas bisa menimbulkan efek produksi minyak berlebih pada wajah. 
 
Idealnya, kulit sehat memiliki beberapa kriteria, seperti elastisitas yang baik, produksi minyak yang baik, memiliki PH seimbang, hingga kelembapan yang baik. Diperlukan perhatian khusus untuk menjaga kulit sehat sesuai dengan jenis atau tipe kulit masing-masing. Sebab, bagaimanapun, hidrasi kulit tetap dibutuhkan oleh segala jenis kulit. 
 
“Kalau orang dengan kulit kering harus pilih pelembab yang sangat menghidrasi. Nah kalau berminyak, biasanya larinya akan ke masalah jerawat. Saat kulit terjadi inflamasi seperti ini, perlu tetap melembapkan kulit dengan moisturizer agar tidak makin parah,” kata Dhelya. Walau memiliki jenis kulit berminyak, pelembap tetap diperlukan untuk menenangkan kulit yang sedang meradang. 
 

Menghidrasi Kulit Lewat Asupan

Tak melulu soal skincare, menghidrasi kulit juga bisa dilakukan melalui asupan bergizi. Dhelya mengatakan, mencukupi asupan air sebanyak 2 liter per hari adalah kebiasaan wajib yang tak boleh dilewatkan. Selain itu, jenis makanan kaya kandungan omega-3 dan omega-6 juga direkomendasikan untuk menjaga kelembapan kulit. “Jenis ikan, kacang-kacangan, chia seed, minyak zaitun, itu semua baik untuk kesehatan kulit kita,” katanya. 
 
Sementara untuk jenis vitamin, masyarakat dianjurkan mengonsumsi jenis vitamin yang kaya antioksidan seperti vitamin A, vitamin C, dan vitamin E. Beberapa contoh makanan yang kaya akan kandungan ketiga vitamin tersebut antara lain wortel, jeruk, dan bayam Tak lupa, Dhelya menyarankan untuk memenuhi kebutuhan protein dan menghindari makanan tinggi gula yang bisa menghambat produksi kolagen dan membuat peradangan.

“Protein itu berperan sebagai DNA repair, kulit kita jadi kering dan tidak elastis kalau tidak konsumsi protein,” katanya.

Baca juga: Tak Perlu Repot ke Salon, Lakukan Detox Kulit Sendiri Di Rumah

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Atroskopi, Bedah Minim Invansif Atasi Cedera Sendi Bahu & Lutut Lebih Cepat

BERIKUTNYA

5 Cara Jitu Mengatasi Insomnia Secara Alami, Jangan Sering Rebahan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: