Haki memiliki banyak manfaat bagi pelaku ekonomi kreatif (Sumber gambar ilustrasi: pecel/ Pew Nguyen)

Pentingnya HaKI sebagai Pendorong Utama Kemajuan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

12 January 2024   |   15:19 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Hak kekayaan intelektual atau HaKI memiliki banyak manfaat bagi para pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata. Selain dapat melindungi karya, HaKI juga bisa bermanfaat bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas.
 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menekankan bahwa hak atas kekayaan intelektual (HaKI) harus menjadi kekuatan utama dalam pengembangan usaha bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, termasuk di Kabupaten Badung, Bali.

Baca juga: Kesadaran Pentingnya Kekayaan Intelektual Masih Rendah, Tak Capai 30 Persen
 
Bukan tanpa alasan, HaKI merupakan peluang bagi pelaku usaha ekonomi kreatif lantaran dapat meningkatkan kualitas produk, daya saing, dan memperluas peluang untuk mengembangkan pasar yang dimiliki.

"HaKI perlu disikapi secara serius oleh pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Badung agar produk mereka memiliki perlindungan hukum dan tentunya makin berkembang," katanya melalui siaran pers yang diunggah di situs Kemenparekraf.

Ekonomi kreatif di Indonesia dan banyak negara lainnya akan menjadi tulang punggung masa depan dan diperhitungkan sebagai kekuatan ekonomi yang inklusif. Kondisi itu membuat keberadaan HaKI menjadi penting karena tidak hanya sebagai alat perlindungan dari barang dan jasa yang diproduksi, tetapi juga untuk optimalisasi bisnis UMKM dan industri kreatif.

Saat ini, pelaku ekonomi kreatif dapat mengajukan hak kekayaan intelektual sebagai jaminan pembiayaan melalui Peraturan Pemerintah No. 24/2022. Dengan begitu, hak atas kekayaan intelektual menjadi sebuah peluang untuk para UMKM untuk naik kelas bersama sertifikasi halal.
 

Menparekraf Sandiaga Uno menjadi pembicara kunci dalam kegiatan "Kelana Nusantara" yang berlangsung di D'Wika Resto, Badung, Bali, Kamis (11/1/2024). (Sumber foto: Kemenparekraf)

Program Kelana Nusantara

Sementara itu, dalam upaya meningkatkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, Sandiaga menuturkan bahwa pemerintah menyiapkan Kelana Nusantara. Program ini menjadi sarana yang disiapkan Kemenparekraf bagi pengusaha menyampaikan aspirasi dan kendala yang dihadapi dalam mengembangkan usaha.
 
Tidak hanya itu, program ini dapat menjadi ajang bagi pelaku UMKM membangun jejaring yang lebih kuat antara sesama pelaku ekonomi kreatif, pemerintah kota, dan pemerintah pusat.
 
"Kegiatan Kelana Nusantara ini hadir di Badung agar kendala-kendala yang dihadapi pelaku usaha bisa langsung diatasi dengan konsep kolaborasi," ujarnya.
 
Terkait aktivitas wisatawan yang saat ini lebih banyak terpusat di daerah Badung bagian selatan, Sandiaga mendorong pelaku usaha mengembangkan usaha di daerah Badung lainnya.
 
Daerah Kabupaten Badung memiliki sejumlah desa wisata yang telah masuk dalam jejaring desa wisata Kemenparekraf seperti Desa Wisata Bongkasa Pertiwi dan Desa Wisata Munggu. Keduanya yang dapat dimaksimalkan sebagai atraksi unggulan.
 
Dalam rangka membuat wisatawan tidak terpusat di satu titik, tempat wisata pihak bisa bekerja sama dengan perusahaan travel guna mengembangkan paket perjalanan.
 
“Sehingga traffic ini tidak menumpuk di satu titik, tetapi kita bisa distribusikan destinasi-destinasi wisata lainnya," katanya.
 
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun mengatakan bahwa sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat selama pandemi. Jadi, kekuatan ekonomi kreatif harus terus dijaga dan diperkuat melalui kolaborasi.
 
"Kita ini jangan berkompetisi, kita harus saling bekerja sama tapi tentu juga yang perlu diingat adalah pelaku usaha harus mampu memunculkan diferensiasi dari setiap produk yang diciptakannya. Pada masa yang akan datang, harapannya bagaimana ekonomi kreatif ini dapat kita kembangkan menjadi kelas dunia," ujarnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Siap-siap, Galaxy AI Masuk Indonesia 18 Januari 2024

BERIKUTNYA

Film Biografi Michael Jackson Siap Diproduksi, Tayang 18 April 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: