Pengunjung melihat karya yang ditampilkan pada pameran Pilgrimage di SPAC8 Ashta District 8, Jakarta, Sabtu (25/11/2023). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

Warna Baru Kekaryaan Oky Rey Montha

12 December 2023   |   08:54 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Oky Rey Montha dalam pameran bertajuk Pilgrimage, yang dihelat CAN'S Gallery hingga 14 Desember 2023, banyak mengeksplorasi gagasan-gagasan lama yang masih tekun disuarakannya sejak awal kekaryaannya. Namun, kali ini, seniman asal Yogyakarta itu menyuguhkannya dengan teknik-teknik yang diperbaharui.

Tajuk Pilgrimage, secara harfiah berarti ziarah, menjadi semacam benang merah untuk 20-an karya lebih yang dipajang di pameran tunggal ke-11 yang digelar di SPAC8 Ashta District 8, Jakarta tersebut. Dalam pameran ini, seniman yang karib disapa Kyre itu mengejawantahkan perjalanan ziarah yang sedang dilakoninya ke dalam berbagai medium karya seni, seperti lukisan, instalasi, dan patung dengan ragam figur khas yang masih menemaninya dalam menyuarakan berbagai gagasan-gagasannya.

Bagi Kyre, 13 tahun setelah pameran tunggalnya yang pertama, atau 16 tahun sejak kali pertama karyanya tampil di depan publik, merupakan suatu keniscayaan untuk menghadirkan eksplorasi mutakhir dengan serangkaian langgam yang pernah, sedang, dan akan diusungnya dalam presentasi artistiknya. Namun, dalam kurun waktu tersebut, ada semacam periode gejolak baru dalam perenungan kekaryaannya. 

Baca juga: Eksplorasi Medium Kekaryaan Oky Rey Montha dalam Pameran Tunggal Pilgrimage

Pilgrimage menjadi semacam simbol yang mengharuskannya melakoni perjalanan ziarah tentang capaian artistik yang telah ditekuninya selama ini. Melalui pameran ini, Kyre tampak ingin sekali lagi bersentuhan dengan gaya-gaya lamanya yang sempat menghilang, sebelum kembali terkubur atau bahkan akan dibangkitkan lagi dalam bentuk baru.

Hal itu misalnya, terefleksi lewat karya dengan tajuk Mind. Lukisan bertitimangsa 2023 itu membawa gaya khas Kyre dengan gagasan surealisnya yang eksentrik. Warna gothic yang diusungnya membawa lukisan ini pada sebuah adegan yang dramatis serasa berada di lingkungan mimpi.
 

karya yang ditampilkan pada pameran Pilgrimage (25/11/2023). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

Mind karya Oky Rey Montha yang ditampilkan pada pameran Pilgrimage (25/11/2023). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)


Ada banyak objek yang dihadirkan di lukisan tersebut, seperti figur berponi yang menyembul keluar, tikus hitam ciri khasnya dengan pedang di tangan, burung, batu, dan objek lain yang sempat muncul di karya-karya yang lain. Masing-masing figur tampak sedang berkutat dengan kediriaannya, dan mencoba mendobrak yang menjadi batasnya.

Dalam karya ini, Kyre menggambar lukisannya dalam acrylic on acrylic sheet. Layer yang muncul dan menimbulkan kesan tiga dimensi ini menggambarkan kedalaman, juga periode berbeda di dalam alam pikirannya.

"Ziarah memang jadi karya yang cocok untuk pameran ini, semacam melihat potret lama dan melihat bagaimana mereka bertumbuh. Kemudian, saya ingin melihat bagaimana ketika gaya-gaya yang lama ini berkumpul dan berada di satu ruang pamer yang sama," ucap Kyre.


Di pameran ini, figur-figur, objek temuan, narasi menjadi kekuatan utama kekaryaannya. Gambar-gambar yang muncul itu lahir dari ruang imajiner yang sudah menjadi struktur bahasa artistiknya sejak lama.

Lewat figur-figur penuh simbolisme yang dihadirkannya, Oky kembali mencoba menyulam sebuah realitas fiktif di dalam lukisannya hingga menjadi suguhan permainan citraan sekaligus olah-rasa yang berdialog.

Sementara itu, pada lukisan bertajuk The Blind Show, Kyre seolah ingin menziarahi medium kekaryaan lain yang terasa cukup penting baginya. Lukisan bertitimangsa 2023 itu menghadirkan tiga figur, semacam marchingband, yang sedang menabuh alat musiknya masing-masing dengan semangat tinggi meski tercompang-camping.
 

The Blind Show karya Oky Rey Montha yang ditampilkan pada pameran Pilgrimage (25/11/2023). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

The Blind Show karya Oky Rey Montha yang ditampilkan pada pameran Pilgrimage (25/11/2023). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)


Musik, bagi Kyre, bukanlah sesuatu yang asing. Selain sebagai perupa, Kyre adalah pemain drum. Musik menurut Kyre bukan lagi sebagai medium yang membantu perupa berkarya, tetapi menjadi bagian lain dari kekaryaannya.

Ada beberapa inisiatif bagi mandiri maupun berkelompok tentang bermusik yang dijalaninya selama ini. Di lukisan ini, Kyre tampak ingin meleburkan dua medium tersebut, dengan menghadirkan sosok-sosok musikal.

Di pameran ini, Kyre juga tak sekadar bernostalgia pada ziarah masa lalu. Eksplorasinya juga terus berjalan, termasuk dalam medium kekaryaannya yang beragam. Goresan kekaryaannya tidak hanya terpaku di atas kanvas.

Perupa yang besar di Karo, Sumatra Utara ini bahkan menggunakan meja, kulit, hingga instalasi kayu. Salah satunya bisa ditemui pada karya bertajuk Drive, yang menggunakan material-material recycle.

Kyre membawa figur-figur surealistiknya masuk dan berpadu dengan bahan kayu. Dalam karya tersebut, terdapat figur dengan wajah penuh intensi tegas sedang mengendarai kerbau. Tangan satunya tampak sedang memegang tanduk, sedang tangan lainnya menjadi tempat bersandar hewan lain.

Karakter tersebut tampak sedang berkendara ke suatu negeri lain. Ada sebuah harmonisasi yang tampak sedang ditonjolkan. Kehidupan dan perjalanan kerap kali memang tidak bisa ditempuh seorang diri.
 

Drive karya Oky Rey Montha yang ditampilkan pada pameran Pilgrimage (25/11/2023). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)

Drive karya Oky Rey Montha yang ditampilkan pada pameran Pilgrimage (25/11/2023). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)


Meneropong Laku Artistik Baru

Kurator Bob Edrian mengatakan Pilgrimage memang bukan sekadar menjadi ziarah masa lalu semata. Pilgrimage juga menjadi penanda atau momen untuk melihat laku artistik Kyre ke depan.

Lewat pameran ini, ada semacam perenungan dari sang seniman untuk memilih beberapa hal dari masa lalunya untuk tetap dibawa, sekaligus memasukkan hal baru untuk lebih ditonjolkan pada masa depannya.

Perjalanan 15 tahun kekaryaan Kyre memang telah membawa perupa asal Yogyakarta itu pada babak baru. Menggelar 11 pameran tunggal dalam tiga belas tahun terakhir, tentu membuatnya banyak merenungi apa yang telah dan ingin dicapainya lagi ke depan.

"Di Pilgrimage ini, Kyre mungkin akan menutup sesuatu, tetapi dia juga akan membuka yang lain," imbuhnya.


Selama ini, karya-karya Kyre telah dipacak di berbagai artfair, baik nasional maupun internasional. Dia pun sedang bersiap untuk memainkan peran baru yang lebih besar. 

Baca juga: Ziarah Kekaryaan Oky Rey Montha dalam Pameran Tunggal Pilgrimage

Ada kecenderungan ketertarikan Kyre pada hal-hal di luar artfair. Sesuatu yang disebut Bob sebagai ranah yang lebih konseptual. Khazanah baru ini yang bisa jadi menjadi ruang anyar sang seniman berkarya. 

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

Daftar Lengkap Nominasi Golden Globe Awards 2024, Film Barbie & Oppenheimer Mendominasi

BERIKUTNYA

5 Fakta Unik Film The Boy and the Heron, Film Ghibli Tayang 13 Desember 2023

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: