Ilustrasi bazar buku. (Sumber gambar: freestocks/Unsplash)

Tren Pengunjung Menurun, Begini Cara Big Bad Wolf Books Jaring Audiens Indonesia

28 November 2023   |   17:37 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Setelah berlangsung di Semarang, Big Bad Wolf Books kini bersiap akan menyapa kembali para pencinta buku di Tangerang, Jakarta, dan sekitarnya. Bazar buku internasional itu akan kembali digelar pada 1 Desember 2023 hingga 7 Januari 2024 di Mall Alam Sutera, Tangerang Selatan. 

Kehadiran Big Bad Wolf Books (BBW) tentunya dinantikan oleh para booklovers. Pasalnya, setiap tahunnya, BBW konsisten menghadirkan jutaan buku berkualitas untuk melepas dahaga membaca masyarakat di berbagai negara. Terlebih, bagi mereka yang gemar membaca buku-buku internasional berbahasa Inggris, acara satu ini tentunya tak boleh terlewat. 

Baca juga: Big Bad Wolf Books Perdana Digelar di Pusat Perbelanjaan, Bakal Hadirkan 2 Juta Buku

BBW selalu diburu oleh pengunjung lantaran menghadirkan buku-buku internasional dengan diskon hingga 90 persen. Bazar buku yang digelar sejak 2009 ini memang memiliki visi ingin menumbuhkan kebiasaan membaca, meningkatkan literasi bahasa Inggris di seluruh dunia dan membangun generasi pembaca baru. Semua itu diupayakan dengan menjadikan buku lebih terjangkau dan mudah diakses oleh semua orang.

Namun, tren pengunjung BBW di Indonesia rupanya tengah menurun. Presiden Direktur Big Bad Wolf Indonesia Uli Silalahi menyampaikan jumlah pengunjung BBW di Tanah Air pada tahun 2023 mengalami penurunan sebesar 15 persen-20 persen dibandingkan tahun lalu.

Dia memaparkan sebelum pandemi Covid-19, jumlah pengunjung BBW Indonesia bisa mencapai 1 juta orang selama satu tahun, selama kegiatannya yang berlangsung di 9 kota. Namun, saat ini, jumlah audiens BBW yang digelar di 7 kota hanya mencatatkan sebanyak 350.000-400.000 orang selama satu tahun.

"Jadi [angka] pengunjung itu turunnya jauh sekali. Dulu, jumlah pengunjung bisa sampai 50.000 orang satu hari kalau weekend," katanya saat ditemui Hypeabis.id di Mall Alam Sutera, Tangerang Selatan, Selasa (28/11/2023).
 

Uli berpendapat kondisi itu terjadi lantaran disrupsi digital yang membuat minat masyarakat membaca buku, terlebih buku fisik, menjadi berkurang. Faktor lain yang menurutnya turut mempengaruhi adalah masifnya acara lain yang digelar saat ini, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mencari hiburan ataupun berekreasi.

"Jadi banyak pilihan yang diadakan sesudah pandemi ini [jumlahnya] luar biasa. Jadi minat untuk membaca itu mungkin saja menjadi berkurang," tambahnya.

Dengan kondisi seperti itu, BBW pun melakukan beberapa strategi untuk tetap mendekatkan buku dengan masyarakat, salah satunya adalah dengan memilih pusat perbelanjaan sebagai lokasi bazar. Seperti diketahui, BBW tahun ini perdana digelar di pusat perbelanjaan yaitu di Mall Alam Sutera, Tangerang Selatan.

Sebelumnya, bazar buku itu lebih sering berlangsung di ruang eksibisi yang luas salah satunya Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City Tangerang. Hal ini dilakukan agar BBW lebih mudah dijangkau, dan pengunjung bisa menjelajahi jutaan buku bersama teman dan keluarga dalam suasana yang nyaman dan santai di mal.

"Kalau di mal ini kan aktivitasnya banyak, bukan hanya untuk melihat atau membaca buku tapi juga melakukan kegiatan-kegiatan lain. Ini strategi kami agar BBW tetap dekat dengan mereka," ujarnya.

Tahun ini, BBW mengusung tema Bookish Wonderland dengan kampanye #BacaItuKeren, dengan tujuan memperkenalkan pengalaman berbelanja buku yang lebih santai dan nyaman di pusat perbelanjaan modern. Konsep baru ini bertujuan untuk mengubah kegiatan membaca buku menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup yang keren.

Meski berlangsung di dalam mal yang hanya seluas 7.000 meter persegi, Uli memastikan bahwa hal itu tidak mempengaruhi jumlah buku yang dihadirkan di BBW. Tahun ini, pihaknya akan menghadirkan sekitar 2 juta buku dari berbagai negara dengan komposisi sebanyak 50 persen merupakan buku anak-anak, serta 50 persen lainnya adalah buku bacaan umum.

Sementara dari segi penerbit, sebanyak 80 persen buku yang dihadirkan berasal dari penerbit internasional, dan sisanya datang dari penerbit lokal. "Buku-buku yang dihadirkan di BBW adalah judul-judul bacaan yang baru. Kebanyakan buku baru sekitar 3 sampai 6 bulan lalu diterbitkan, itu termasuk baru karena kan kami harus shipping dulu ke sini," kata Uli.

Buku-buku yang dihadirkan pun telah melalui proses kurasi yang dilakukan oleh tim khusus dari BBW. Uli menjelaskan bahwa pihaknya memiliki tim khusus yang melakukan riset sekaligus pemetaan untuk mencari buku-buku berkualitas di berbagai negar. Termasuk, menghadiri berbagai eksibisi internasional dan mendatangi sejumlah penerbit besar salah satunya Harper. "Itu [proses] yang sangat mahal," imbuhnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Daftar Lengkap Pemenang Gotham Awards 2023, Ada Past Lives Sampai Anatomy of a Fall

BERIKUTNYA

GoFood Hadirkan Promo NAMPOL, Kerjasama dengan UMKM Kuliner Lokal

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: