Adania Shibli (Sumber Foto: Twitter/@lithub)

Profil Adania Shibli Penulis asal Palestina yang Batal dapat Penghargaan Frankfurt Book Fair

19 October 2023   |   08:06 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Adania Shibli, penulis asal Palestina batal menerima penghargaan Literaturpries 2023 dari Frankfurt Book Fair (FBF) untuk novelnya yang bertajuk Tafsil Tnahawi atau Minor Detail. Seharusnya penghargaan tersebut dianugerahkan untuknya saat pameran perdagangan buku bertaraf internasional yang berlangsung 18-22 Oktober 2023.

Pembatalan penghargaan tersebut disebabkan oleh sikap FBF yang berpihak pada Israel. Novel Minor Detail karya Adania Shibli menuai pro kontra karena diduga anti-Semitisme atau anti-Yahudi karena meski novel fiksi, latar belakangnya di ambil dari konflik Israel dan Palestina.

Baca juga: Profil Iwan Yusuf, Seniman yang Haus Bereksplorasi dengan Ragam Media

Menanggapi pembatalan pemberian penghargaan tersebut, sejumlah pihak melontarkan kritik dan kecaman terhadap Frankfurt Book Fair. Salah satunya Ikatan Penerbit Indonesia atau Ikapi yang membatalkan partisipasinya dalam ajang tersebut.

Mengutip dari Los Angeles Times, lebih dari 1000 sastrawan di dunia seperti Colm Tóibín, Hisham Matar, Kamila Shamsie, William Dalrymple, Annie Ernaux, Olga Tokarczuk, bahkan penulis pemenang hadiah Nobel Abdulrazak Gurnah, mengkritik Pameran Buku Frankfurt Book Fair.

Para sastrawan menulis surat terbuka yang isinya mengungkapkan bahwa pameran buku harusnya bertanggung jawab untuk menciptakan ruang bagi para penulis Palestina supaya mereka bisa berbagi pemikiran, perasaan, refleksi mereka terhadap sastra melalui masa-masa yang mengerikan dan kejam ini, bukannya malah membungkam mereka.
 

Profil Adania Shibli

Adania Shibli lahir di Palestina pada 1974. Namanya sebagai penulis mulai naik sejak akhir 1990-an dengan merilis sejumlah novel, drama, cerita pendek, dan esai yang diterbitkan dalam berbagai bahasa. Shibli juga kerap menerbitkan bukunya di majalah-majalah sastra Eropa dan Timur Tengah sejak 1996.

Shibli merilis tiga novel berbahasa Aran dan karya-karya non-fiksi termasuk buku seni dengan judul Disposition dan kumpulan esai bertajuk A Journey of Ideas Across: In Dialogue with Edward Said. Kumpulan esai tersebut diubah menjadi simposium yang dikurasi oleh Shibli pada 2013 di House of World Cultures, Berlin.

Atas kariernya yang membanggakan di bidang sastra, Shibli dianugerahi Penghargaan Penulis Muda Qattan-Palestina pada 2001 untuk novelnya Masaas atau dalam bahasa Inggris berjudul Touch pada 2003, lalu novel lainnya Kulluna Ba'id bethat al Miqdar aan el-Hub yang artinya We Are All Equally Far from Love.

Selain itu dia juga menerima Penghargaan Penulis Muda Palestina yang dianugerahi oleh Yayasan AM Qattan untuk novelnya Touch pada 2001 dan We are all equally far from love pada 2003. Novelnya Minor Detail yang diterjemahkan oleh Elisabeth Jaquette juga masuk dalam nominasi National Book Award for Translated Literatur 2020 dan The International Booker Prize 2021.

Saat ini Shibli menjabat sebagai penulis residensi di Literaturhaus Zurich Dia juga dinobatkan sebagai salah satu dari Beirut39, kelompok beranggotakan 39 penulis Arab terbaik di bawah usia 40 tahun yang dipilih melalui kontes yang diselenggarakan oleh majalah Banipal dan Hay Festival. 

Sebagai penulis berprestasi dan inspiratif, Shibli pernah diundang oleh Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta atau DKJ dalam acara Jakarta International Literary Festival atau JILF pada 2019 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

D.O. EXO Tinggalkan SM Entertainment, Dirikan Agensi Independen Company SooSoo

BERIKUTNYA

5 Fakta Menarik Frankfurt Book Fair, Pameran Buku Tertua & Terbesar di Dunia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: