Yuk Kenali Bahasa Tubuh Unik Anak Kucing Kesayangan
05 August 2021 |
13:43 WIB
Sama seperti makhluk hidup lainnya, kucing dapat berkomunikasi baik dengan sesama kucing, dengan manusia, atau dengan hewan lainnya. Tidak hanya mengeluarkan suara dari mulutnya atau mengeong, mereka juga menggunakan gerakan tubuh atau gesture untuk menyampaikan sesuatu.
Namun, tahukah kalian kalau gerakan tubuh yang dilakukan oleh anak kucing untuk berkomunikasi sedikit berbeda kucing dewasa?
Gerakan tubuh anak kucing yang khas dan terbilang unik adalah saat mereka berupaya menakuti lawannya. Kucing yang usianya kurang dari satu tahun berupaya membuat mereka terlihat lebih besar dari ukuran sebenarnya ketika bertemu lawannya.
Dia akan menggoyangkan ekornya sehebat mungkin, melengkungkan punggungnya dan berdiri menyamping. Tentunya hal itu mereka lakukan agar terlihat besar dan menyeramkan di hadapan lawannya. Sudah jelas, ukurannya yang terlihat membesar dan menyeramkan itu hanya tipuan saja.
Cara lain yang juga dilakukan oleh anak kucing ketika terdesak oleh lawannya adalah membuat dirinya terlihat sekecil mungkin. Tujuannya agar seolah-olah mereka tidak dapat terlihat dan bisa dengan mudah berlari ke arah berlawanan untuk menyelamatkan diri.
Kemudian, kalau kalian jeli, anak kucing terlihat lebih sensitif terhadap bau atau aroma. Mereka akan merespons cepat segala macam bau atau aroma yang ada di sekitarnya untuk menyesuaikan diri dan mewaspadai sesuatu.
Kemampuan tersebut tidak dimiliki oleh kucing dewasa. Karena memang tubuh anak kucing secara khusus telah disesuaikan untuk mengirim dan menerima aroma sebagai pesan tertentu.
Anak kucing memiliki organ khusus di dalam mulutnya yang disebut Jacobson's yang berguna untuk menganalisis bau atau aroma.
Gerakan tubuh yang satu ini juga kerap dilakukan oleh anak kucing dan mungkin saja membuat kalian selaku majikan tidak nyaman. Anak kucing senang menggaruk-garuk badannya ke tubuh majikan.
Tentunya ini berbeda dengan gerakan serupa yang dilakukan ke benda-benda macam dinding, papan, pohon dan lainnya. Anak kucing menggaruk tubuh majikannya sebagai penegasan mengenai kedekatannya atau menunjukkan rasa sayangnya.
Pada kesempatan itu pula, anak kucing akan menangkap dan meninggalkan aroma sebagai sinyal di tubuh majikannya.
Terakhir, gerakan tubuh yang sering dilakukan oleh anak kucing adalah mencakar benda-benda di sekitarnya. Ini mereka lakukan untuk menandai wilayah kekuasaannya lewat tanda bekas cakaran.
Sebagai catatan, anak kucing punya kelenjar khusus pada cakarnya yang akan mengeluarkan aroma tertentu.
Selain itu, mereka juga berupaya menjaga cakarnya dalam kondisi yang baik serta mempersiapkan otot dan urat yang menggerakkan cakarnya.
Namun, tahukah kalian kalau gerakan tubuh yang dilakukan oleh anak kucing untuk berkomunikasi sedikit berbeda kucing dewasa?
Gerakan tubuh anak kucing yang khas dan terbilang unik adalah saat mereka berupaya menakuti lawannya. Kucing yang usianya kurang dari satu tahun berupaya membuat mereka terlihat lebih besar dari ukuran sebenarnya ketika bertemu lawannya.
Dia akan menggoyangkan ekornya sehebat mungkin, melengkungkan punggungnya dan berdiri menyamping. Tentunya hal itu mereka lakukan agar terlihat besar dan menyeramkan di hadapan lawannya. Sudah jelas, ukurannya yang terlihat membesar dan menyeramkan itu hanya tipuan saja.
Cara lain yang juga dilakukan oleh anak kucing ketika terdesak oleh lawannya adalah membuat dirinya terlihat sekecil mungkin. Tujuannya agar seolah-olah mereka tidak dapat terlihat dan bisa dengan mudah berlari ke arah berlawanan untuk menyelamatkan diri.
Ilustrasi/Livejournal
Kemudian, kalau kalian jeli, anak kucing terlihat lebih sensitif terhadap bau atau aroma. Mereka akan merespons cepat segala macam bau atau aroma yang ada di sekitarnya untuk menyesuaikan diri dan mewaspadai sesuatu.
Kemampuan tersebut tidak dimiliki oleh kucing dewasa. Karena memang tubuh anak kucing secara khusus telah disesuaikan untuk mengirim dan menerima aroma sebagai pesan tertentu.
Anak kucing memiliki organ khusus di dalam mulutnya yang disebut Jacobson's yang berguna untuk menganalisis bau atau aroma.
Gerakan tubuh yang satu ini juga kerap dilakukan oleh anak kucing dan mungkin saja membuat kalian selaku majikan tidak nyaman. Anak kucing senang menggaruk-garuk badannya ke tubuh majikan.
Tentunya ini berbeda dengan gerakan serupa yang dilakukan ke benda-benda macam dinding, papan, pohon dan lainnya. Anak kucing menggaruk tubuh majikannya sebagai penegasan mengenai kedekatannya atau menunjukkan rasa sayangnya.
Pada kesempatan itu pula, anak kucing akan menangkap dan meninggalkan aroma sebagai sinyal di tubuh majikannya.
Terakhir, gerakan tubuh yang sering dilakukan oleh anak kucing adalah mencakar benda-benda di sekitarnya. Ini mereka lakukan untuk menandai wilayah kekuasaannya lewat tanda bekas cakaran.
Sebagai catatan, anak kucing punya kelenjar khusus pada cakarnya yang akan mengeluarkan aroma tertentu.
Selain itu, mereka juga berupaya menjaga cakarnya dalam kondisi yang baik serta mempersiapkan otot dan urat yang menggerakkan cakarnya.
Editor: M R Purboyo
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.