Ilustrasi suasana ruang kerja di kantor. (Sumber gambar: Edmond Dantes/Pexels)

Riset LinkedIn: AI Bakal Mengubah 65% Kebutuhan Keterampilan di Dunia Kerja

12 October 2023   |   15:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan belakangan ini telah menjadi hal yang semakin menarik perhatian di berbagai bidang kehidupan manusia. AI merupakan teknologi yang memungkinkan mesin dan komputer untuk mengeksekusi tugas-tugas yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh manusia.

Kehadiran AI pun disebut-sebut akan mengubah lanskap profesi atau pekerjaan pada manusia. Riset yang dilakukan platform jaringan tenaga profesional LinkedIn baru-baru ini menemukan bahwa keterampilan yang dibutuhkan untuk berbagai jenis pekerjaan di seluruh dunia diperkirakan akan berubah setidaknya 65 persen pada 2030, seiring perkembangan pesat dari AI dalam mengakselerasikan perubahan di lingkungan kerja.

Baca juga: Masyarakat Makin Banyak Pakai Teknologi Digital untuk Menunjang Pekerjaan

Riset yang diberi judul Global Talent Trends itu menyebutkan bahwa daftar lowongan pekerjaan yang menyebutkan kata AI atau Generative AI mengalami peningkatan lebih dari 2 kali lipat di Asia Tenggara dalam dua tahun terakhir atau pada 2021-2023.

Gayung bersambut, sering meningkatnya jumlah lowongan pekerjaan tersebut, ditemukan bahwa adanya pertumbuhan jumlah lamaran sekitar 1,7 kali lipat di Asia Tenggara dalam dua tahun terakhir dibandingkan lowongan pekerjaan yang tidak menyebutkan "AI" atau "Generative AI”. 

Hasil penelitian yang dilakukan selama 24 bulan itu juga melaporkan bahwa tenaga profesional di Indonesia menjadi yang paling antusias untuk memakai AI dalam bekerja sebagaimana dipilih oleh 99 persen responden.

Angka itu jauh lebih besar dibandingkan dengan pasar tenaga kerja lain di Asia Pasifik, seperti Australia (84 persen), Singapura (97 persen), Malaysia (96 persen), dan Jepang (75 persen). Di samping itu, hampir 67 persen tenaga profesional di Indonesia juga disebutkan menantikan penggunaan AI dalam mendapatkan nasihat karier, dan 82 persen dari mereka menggunakannya untuk menangani situasi sulit di tempat kerja.

Agar tenaga kerja siap menghadapi perubahan pada masa mendatang, pemimpin bisnis menempatkan divisi Human Resources (HR) dan tim perekrutan di garda terdepan. Sekitar 95 persen tenaga perekrutan talenta di Asia Tenggara mengatakan bahwa peran mereka menjadi lebih strategis dalam setahun terakhir, khususnya di lingkup akuisisi talenta (talent acquisition).

AI akan menjadi alat penting untuk menyelesaikan tugas-tugas berat agar tim HR dapat fokus terhadap pekerjaan yang lebih strategis. Mayoritas responden atau 80 persen tenaga HR secara global juga percaya bahwa AI akan membantu mereka dalam lima tahun ke depan untuk fokus pada peran yang lebih strategis dan humanis, seperti memperkuat hubungan dengan kandidat dan karyawan, serta melakukan lebih banyak pekerjaan yang lebih kreatif dan strategis.

Country Leader Indonesia at LinkedIn Rohit Kalsy mengatakan, AI membawa para profesional ke dunia kerja yang baru, membentuk ulang pekerjaan, bisnis, dan industri. Dengan banyaknya perubahan yang terjadi ini, lanjutnya, para pemimpin bisnis harus menilai keterampilan yang dibutuhkan sekarang dan pada tahun-tahun berikutnya.

"[Tim] HR berada di posisi sentral untuk memastikan sebuah bisnis memiliki talenta dan keterampilan yang dibutuhkan untuk terus berkembang," katanya dalam keterangan resminya.

Dia juga menambahkan AI akan menjadi alat yang penting bagi tim HR untuk membantu mereka fokus pada aspek ‘humanis’ dalam kalangan tenaga profesional, seperti menjalin koneksi, membangun hubungan dengan kandidat karyawan dan menumbuhkan budaya perusahaan yang kuat.
 

Sumber gambar: LinkedIn

Sumber gambar: LinkedIn

Penerapan AI dalam Proses Rekrutmen
Guna membantu mengikuti perubahan dunia kerja yang dinamis, LinkedIn saat ini tengah melakukan uji coba terhadap fitur AI generatif baru di Recruiter and Learning Hub kepada sejumlah pengguna, yang rencananya akan diluncurkan bagi seluruh pengguna secara bertahap. 

Pertama, ada fitur Recruiter 2024, yakni pengalaman perekrutan terbaru dengan bantuan AI dari LinkedIn membuat proses rekrutmen menjadi lebih mudah dan efisien, sehingga para pemimpin dapat fokus pada pekerjaan yang strategis dan berpusat pada karyawan.

Dengan teknologi ini, para perekrut bisa melakukan pencarian dengan bahasa umum seperti “Saya ingin merekrut seorang senior growth marketing leader.” Kemudian, fitur AI LinkedIn akan membantu menganalisis untuk memberikan rekomendasi kandidat berkualitas tinggi dari berbagai kandidat yang lebih luas, berdasarkan wawasan unik dari lebih dari 950 juta profesional, 63 juta perusahaan, dan 40.000 keterampilan di LinkedIn.

Sementara itu, fitur kedua diberi nama pelatihan keterampilan berbasis AI dari LinkedIn Learning. Saat ini, aplikasi tersebut sedang menguji coba nasihat real-time untuk dua keterampilan dengan minat tertinggi yang dapat diterapkan di semua jenis pekerjaan, yaitu kepemimpinan dan manajemen. 

Para pengguna bisa mengajukan pertanyaan seperti “Bagaimana cara mendelegasikan tugas dan tanggung jawab secara efektif?” Lalu, alih-alih memberi jawaban yang bersifat umum, fitur ini akan balik mengajukan pertanyaan klarifikasi untuk lebih memahami situasi dan kemudian memberikan nasihat, contoh, serta umpan balik berdasarkan ratusan konten yang ada di LinkedIn Learning.

Bagi yang ingin mempelajari AI lebih lanjut, LinkedIn Learning juga telah membuka kursus pembelajaran AI paling populer yang tersedia secara gratis hingga 15 Desember 2023.

Fitur-fitur itu merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan LinkedIn. Sebelumnya, pada Mei 2023, LinkedIn juga telah meluncurkan kotak pesan dan deskripsi pekerjaan terbaru yang didukung AI generatif untuk mempersonalisasi pesan InMail dalam skala besar, meningkatkan keterlibatan kandidat karyawan, dan membantu perusahaan menemukan kandidat yang memenuhi syarat dengan lebih cepat.

Baca juga: Menilik Potensi & Tantangan Kerja Berbasis Platform Digital di Indonesia



Editor: Indyah Sutriningrum
 

SEBELUMNYA

Nakama Bersiap, Pameran One Piece Segera Menyapa Jakarta November 2023

BERIKUTNYA

Museum Nasional Indonesia Masih Tutup Hingga Akhir 2023

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: