Ilustrasi pemain bulutangkis. (Sumber gambar: Muktasim Azlan/Unsplash)

Candra Wijaya Nilai Regenerasi Atlet Bulutangkis Nasional Masih Hadapi Sejumlah Tantangan

21 September 2023   |   20:48 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Kepopuleran olahraga bulutangkis membuat masih banyak anak muda yang tertarik untuk menjadi atlet. Namun, pembinaan regenerasi atlet bulutangkis di Indonesia belum sepenuhnya berjalan mulus dan sistematis. Hal ini diungkapkan oleh atlet bulutangkis senior Chandra Wijaya.
 
Atlet peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 itu menilai bahwa proses regenerasi atlet bulutangkis di Indonesia belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah dan pihak-pihak terkait. Padahal, menurutnya, pembinaan atlet harus sudah dijalankan sejak usia dini dengan proses yang sistematis.
 
"Sebenarnya yang gandrung bulutangkis banyak, tapi bagaimana pembinaan regenerasi itu bisa berkelanjutan. Ini juga menjadi warning untuk Kemenpora supaya enggak lengah, harus antisipatif, dan punya sistem. Menurut saya, itu masih dipandang sebelah mata," katanya saat ditemui Hypeabis.id di Candra Wijaya International Badminton Centre, Tangerang Selatan, Kamis (21/9/2023).
 
Menurut Candra, pembinaan regenerasi atlet yang tersistematis bisa membentuk mental dan karakter yang kuat di kalangan calon atlet muda. Jika itu tidak mendapatkan perhatian serius, katanya, jalan atlet Indonesia untuk meraih prestasi di ajang kompetisi bergengsi pun akan semakin sulit.
 
Dalam pengamatannya, atlet bulutangkis Indonesia kini terbilang jarang bisa membawa prestasi di ajang kompetisi dunia. Selama setahun terakhir ini, gelar juara baru diraih oleh ganda putri Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silvia Ramadhanti serta tunggal putra Jonathan Christie di ajang Hong Kong Open 2023.
 
"Visi misi besar itu harus datang dari pemerintah, berkaitan dengan strategi pembinaan nasional. Misalnya targetnya untuk mempertahankan emas Olimpiade, [pemerintah] kira-kira berani jamin enggak?" ucap atlet berusia 47 tahun itu.
 
Candra menilai, seharusnya regenerasi atlet bisa terus berjalan secara berkelanjutan selama lima tahun sekali. Jika pembinaan regenerasi atlet tidak diperhatikan dengan serius oleh seluruh pihak yang terkait, lanjutnya, bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami 'paceklik' prestasi di cabang olahraga bulutangkis.
 

G

Richard Anthony selaku CEO & President Director Re.juve (kiri), Atlet Bulutangkis Candra Wijaya (kanan). Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta

Meski tak lagi bertanding di kompetisi bulutangkis, kini Candra berfokus membina para calon atlet dengan mendirikan Candra Wijaya International Badminton Centre. Klub pelatihan yang telah berdiri hampir dua dekade itu berfokus untuk memberikan pendidikan dan pelatihan bulutangkis terbaik kepada para atlet muda berbakat.
 
Menurutnya, pendidikan dan pelatihan bulutangkis yang baik dan benar harus dilakukan secara menyeluruh meliputi teknik, fisik, mental, taktik strategi, pembentukan karakter, budi pekerti, mental juara, kesehatan hingga intelektualitas.
 
"Antisipasi yang sangat sulit buat kami itu adalah bagaimana membina mental karakter atau attitude mereka yang betul-betul bisa menciptakan juara sejati, artinya juara di dalam maupun luar lapangan," katanya.
 
Diakui oleh Candra salah satu tantangan yang dihadapi dalam menjalankan pelatihan dan pembinaan atlet di Candra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC) adalah terkait sokongan sponsor. Secara blak-blakan, dia mengatakan sulit mendapatkan sokongan dana dari sponsor untuk memenuhi kebutuhan pelatihan atlet yang proporsional.
 
Salah satu perusahaan yang memberikan dukungan kepada CWIBC ialah PT Sewu Segar Primatama melalui merek dagang Re.juve. Pada hari ini, Kamis (21/9/2023), Re.juve memberikan bantuan dalam bentuk nutrisi harian serta uang tunai sebesar Rp1.542.000.000 untuk tahun 2023-2025. Bantuan tersebut akan digunakan bagi para talenta muda di CWIBC untuk mengasah skill mereka.  
 
Richard Anthony selaku CEO & President Director Re.juve mengatakan keputusan pihaknya untuk memberikan bantuan kepada CWIBC lantaran menurutnya bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang kerap mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan segudang prestasi.
 
Menurut Richard, sudah semestinya perusahaan-perusahaan yang memiliki kapasitas besar untuk mendukung, memberikan perhatian kepada para komunitas olahraga untuk mencetak regenerasi atlet-atlet yang berkarakter kuat dan berprestasi. 
 
"Kami juga ingin mengajak para perusahaan yang lebih besar. Kalau kita yang enggak terlalu besar aja bisa, mereka juga bisa kok kalau memang punya niat dan mau," katanya.


(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Roni Yunianto
 

SEBELUMNYA

Flows, Fitur Terbaru WhatsApp Business Pendukung Transaksi Belanja

BERIKUTNYA

Gamer Masuk, Cek Fitur Penunjang Main Gim di Toshiba Gaming TV Z670M

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: