ilustrasi hidroponik (dok.pexels)

Yuk Kenal Lebih Jauh Cara Tanam Hidroponik, Ini Loh Keuntungan Berkebun dengan Metode Ini

22 July 2021   |   12:06 WIB
Image
Dewi Andriani Hypeabis.id

Selama masa pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang mencoba mengembangkan hobi baru, salah satunya adalah berkebun. Namun, untuk berkebun biasanya kita membutuhkan media tanah sebagai tempat untuk menanam tanaman tersebut agar bisa tumbuh dan subur.

Sayangnya di kota-kota besar sering kali ruangan yang ada sangat terbatas dan jarang yang memiliki taman di depan rumah. Untuk itu, bagi kalian yang ingin memulai hobi berkebun tetapi tidak memiliki lahan yang luas bisa memulai dengan sistem hidropnik.

Ronny Tanumihardja, praktisi hidroponik menjelaskan hidroponik sebagai metode cara menanam yang tidak menggunakan tanah karena medium utamanya adalah air. Namun air yang digunakan bukan sekadar air biasa tetapi sudah diberi nutrisi atau pupuk dalam bentuk cairan.

“Hidroponik sistemnya banyak, tapi pada intinya bagaimana cara memberi nutrisi pada tanaman lewat air, ada yang direndam, disemprot, atau ditetes,” ujarnya.

Lalu, bagaimana untuk proses memulainya? Ronny mengatakan pada hakekatnya proses menanam hidroponik sama dengan tanaman biasa yakni mulai dari biji kemudian disemai. Nah, setelah disemai selama seminggu lalu tunasnya tersebut kemudian dipindahkan ke sistem hidroponik hingga membesar dan panen.

Adapun beberapa jenis tanaman hidroponik antara lain kangkung, bayam, selada, pakcoy, ceri merah, dan berbagai sayuran lainnya.

Menurut Ronny, hidroponik menawarkan banyak keuntungan bagi yang menanamnya terutama dalam hal efisiensi. Sebab, menanam secara hidroponik akan lebih hemat dari sisi tenaga kerja, kemudian hemat dari pemakaian pupuk, selanjutnya lebih hemat air karena tidak ada air yang terbuang, semua air tetap berada dalam proses sirkulasi.

“Yang lebih penting juga kecepatan tumbuhnya dan durasi panen relatif lebih cepat sehingga dapat membuat biaya menjadi lebih rendah,” tuturnya.
 

Sayuran hidroponik di rooftop Gedung PLN Kota Bandung/Bisnis-Dea Andriyawan

Sayuran hidroponik di rooftop Gedung PLN Kota Bandung/Bisnis-Dea Andriyawan


Selain dari sisi efisiensi, Ronny mengatakan bahwa hasil panen tanaman hidropnik memiliki kualitas yang lebih baik, biasanya ukurannya lebih besar dan lebih sehat, rasanya lebih enak, warnanya lebih cerah, dan sayurannya juga terasa lebih segar, garing atau crunchy.

Diakuinya, salah satu kelemahan dalam memulai hidroponik ini adalah investasi awal untuk peralatan dan persiapan awal hidroponiknya yang relatif lebih mahal. Namun, jika sudah berjalan, investasinya akan lebih cepat kembali apalagi jika djadikan usaha karena benefit atau keuntungan dari tanaman hidroponik ini cukup besar.

“Bagi yang tidak ingin mengeluarkan investasi besar mungkin bisa memulai dari peralatan sederhana dengan menggunakan styrofoam,”  jelasnya.

Agar tanaman hidroponik tumbuh subur, Ronny menyampaikan beberapa tips. Pertama, harus menjaga suhu udara dan kelembapan yang pas. Selanjutnya, tanaman ini juga harus mendapatkan durasi sinar matahari yang cukup, minimal enam jam sehari.

Hidroponik juga membutuhkan temperatur air yang cukup dingin, nutrisi tanaman yang mencukupi, serta PH air yang disesuaikan dengan jenis tanaman serta memiliki kandunga oksigen yang tinggi.

Editor: M R Purboyo
 
SEBELUMNYA

Ingin Miliki Smartphone Vivo Y53s? Segini harganya

BERIKUTNYA

Segarkan Suasana Yuk, Berikut Lima Cara Menata Tanaman Hias di Rumah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: