Ilustrasi konser musik (Sumber gambar: Rahul Kukreja/Unsplash)

Marak Konser Bodong, Waspada Cek Kredibilitas Promotor

17 April 2023   |   07:16 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Sunyinya panggung konser selama pandemi membuat masyarakat haus akan hiburan pertunjukan musik. Tak ayal, kini, setelah kondisi pandemi semakin mereda, gairah dan minat masyarakat untuk menonton konser sangat tinggi. Konser dan festival musik dari berbagai skala selalu dipadati oleh penonton.

Momentum ini tentu menjadi angin segar bagi para promotor untuk kembali mengadakan sejumlah agenda konser dan festival musik. Roda bisnis yang sempat mandeg selama pandemi akhirnya bergeliat lagi bahkan perputarannya saat ini boleh dibilang sangat menjanjikan.

Namun, kondisi ini rupanya juga menciptakan celah bagi para oknum yang tidak bertanggung jawab. Kini banyak agenda konser yang sengaja dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan mengunggah sederet lineup atau musisi terkenal di media sosial sebagai daya tarik penonton.

Baca juga: Serba-Serbi Polemik Gudfest, Acara Batal Sampai Dua Kali

Mereka sengaja melakukan hal tersebut untuk menipu penonton dengan membeli tiket, lalu membawa kabur uang yang telah terkumpul. Praktik penipuan dengan kedok konser ini setidaknya telah terjadi di beberapa daerah seperti Pontianak, Medan, dan Manado dengan kerugian sekitar Rp150 juta.

Dino Hamid, Founder & Creative Director New Live Entertainment, mengatakan penting bagi masyarakat untuk bijak dalam membeli tiket suatu konser atau festival musik agar terhindar dari praktik penipuan yang jelas merigukan tersebut. Menurutnya, masyarakat harus mengecek terlebih dahulu kredibilitas promotor atau pihak penyelenggara konser tersebut.

Menurutnya, hal utama yang dapat dicek adalah track record atau rekam jejak dari promotor itu sendiri, yang bisa ditelusuri melalui situs dan akun-akun media sosial mereka. Selain itu, penonton juga bisa mengeceknya melalui review atau ulasan dari penonton yang telah menonton di konser sebelumnya yang digelar promotor.

"Jadi enggak cuma melihat artisnya saja, tapi juga harus mulai belajar mengetahui siapa promotornya. Kalo enggak begitu, akhirnya akan banyak kasus penipuan [konser]," katanya saat dihubungi Hypeabis.id.
 

Ilustrasi konser musik (Sumber gambar: Aleksandr Popov/Unsplash)

Ilustrasi konser musik (Sumber gambar: Aleksandr Popov/Unsplash)

Dino menuturkan mekanisme hiburan seperti mengadakan konser atau festival musik memang tergolong sederhana. Promotor atau pihak penyelenggara hanya perlu mencari dan membayar artis, mencari lokasi dan sponsor, lalu menjual tiket kepada penonton.

Kendati begitu, sejatinya ada banyak faktor yang terkait erat dengan untung-rugi penyelenggaraan acara tersebut yang menyangkut kredibilitas si promotor. Sebab, menurutnya, industri konser musik adalah bisnis yang berisiko tinggi. Ketika promotor mengumumkan sebuah konser musik, tapi respons publik tidak terlalu bagus, maka mereka berada di bawah bayang-bayang kerugian.

"Saat itu siapkah promotor rugi secara kapital? Kalau tidak siap, biasanya dia akan kabur. Tetapi, kalau memang siap, ya harus bertanggung jawab menanggung kerugian," papar Dino.


Standar Pelaksanaan Konser

Sementara itu, Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) saat ini tengah menggodok panduan standarisasi penyelenggaraan konser musik di Indonesia. Hal ini merupakan upaya asosiasi untuk meminimalisir masalah dalam penyelenggaraan konser di Tanah Air, sehingga ekosistem industri konser bisa berjalan dengan baik.

Ketua Bidang Program dan Investasi APMI, Dewi Gontha, mengatakan bahwa saat ini asosiasi bekerja sama dengan beberapa pihak terkait tengah mengupayakan sebuah standar penyelenggaraan konser musik di Indonesia, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara.

"Jadi ke depannya kita membuat standar itu untuk bisa dipergunakan oleh semua promotor ataupun penyelenggara acara," terangnya.

Dewi menyebut nantinya standar operasional prosedur (SOP) yang dibuat akan berbeda-beda berdasarkan skala acara. Dia memaparkan, untuk skala acara minimal dengan 500 pengunjung harus mengikuti SOP tersebut guna memastikan acara musik berjalan dengan aman dan lancar.

Selain itu, para promotor juga tengah membahas adanya kemungkinan untuk membuat persyaratan asuransi bagi para penonton konser. Hal ini dilakukan dalam rangka melindungi keamanan dan keselamatan penonton. "Jadi ini beberapa hal yang harus ada di semua acara, itu basic," tegasnya.

Baca juga: Konser We All Are One K-Pop Ditunda Hingga 2023, Penonton Minta Promotor Buka Opsi Refund

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda
 

SEBELUMNYA

4 Film Indonesia yang Tayang pada Momen Lebaran, Buya Hamka hingga Sewu Dino

BERIKUTNYA

Resep Opor Ayam Kuah Putih, Sajian Sedap Khas Lebaran

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: