Aktivitas bermain orang tua dan anak (dok. Pexels)

5 Manfaat Bermain bagi Tumbuh Kembang Anak

04 July 2021   |   12:03 WIB
Image
Fajar Sidik Hypeabis.id

Bermain sangat berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Saat bermain, kecakapan dan keterampilan terbentuk dan terasah. Pada setiap masa tumbuh kembangnya, permainan di dalam ruangan maupun di luar ruangan selalu menjadi stimulasi terbaik.
 
Akan tetapi, agaknya bermain di luar ruangan memiliki peran yang lebih besar dari pada bermain di dalam ruang. Bermain di luar ruang menciptakan interaksi baru bagi anak dengan benda-benda dan lingkungan baru yang tidak diterimanya ketika bermain di dalam ruangan seperti di rumah. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan ya bunda.

Bermain di luar ruangan memang lebih berisiko, tetapi jika orang tua bisa menciptakan tempat bermain yang aman dan nyaman di luar rumah, tentu ini tak menjadi masalah.

Peran bermain sebagai penstimulasi terbilang sangat besar. Hal ini terkait dengan banyaknya hal-hal baru yang dapat dipelajari anak melalui bermain. Berikut beberapa manfaat bermain menurut Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang Catharine M. Sambo.

Menstimulasi kemampuan motorik dan kognitif anak.
 Kegiatan eksplorasi saat bermain di luar ruangan akan membuat anak banyak belajar sehingga memicu perkembangan kognitif, motorik, dan afektif si anak. A jenis kecerdasan atau kecakapan yang hanya dapat dimiliki anak jika dia sering dibiarkan mengeksplorasi benda-benda yang ditemuinya saat bermain di luar.

“Seperti kecerdasan spasial yakni kemampuan untuk mengenal arah dan bentuk dengan lebih baik, anak jadi lebih mengetahui tentang jalan dan arah rumahnya misalnya,” kata Catharine.

Manfaat berinteraksi.
Berinteraksi dengan lingkungan sekitar akan membantu anak meningkatkan pembendaharaan kata-kata dan bahasa. Benda-benda di dalam ruangan dengan benda di luar ruangan pasti sangat berbeda, sekalipun bermain di dalam ruangan juga penting.

Stimulasi perkembangan otak & kuriositas.
Menurut Soedjatmiko, pakar tumbuh kembang anak, mengatakan bahwa anak yang sehat secara fisik perlu distimulasi otaknya melalui ragam permainan. Agar orang tua lebih yakin anak aman dan nyaman saat bermain, orang tua sebaiknya ikut serta terlibat dalam permainan anak-anak tersebut. Dengan begitu, orang tua juga turut serta dapat memerhatikan pertumbuhan fisik dan tumbuh kembangnya.

Orang tua dapat memilih permainan yang sesuai dengan minat anak, sekaligus juga mengobservasi minat dan bakatnya untuk diobservasi. Anak-anak juga akan timbul rasa ingin tahunya dan terbuka terhadap pengetahuan yang baru.

Membentuk karakter pemberani.
Bermain di luar ruang adalah salah satu cara untuk menciptakan karakter pemberani pada anak. Bermain di luar ruang juga memungkinkan anak mengenal berbagai makhluk hidup di alam semesta.

Sementara itu, agar anak tetap aman bermain di luar, Catharine memberikan beberapa syarat bagi orang tua. Menurutnya orang tua harus memperhatikan standar keamanan tempat bermain di luar ruang.

Pastikan batas aman luar ruang yang bisa dijadikan anak tempat bermain. Perhatikan benda-benda apa yang terdapat di luar ruang itu yang mungkin berbahaya bagi anak saat bermain misalnya tanaman tertentu, binatang peliharaan, dan sebagainya.

Perhatikan usia anak ketika bermain di luar ruang. Izinkan anak untuk mengeksplorasi lingkungan luar sesuai usianya, misalnya ukuran alat permainan harus sesuai dengan ukuran badan dan kemampuan fisik. Perhatikan misalnya ada bagian-bagian yang berkarat, pecah, atau rusak pada tempat bermain anak.

Ketika anak bermain dengan peralatan bermain yang memerlukan perlindungan, pastikan semua tersedia dan dipakai dengan benar. Kegiatan bermain dengan sepeda dan sepatu roda misalnya, berikanlah anak helm pelindung. Pakaian anak juga penting diperhatikan, saat bermain di cuaca yang panas berikan pakaian yang longgar dan nyaman. Sebaliknya saat dingin dia diberikan jaket pelindung.

“Perhatikan dengan baik suasana dan lingkungan bermain, apakah ada risiko anak terjerat, terjatuh dari ketinggian, kedinginan, kepanasan, tenggelam, dan cedera,” kata Catharine lagi.

Membangun bonding.
Berikan penjelasan dan pelatihan bagi anak untuk selalu berpegangan dengan erat ketika bermain. Hal ini penting untuk menghindari risiko jatuh saat bermain.

“Agar lebih aman sebaiknya orang tua bermain bersama anak, sehingga bisa langsung mengawasi anak sekaligus membangun ikatan dengan anak,” ujar Catharine.

Selanjutnya, lantaran situasinya masih pandemi Covid-19, pastikan aktivitas bermain di luar ruang juga aman dari risiko tertular, misalnya hypeabis.id menyarankan tempat bermain di taman halaman rumah. Selamat bermain ya bunda. (Sumber: Bisnis Weekend Mei 2019).

Editor: Fajar Sidik
 
 
SEBELUMNYA

Mumpung Masih Muda, Yuk Cari Tahu Resep Bahagia di Masa Tua

BERIKUTNYA

Intip Trailer Perdana Antologi Anime Star Wars: Visions

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: