Audioseries memiliki potensi menarik pendengar Indonesia (Sumber gambar ilustrasi: pexels/George Milton)

Pendengar Audioseries Menghabiskan Total Hampir 12 Juta Menit

10 November 2022   |   21:30 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Antusiasme terhadap konten audioseries menunjukkan tren  positif. Pertumbuhan tersebut dirasakan Noice, di mana tercatat pendengar platform tersebut menghabiskan total waktu hampir 12 juta menit untuk mendengarkan konten audioseries yang hadir sejak April 2022.

Niken Sasmaya, Chief Business Officer Noice mengatakan konten audioseries memiliki potensi untuk menarik pendengar yang loyal di Indoensia jika melirik negara asia lainnya seperti China dan India mengingat karakter pendengarnya yang mirip. Di kedua negara ini, audioseries merupakan salah satu konten yang mendukung pertumbuhan platform audio di kedua negara tersebut.

Dia menambahkan konten audioseris pada November tahun ini juga tercatatat berhasil menduduki peringkat kedua konten yang paling banyak didengarkan di Noice setelah konten podcast.

Tidak hanya itu, konten ini juga memiliki potensi lantaran banyak penulis lokal di Indonesia yang memiliki basis penggemar fanatik. Penggemar ini cenderung sangat tertarik untuk menikmati karya dari penulis favorit dalam berbagai bentuk, termasuk audio.

Hampir serupa dengan tipikal konten audio lainnya, audioseries meraih antusiasme yang cukup tinggi dari pendengar karena sensasi theatre of mind yang ditawarkan. Lewat kekuatan narasi dan efek suara yang hadir di setiap cerita, audioseries membawa para pendengar untuk berpetualang dalam imajinasi tanpa batas.

Imajinasi yang muncul di benak setiap pendengar mungkin akan berbeda karena tidak dibatasi oleh dimensi dan ekspektasi visual yang umumnya terjadi saat menonton film ataupun konten hiburan berbasis visual lainnya.

Kemudian, mendengarkan audioseries juga membawa para pendengar bernostalgia dengan sandiwara atau drama radio yang populer di era 1990-an. Di beberapa negara, sandiwara radio sempat menjadi salah satu hiburan populer dan pada 1980-1990-an di Indonesia.

Banyak stasiun radio yang memutar drama radio. Salah satu drama radio yang populer adalah Tutur Tinular dan Saur Sepuh. Riuh instrumen pengiring serta narasi pembuka dari kedua karya sandiwara radio ini sangat berkesan bagi pendengar pada saat itu.

Horor menempati peringkat pertama dari genre konten yang paling banyak didengarkan di aplikasi Noice dengan rata-rata waktu pendengar mendengarkan konten audioseries hampir 60 menit setiap hari.

Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki ketertarikan i dengan konten bernuansa horor yang umumnya erat dikaitkan dengan cerita mistis rakyat dari setiap daerah.

Audioseries horor berjudul Journal of Terror: Kelana karya Sweta Kartika saat ini telah didengarkan lebih dari 6 juta menit di aplikasi Noice. Audioseries ini bahkan memasuki season ke-2 dengan lebih dari 70 episode karena popularitas yang dimiliki.

Sweta Kartika, penulis Journal of Terror: Kelana, mengatakan bahwa riset, penyesuaian alur cerita, dan pemilihan voice over talent merupakan beberapa proses yang paling kompleks dalam pengembangan konten Journal of Terror: Kelana versi audioseries.

“Pada season ke-2 ini pun saya terlibat langsung dalam seluruh prosesnya terutama dari sisi riset sebelum masuk ke tahap produksi dengan dukungan dari tim Noice,” katanya. Dia menambahkan tidak menyangka hasil produksi melebihi ekspektasi karena banyak yang antusias untuk mengulik kisah Prana.

 

SEBELUMNYA

Grup Korea D-CRUNCH Bubar

BERIKUTNYA

Bandara Jenderal Besar Soedirman Kembali Layani Penerbangan Komersial Berjadwal

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: