Ilustrasi kawasan agro wisata Eptilu (Sumber gambar : Eptilu)

Majukan Tanah Kelahirannya, Pengusaha Muda Ini Kembangkan Kawasan Agro Wisata Eptilu

02 November 2022   |   17:49 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Like
Apa yang pertama kali terbersit di pikiran Genhype ketika menyebut nama kota Garut? Pasti banyak yang terbersit dengan dodol. Ya, Garut memang dikenal dengan dodolnya yang kenyal dan legit, bahkan dodol Garut sering diburu oleh para wisatawan untuk menjadi oleh-oleh.

Padahal selain dodol, Garut juga memiliki potensi tanaman jeruk dengan aromanya yang khas dan rasa manis sedikit asam. Adapun berbagai jenis jeruk yang ada di Garut seperti jeruk siem, jeruk keprok, jeruk konde, hingga jeruk orange Priangan.

Nah, potensi jeruk yang ada di Garut ini kemudian dimaksimalkan oleh seorang anak muda bernama Reza Fahireza. Pria lulusan IPB ini mengatakan bahwa dirinya memulai bisnis karena melihat bahwa selama ini banyak masyarakat yang mengidentikan Garut dengan dodol dan jaket kulit. Padahal, tanah kelahirannya tersebut juga memiliki potensi agrowisata yang masih belum tergali.

Berangkat dari kondisi tersebut, maka setelah lulus kuliah, dia pulang ke kampung halamannya untuk mengembangkan produk unggulan Garut dengan membudidayakan jeruk dan cabai melalui konsep wisata edukasi melalui Kebun Wisata Eptilu di kawasan Agro Wisata Cikajang, Garut.

Baca jugaNikmati Hamparan Perkebunan Teh di Desa Wisata Tugu Selatan, Bogor

Menariknya, di kebun wisata tersebut para pengunjung bisa memetik jeruk di kawasan wisata tersebut langsung dari pohonnya sehingga masih Fresh From Farm. Karena tanamannya masih fresh from farm maka disebut F tiga atau dalam bahasa sunda disebut Eptilu.
 

Dalam menjalankan usahanya, pemuda kelahiran 1991 ini menerapkan pola Closed Loop untuk membuka peluang petani sekitar dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.

Melalui pola tersebut, akan terjalin sinergisitas melalui model kemitraan agribisnis dengan pengembangan ekosistem berbasis digital mulai dari teknik budi daya sistem logistik hingga jaminan pasar dan harga yang bersaing. Selain itu, dia juga menjalin kolaborasi dengan anak-anak muda di lingkungan sekitar hingga pemerintah daerah.

“Strategi kolaborasi ini yang saya terapkan karena ingin memajukan wisata dan potensi di Garut maka saya melibatkan banyak pihak dan mendapatkan banyak dukungan hingga bisa seperti saat ini,” jelasnya.

Tidak sia-sia proyek yang dijalankan oleh Eptilu ini berhasil mendapatkan apresiasi dengan meraih penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial dari Presiden Joko Widodo. Bahkan program Closes Loop Agribisnis Hortikultura yang diterapkan telah menjadi pilot project untuk direplikasi di daerah lainnya.

Suaimi Suriady, Ketua Program IRN dan Direktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mengatakan bahwa kesuksesan Reza dalam menggali potensi pangan nusantara ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi para generasi muda sehingga dapat memajukan pangan Indonesia.

Untuk mendukung generasi muda dalam mengembangkan potensi pangan nasional, pihaknya memberikan bantuan dana riset bagi 64 mahasisw S1 dari 37 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di Indonesia melalui program Indofood Riset Nugraha (IRN).

“Kami berharap para anak muda ini bisa melihat pangan lokal bukan hanya dari sisi value ekonomi saja tetapi juga sisi fungsionalitas dan manfaatnya. Dan ketika penelitian yang dilakukan bermanfaat maka bisa menjadi wadah yang luar biasa untuk dikembangkan ke depannya,” ujar dia.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Cara Membuat Bumbu Gulai, Lezat dan Mudah untuk Sajian Keluarga!

BERIKUTNYA

Ngobrol Bareng, Pharrell Williams & RM BTS Ungkap Kolaborasi di Album Baru

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: