Dua aktivis melancarkan aksinya terhadap lukisan Claude Monet, Le Meules (Sumber gambar: IG/LETZTE GENERATION)

Cerita di Balik Lukisan Claude Monet yang Dilempar Kentang Tumbuk oleh Aktivis

25 October 2022   |   13:13 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Lukisan karya Claude Monet berjudul Grainstacks yang terpacak di Museum Barberini, Potsdam, Jerman, mendapat serangan oleh dua aktivis perubahan iklim Last Generation, baru-baru ini. Mereka melempar kentang tumbuh ke lukisan tersebut. 

Sebagai informasi, Grainstacks merupakan satu dari 25 karya Monet, yang menggambarkan tumpukan biji-bijian gandum di ladang dekat huniannya, Giverny, Prancis. Monet melukis karya-karyanya tersebut dalam berbagai situasi. 

Meskipun demikian, sebagaimana dilansir dari laman resmi Museum Barberini, museum-barberini.de, lukisan tersebut tetap aman. Sebab, karya tersebut dilindungi kaca, sehingga tidak ada cairan yang bisa menembus, dan lukisan tersebut tetap terjaga. Para pelaku penyerangan terhadap karya sang seniman telah ditangkap.

Untuk kalian ketahui, lukisan Grainstacks adalah lukisan karya sang maestro yang dibuat pada 1890. Dengan medium oil di atas kanvas, lukisan itu memiliki ukuran 73 x 92,5 cm.

Baca juga: Duh Lukisan Van Gogh Dilempar Sup Tomat, Ada Apa Ya?

Sang seniman berfokus pada tumpukan tumpukan gandum (grainstacks) yang menggunung di ladang dekat rumah, Giverny. Lukisan yang menjadi bagian dari serangkaian ekstensif dua puluh lima lukisan itu memperlihatkan bagaimana sang seniman memeriksa secara sistematis kondisi cahaya dan cuaca yang berbeda.

Komposisi di dalam lukisan yang dieksekusi pada 1890/1891 tersebut juga memperlihatkan bahwa sang seniman mengarahkan pandangan secara diagonal di sepanjang deretan tumpukan grainstacks ke kedalaman ruang gambar. Sinar matahari yang menyorot memotong diagonal tersebut.

Tidak hanya itu, sang seniman juga memperlihatkan permainan warna-warna cerah memuncak di tepi tumpukan grainstacks di latar.

Dalam tulisannya di laman museum, kurator Daniel Zamani, menuliskan bahwa dari seri ini memiliki judul Meules dalam bahasa Prancis yang berarti tumpukan. Judul itu disalahartikan sebagai Haystacks dalam waktu yang lama.

Benda-benda yang ada di dalam lukisan merupakan tumpukan gandum. Dalam pertanian Normandia abad ke-19, tumpukan kerucut biji-bijian yang tidak ditumbuk akan ditutupi dengan jerami atau jerami untuk melindungi panen dari kelembapan yang dapat membuatnya menjadi busuk.

Monet yang memiliki kepekaan yang baik untuk struktur lanskap, lanjutnya, pasti terpesona oleh benda-benda kuasi-pahatan dengan ukuran yang cukup besar. Terlebih, benda itu muncul pada saat yang sama setiap tahun di ladang di sekitar rumahnya, dan menutupi padang rumput dalam semacam instalasi sementara.

Dia menuliskan motif ini juga memiliki karakter simbolis untuk komunitas Giverny yang didominasi pertanian. Pada saat yang sama membuat sang seniman mengeksplorasi transformasi siklus alam dalam perubahan musim melalui pendekatan serialnya.

Karya berjudul Grainstacks memiliki tempat khusus di antara 25 versi tumpukan biji-bijian yang dibuat oleh sang seniman, dalam kurun waktu beberapa bulan dari 1890 sampai dengan 1891.

“Diagonal visual yang kuat memperkenalkan elemen dinamis ke dalam komposisi, yang diperkuat oleh seniman melalui warna-warna yang luar biasa intens dan efek cahaya latar. Lebih dari versi motif lainnya, komposisinya menunjukkan pengaruh potongan kayu Jepang berwarna yang dikoleksi Monet, seperti banyak rekan senimannya, dengan sangat antusias,” tulisnya.

Dia menuliskan bahwa pada akhir abad kesembilan belas, karya Grainstacks bersama dengan delapan variasi lain dari Grainstacks, dimiliki oleh kolektor Chicago Bertha Palmer.


Editor: Dika Irawan
 

SEBELUMNYA

Desainer Hartono Gan Suguhkan Tampilan 'Harry Styles' di Panggung Jakarta Fashion Week 2022

BERIKUTNYA

Yuk Bikin Wingko Babat Kekinian dari Rumah, Begini Resepnya!

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: