Karya FX Harsono berjudul Jejak Tradisi #1, acrylic on canvas, 100 x 150 cm (2022) (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Yudi Supriyanto)

CAN'S Gallery Punya Ekspektasi Besar di Pameran Tunggal FX Harsono

22 October 2022   |   22:00 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

CAN’S Gallery menargetkan penjualan karya seniman FX Harsono di pameran tunggalnya bertajuk Jejak, dapat mencapai 70 persen–80 persen dari seluruh koleksi yang dihadirkan. Pameran tunggal yang terselenggara pada 23 Oktober sampai dengan 13 November 2022 ini merupakan selling exhibition.

Direktur CAN’S Gallery Inge Santoso berharap karya-karya sang seniman di pameran tunggalnya kali ini dapat diapresiasi oleh para pencinta dan penikmat seni yang pasti sudah mengenal karya-karya sang seniman. “Angka optimistis 70 persen-80 persen,” katanya kepada Hypeabis.id.

Dia menuturkan bahwa harga karya dari sang seniman yang dilelang di pameran bertajuk Jejak ini berada pada kisaran Rp100 juta sampai dengan Rp200 juta untuk setiap karya. Secara keseluruhan, jumlah karya yang dipamerkan mencapai lebih dari 8 karya.

Menurutnya, galeri memberikan kesempatan kepada para pencinta seni dan kolektor untuk memilih karya-karya yang ingin dikoleksi dari sang seniman dalam pameran ini. Setelah itu, galeri juga akan mengoleksi karya tersebut.

Salah satu karya yang kemungkinan akan dikoleksi oleh galeri adalah satu edisi karya video dari sang seniman dengan judul Nama. Karya ini adalah karya yang kaya akan sejarah tentang nama etnis China di dalam negeri.

Sang seniman membuat karya video ini agar para penikmat seni dapat mengerti bahwa pada dahulu orang-orang yang memiliki nama China harus menggantinya dengan nama Indonesia setelah era 1965.

Pemerintah mengeluarkan sebuah peraturan bahwa orang-orang China yang ada di Indonesia harus memiliki nama Indonesia setelah 1965. Jadi, marga yang biasa digunakan oleh orang China dihubungkan ke nama-nama Indonesia. “[Nama] itu juga memiliki arti dalam bahasa Indonesianya,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, pameran tunggal FX Harsono yang terselenggara di CAN’S Gallery ini juga merupakan upaya galeri untuk membuat generasi muda pada saat ini mengerti tentang perisitiwa sejarah tentang keberadaan masyarakat China di Indonesia.

Dia menuturkan bahwa sang seniman melakukan pameran tunggal di CAN’S Gallery bukan yang pertama kali. Tercatat, pria seniman itu telah melakukan pameran tunggal di galeri sebanyak tiga kali.

Apresiasi penikmat seni.
Secara keseluruhan, Inge mengatakan bahwa kinerja CAN’S Gallery sampai dengan bulan lalu menunjukkan kinerja yang baik. Banyak pencinta seni dan kolektor, baik yang sudah mapan maupun pendatang baru, mengapresiasi setiap karya yang dipamerkan.

Menurutnya, sampai dengan September 2022 galeri mencatatkan banyak penjualan yang yang dibukukan dari setiap pameran mencapai lebih dari 50 persen. Kondisi ini lebih baik jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Pada tahun lalu kinerja tidak seperti sekarang lantaran program pameran tidak terlalu banyak. Meskipun begitu, penjualan secara pribadi atau private selling tetap ada.

Jadi, lanjutnya, penjualan yang terjadi adalah melalui pameran. Para pencinta karya seni atau kolektor melakukan pembelian karya yang menjadi koleksi galeri.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Karya 'Sederhana' FX Harsono tentang Perempuan di Pameran Jejak

BERIKUTNYA

2 Tim Esports Terganas RRQ Hoshi vs ONIC Esports Bertemu, Cek Jadwal Grand Final MPL ID S10

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: