lembaga penyiaran yang sudah melakukan migrasi ke siaran digital atau simulcast mencapai 556 dari 693 pemegang izin siaran analog. (sumber gambar ilustrasi: pexels/ Towfiqu Barbhuiya)

Penghentian Siaran Analog di Jabodetabek 2 November. Ini Persiapannya

06 October 2022   |   15:46 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Pemerintah seharusnya menghentikan siaran televisi analog (analog switch off  atau ASO)
di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 5 Oktober 2022. Namun, keputusan itu kemudian ditunda pelaksanaannya  menjadi 2 November 2022.

Sebagaimana dilansir dari keterangan pers Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), keputusan itu diambil oleh pemerintah setelah sejumlah anggota Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) dan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) meminta analog switch off (ASO) pada 5 Oktober 2022 dibatalkan.

“Atas permintaan tersebut, maka ASO Jabodetabek ditunda dan akan dilaksanakan secara serentak pada 2 November 2022 pukul 24.00 WIB,” demikian pernyataan tertulis itu.

Sejumlah anggota ATVSI dan LPS itu menyatakan bersedia dan berkomitmen untuk melaksanakan seluruh langkah persiapan teknis ASO pada 2 November 2022 melalui sosialisasi yang masif, pendistribusian set top box (STB), dan instalasi terhadap perangkat televisi masyarakat yang berhak mendapatkan STB.
 

Ilustrasi Perangkat set top box yang sudah mendapat sertifikat dari Kominfo./Kompub ASO-Wienda Parwitasari

Ilustrasi Perangkat set top box yang sudah mendapat sertifikat dari Kominfo./Kompub ASO-Wienda Parwitasari


Sementara terkait dengan perkembangan digitalisasi penyiaran dan persiapan ASO menuju 2 November 2022, Kominfo menuliskan bahwa migrasi siaran televisi analog ke digital dilakukan di 112 wilayah layanan yang meliputi 341 daerah administratif kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Saat ini, infrastruktur multipleksing telah siap di 90 wilayah layanan, sehingga masyarakat setempat sudah bisa beralih ke siaran televisi digital. Kemudian, lembaga penyiaran yang sudah melakukan migrasi ke siaran digital atau simulcast mencapai 556 dari 693 pemegang izin siaran analog.

Pembangunan multipleksing tengah berlangsung di 22 wilayah layanan yang belum mendapatkan siaran digital. Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI adalah lembaga penyiaran yang melakukan pembangunan dengan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan diharapkan selesai tepat waktu.

Kemudian, Kominfo juga menuliskan bahwa saat ini terdapat 45 produsen perangkat set top box dalam negeri yang memroduksi 70 tipe set top box.

“Hingga saat ini ASO telah dilakukan di 18 Wilayah Layanan yang mencakup 40 Kabupaten Kota, sehingga masih akan dilakukan ASO di 94 Wilayah Layanan,” demikian tulis Kominfo.
 

Manfaat


Kominfo menuturkan sejumlah manfaat dapat dirasakan masyarakat dengan beralih dari siaran televisi analog ke digital. Pertama adalah gambar yang lebih bersih dan jernih jika dibandingkan dengan siaran analog. Kemudian, masyarakat juga dapat memperoleh lebih banyak program siaran.

Manfaat itu dapat terjadi lantaran pemanfaatan kanal frekuensi yang lebih efisien melalui infrastruktur multipleksing yang memungkinkan siaran lebih bersih dan jernih.

Kominfo juga menyampaikan bahwa studi Boston Consulting Group (BCG) pada 2017 menyebutkan bahwa ASO akan memberikan multiplier effect, dan berdampak terhadap perekonomian seperti penambahan 181.000 kegiatan usaha baru.

Lalu, penciptaan 232.000 lapangan pekerjaan baru; peningkatan penerimaan negara dalam bentuk Pajak dan PNBP sebesar Rp77 triliun; dan berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp443,8 triliun.

“Dampak multiplier ekonomi dan sosial lainnya bagi masyarakat di sektor pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Mengingat Indonesia dan dunia tengah melakukan transformasi digital secara besar-besaran, maka dampak multiplier efek dari digitalisasi penyiaran akan jauh lebih besar dibandingkan dengan studi BCG yang dilakukan pada tahun 2017,” tulis Kominfo.

Kominfo menuturkan akan melakukan analisis dan studi baru terhadap manfaat efek berganda dari digitalisasi penyiaran Indonesia yang diyakini memiliki manfaat jauh lebih besar.

Tidak hanya itu, kementerian juga mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan dan masyarakat terus berkolaborasi menyukseskan ASO agar layanan penyiaran digital bagi masyarakat lebih berkualitas dan bervariasi.

Editor: M R Purboyo

SEBELUMNYA

Mencari Makna Kebebasan dalam Pameran Founding/Finding Text

BERIKUTNYA

Kiat Mengelola Akun Secara Optimal di Komputer Windows

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: