Ilustrasi membangun kedekatan emosional ibu dengan anak (Sumber gambar: Freepik)

Bangun Keluarga Harmonis, Begini Tips Bentuk Ikatan Emosional Ibu dengan Anak

30 September 2022   |   22:00 WIB
Image
Chelsea Venda Hypeabis.id

Membangun ikatan emosional antara ibu dan anak tidak bisa dilakukan secara instan. Anak memang darah daging orang tua, tetapi kedekatan emosional keduanya tidak lantas terbentuk begitu saja. Perlu ada pendekatan-pendekatan khusus yang dilakukan secara intens dan konsisten.

Ikatan emosional antara ibu dan anak punya manfaat yang penting bagi perkembangan emosional si anak. Sebab, hubungan anak dan orang tua akan berpengaruh ke pola interaksi anak ke dunia luar.

Baca juga: Sering Enggak Disadari, Ini 7 Kesalahan Mengatur Keuangan Keluarga

Sebenarnya ikatan emosional ibu dan anak sudah mulai terbentuk saat ibu menyusui, memberi pelukan, dan menidurkan anak. Namun, ikatan emosional adalah proses yang berlangsung seumur hidup. Artinya, anak juga butuh perhatian-perhatian yang berbeda dari orang tua sesuai dengan perkembangan umurnya.

Ahli komunikasi interpersonal Mutia Rahmi Pratiwi mengatakan ikatan emosional antara ibu dan anak merupakan hal yang penting di dalam keluarga. Hubungan emosional yang kuat menandakan keluarga tersebut harmonis. Sebab, antara ibu, ayah, dan anak, punya pola komunikasi atau kasih sayang yang seimbang.

Namun, tidak jarang ada beberapa orang tua yang terlalu sibuk di luar dan kurang memperhatikan kondisi di dalam rumah. Hal itu membuat si anak akan merasakan kesepian dan tidak memiliki ikatan spesial bersama orang tua.

Lantas apa tips membangun kedekatan emosional antara ibu dan anak? Simak ulasan berikut ini.


1. Punya Waktu Bersama

Bisa dibilang waktu adalah harta yang paling berharga. Oleh karena itu, ketika orang menyisihkan waktunya untuk si anak, itu berarti orang tua telah memberikan harta yang berharga kepada si anak. Namun, tak bisa dimungkiri ibu terkadang punya aktivitas atau kesibukan lain selain mengurus anak.


Meskipun demikian, ibu tidak boleh melupakan untuk tetap memberikan perhatian kepada anak. Ketika sudah berada di rumah, ibu sebaiknya tidak fokus kepada pekerjaannya lagi. Fokuslah untuk bermain dengan anak, mendengarkan cerita dia, dan membangun quality time.

Aktivitas tersebut akan membuat anak merasa memperoleh ruang untuk didengar. Anak juga akan merasa bahwa lingkungan rumahnya aman dan nyaman karena kebutuhan psikologisnya terpenuhi.


2. Terus Belajar Saling Mengenal

Menjadi orang tua adalah menjadi pembelajar abadi. Orang tua dapat belajar terus menerus tentang karakter anak dengan  memahami bahasa cinta mereka. Setiap anak pasti memiliki cara yang berbeda-beda untuk dibikin bahagia. Ada yang menyukai diberi apresiasi setiap melakukan sesuatu, hadiah, quality time, dan sebagainya.

Orang tua mesti mengenal seperti apa kepribadian si anak. Ketika anak bahasa cintanya ialah quality time, maka orang tua perlu menyediakan waktu lebih untuk melakukan hal bersama-sama si anak. Dengan melakukan apa yang disukainya, pelan-pelan anak akan merasa punya ikatan emosional tersendiri dengan ibu.
 

3. Menyuntikkan Energi Positif

Sebelum melakukan aktivitas harian, ibu bisa pergi ke kamar anak dan melakukan pendekatan psikologis. Ibu bisa membangunkan anak secara lembut, mencium, memeluk, dan mengucapkan kalimat afirmasi positif pada anak.

Orang tua juga bisa menerapkan kebiasaan berpamitan dengan mencium dan memeluk. Dengan demikian, ketika si anak pergi sekolah atau pergi bermain, mereka akan mencari ibu dan melakukan tradisi tersebut.

Sebelum tidur, orang tua juga bisa memberi ruang anak untuk bercerita tentang apa saja aktivitas yang dilakukannya selama sehari ini. Cara-cara tersebut dapat menguatkan iklim komunikasi keluarga yang hangat dan nyaman.


4. Liburan Bersama

Liburan yang dilakukan dengan sepenuh hati akan memperkuat ikatan emosional orang tua dengan anak. Sepenuh hati artinya orang tua benar-benar fokus kepada anak saat liburan dan tidak terganggu oleh urusan lain, termasuk pekerjaan.

Gunakan waktu liburan untuk menjalin kedekatan orang tua dengan anak. Sebab, banyak aktivitas liburan yang bisa memperkuat ikatan emosional, dari bermain bersama, berenang, mencari makanan favorit, foto bersama, dan sebagainya.

Hal-hal yang tampak sederhana tersebut akan menjadi kenangan yang indah bagi orang tua dan anak.

Editor: Dika Irawan
SEBELUMNYA

4 Tips Simpel Menggunakan Pasmina Plisket, Modis dan Anti Ribet!

BERIKUTNYA

Manfaat Masker Timun, Efektif Atasi Mata Panda Hingga Jerawat

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: