ilustrasi konflik di tempat kerja (Sumber gambar: Freepik)

4 Tip Menangani Konflik di Tempat Kerja

22 September 2022   |   20:37 WIB
Image
Chelsea Venda Hypeabis.id

Munculnya konflik di tempat kerja terkadang menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindarkan. Sebenarnya hal ini adalah peristiwa yang biasa dan sangat umum. Sebab, di berbagai bidang pekerjaan pasti selalu potensi untuk munculnya sebuah perselisihan.

Setiap orang di tempat kerja pasti punya gaya berpikir dan gaya berbicara yang berbeda-beda. Oleh karena itu, saat membahas suatu proyek, pasti akan muncul banyak perbedaan. Namun, perbedaan tidak boleh menjadi alasan munculnya konflik, apalagi perselisihan terjadi secara berkepanjangan.

Cara mengatasi konflik dengan sesama rekan kerja harus diketahui oleh setiap karyawan. Sebab, konflik kerap memengaruhi kinerja dan profesionalitas dalam bekerja. Penelitian dari Postmodern Openings menungkapkan bahwa tempat kerja yang sudah tidak nyaman memang berpengaruh pada pekerjaan dan kesehatan si karyawan itu sendiri.

Mangkunegara, dalam buku Manajemen Sumber Daya Perusahaan (2011) menyebut ada empat jenis manajemen konflik di dalam tempat kerja. Lantas apa saja bentuk konflik tersebut?
 
  • Konflik hierarki, yakni perselisihan yang terjadi di tingkatan hierarki organisasi.
  • Konflik fungsional, yakni perselisihan yang terjadi lintas divisi atau departemen.
  • Konflik staf dengan kepala unik, yakni perselisihan yang terjadi antara pemimpin unit dengan staf di bawahnya.
  • Konflik formal-informal, yakni perselisihan yang terjadi dan berhubungan dengan norma-norma perusahaan.

Meski jenis konflik berbeda-beda, perselisihan di dalam kantor kerap menimbulkan nuansa yang tidak sehat. Oleh karena itu, segala konflik harus cepat disudahi. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengakhiri konflik di dalam kantor.
 

1. Lebih Banyak Mendengar

Konflik yang terjadi kerap diakibatkan kesalahpahaman. Oleh karena itu, untuk mencari titik tengah seseorang harus berani mendengar pendapat dari pihak yang lain. Cobalah untuk mendengar pendapat atau pandangan orang lain secara penuh. Jangan memotong obrolan jika belum selesai.

Setelah mendengarkan, kini giliran kamu yang bicara. Saling mendengarkan akan membuat perbedaan pendapat terasa lebih jelas. Setelah itu, berdiskusilah hingga menemukan jalan tengah sehingga konflik bisa disudahi.


2. Turunkan Ego

Ego pribadi yang tinggi membuat konflik bisa berkepanjangan. Sebab, setiap pihak akan selalu merasa paling benar terus menerus. Cobalah untuk menurunkan ego masing-masing. Menurunkan ego membuat ruang diskusi jadi terbuka. Jika susana sudah kondusif, kamu bisa mulai membicarakan konflik dan mencoba menyelesaikannya.


3. Fokus di Peristiwa bukan Kepribadian

Saat menghadapi konflik di tempat kerja, pastikan masalah yang terjadi tidak mengarah ke hal-hal di luar titik permasalahan. Fokuslah pada isu yang membuat suasana kantor jadi kurang nyaman. Jangan sekali-kali membawa masalah pribadi.

Menyelesaikan konflik adalah tujuan utama. Oleh karena itu, terkadang penyelesaian ini bukan soal siapa menang dan kalah. Akan tetapi, yang penting ialah suasana kantor kembali kondusif.


4. Identifikasi Poin Kesepakatan

Umumnya, konflik terjadi karena kesalahpahaman seseorang dalam memandang sesuatu. Oleh karena itu, untuk mencapai kata damai, tentu harus ada kesepakatan. Poin-poin kesepakatan akan membantu kedua belah pihak memahami apa yang boleh dan tidak boleh. Harapannya akan terjadi kesamaan penilaian terhadap hal yang selama ini menjadi masalah.



Editor: Indyah Sutriningrum

 
SEBELUMNYA

Strategi Sasa Gandeng Dear Me Perluas Pasar ke Kaum Milenial & Gen Z

BERIKUTNYA

6 Negara dengan Street Food yang Enak & Murah, Kalian Suka yang Mana?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: