ilustrasi (Sumber Unsplash/ Alice Donovan Rouse)

4 Karya Seni Kontroversial yang Mengubah Paradigma & Sejarah Seni

16 September 2022   |   21:27 WIB

Seniman, dalam sejarah kesenian dunia terus menciptakan karya seni dengan perspektif baru yang mereka usung, untuk mempertanyakan ulang apa itu karya seni sesuai semangat zaman. Lewat paradigma inilah mereka kerap menciptakan terobosan yang menimbulkan kontroversi.

Terobosan itu pada akhirnya turut mengubah pengertian dan pakem karya seni yang telah usang, dengan perspektif baru. Seniman-seniman tersebut mencoba untuk menumbangkan struktur seni yang dominan menurut para estetikawan atau masyarakat. Tak hanya itu, mereka juga memprovokasi publik untuk memaknai ulang karya seni secara berbeda.
 
Nah, bagi yang penasaran karya-karya kontroversial  apa saja yang telah mengubah paradigma dan sejarah seni dunia, berikut Hypeabis.id merangkum ulasan singkat dari empat karya seni kontroversial, yang pada akhirnya mengubah perspektif publik dalam memaknai karya seni.


1. Eduard Manet, Le Dejeuner sur l’Herbe, 1863

Lukisan cat minyak di atas kanvas karya Manet ini menggambarkan objek perempuan telanjang dan seorang wanita berpakaian minim yang sedang piknik dengan dua orang berpakaian lengkap di sebuah pedesaan.

Pada masa itu gaya Manet dalam lukisan ini dianggap mengejutkan berbagai pihak, karena dia membuat warna kontras yang jauh lebih brutal antara terang dan gelap, daripada karya yang jamak ditemukan pada  periode tersebut.

Karya ini pada awalnya ditolak oleh juri Salon di Paris pada 1863, tapi Manet kemudian memamerkan lukisan tersebut di Salon des Refusés, di mana karyanya ini akhirnya menimbulkan kontroversi. 

Lewat lukisan ini Manet telah mendobrak pakem konvensional para estetikawan pada masa itu, dan dianggap sebagai titik tolak seni rupa modern dunia. Karya ini sekarang dapat dilihat di Musée d'Orsay, Paris.
 

2. Marcel Duchamp, Fountain, 1917

Karya instalasi berbentuk tempat kencing laki-laki ini didaftarkan Duchamp pada pameran yang diselenggarakan oleh Society of Independent Artist dan berlangsung di Grand Central Place di New York. 

Duchamp merepresentasikan karya itu dalam posisi terbaring dan menandatanganinya dengan nama 'R.Mutt' untuk menyamarkan identitasnya, karena dia termasuk anggota dewan juri dalam perkumpulan seniman tersebut. 
 

karya seni Instalasi Duchamp (Sumber Magazineartland)

Karya Seni Instalasi Duchamp (Sumber Magazineartland)


Namun, selama pameran berlangsung ternyata karya yang dia kirimkan tidak dipajang di ruang pamer, karena dianggap oleh juri yang lain bukan karya seni.

Duchamp pun kecewa dan menantang mereka untuk mendefinisikan ulang seni, apa yang membuat sesuatu dianggap sebagai seni, hingga siapa yang berhak menilai sebuah karya seni.

Para dadais (kelompok gerakan dalam seni visual, sastra, teater dan desain grafis) juga membela Duchamp. Setelah diambil dari pameran, Fountain kemudian menjadi terkenal karena dianggap telah membuka cakrawala baru bagi karya seni kontemporer dunia.
 

3.  Ai Weiwei, Dropping a Han Dynasty Urn, 1995

Ai Weiwei adalah salah satu seniman provokator dan aktivis asal Tiongkok yang populer lewat karya-karyanya dalam mengkritik pemerintahan, dan memperjuangkan hak-hak kebebasan berekspresi bagi publik.

'Menjatuhkan Guci Dinasti Han,' adalah karya seni fotografi yang terdiri dari tiga foto hitam-putih berukuran 148 x 121 cm, di mana Ai mendokumentasikan bagaimana dia memegang, menjatuhkan, serta berdiri di atas sisa-sisa guci dinasti Han yang berusia sekitar 2.000 tahun.
 

Ai Weiwei dan karyanya dalam bingkai fotografi (Sumber magazineartland)

Ai Weiwei dan karyanya dalam bingkai fotografi (Sumber magazineartland)


Banyak kritikus menyebut karya Ai sebagai tindakan penodaan, karena guci yang dia hancurkan merupakan simbol adiluhung dalam kebudayaan Tiongkok. Tapi Ai menjawab dengan mengutip kata-kata Mao Zedong bahwa untuk membangun dunia baru, mereka harus menghancurkan dunia yang lama.
 

4. Banksy, Girl With  Balloon, 2018

Karya seniman anonim ini juga membuat heboh pencinta seni dunia, sebab setelah karya itu laku terjual seharga 1.042.000 poundsterling, atau setara Rp20,7 miliar dalam pelelangan yang digelar galeri Sotheby's di London, lukisan tersebut mendadak menghancurkan dirinya sendiri.

Tak ayal publik pun gempar karena karya yang memuat gambar seorang gadis yang hendak meraih balon merah berbentuk hati dengan teknik stensil ikonik Banksy itu hanya tinggal kanvas setengah dan hanya menyisakan gambar balon berbentuk hati.
 

karya  Banksy (Sumber Artnet)

karya Banksy (Sumber Artnet)


Tak lama kemudian Banksy menulis di  laman Instagramnya dengan mengutip kata-kata Pablo Picasso bahwa dorongan untuk menghancurkan karya seni juga merupakan dorongan kreatif. Ironisnya setelah hancur, karya tersebut harganya malah naik berkali-kali lipat.

Editor: Fajar Sidik
SEBELUMNYA

Fakta Penting Seputar Laver Cup yang Jadi Ajang Penutup Karier Roger Federer

BERIKUTNYA

ATEEZ Siap Beraksi di Jakarta, ATINY Cek Syarat Nonton KPop Land Dulu Yuk!

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: