ilustrasi (sumber gambar : kinga cichewic /unsplash)

Stres Bisa Pengaruhi Kesehatan Reproduksi Loh Genhype

25 August 2022   |   21:15 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Stres merupakan kondisi yang sering kita dengar atau mungkin pernah Genhype alami. Nah, sayangnya nggak semua orang punya kemampuan mengatasi stres. Padahal stres yang  berlebihan bisa berdampak negatif pada kesehatan loh Genhype.

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO mengakui bahwa saat ini masyarakat masih belum terbebas dari pandemi dan harus beradaptasi dengan berbagai perubahan.

Kondisi  ini sedikit banyaknya berdampak pada kesehatan psikologis, salah satunya menyebabkan stres berlebih yang akan memengaruhi kesehatan keseluruhan bahkan sampai mempengaruhi kesehatan fisiologis area kewanitaan.

Head of Marketing PT Mundipharma Healthcare Indonesia, Anastasia Damayanti mengatakan beberapa waktu terakhir ini muncul fenomena stres berlebih, sebagai salah satu dampak dari gangguan mental health, yang ternyata banyak dicari di Google.

“Trennya bahkan naik 50 persen lebih banyak dibanding tahun 2020,” ucapnya dalam Ladies Talk yang dilaksanakan oleh Betadine dan Guardian, Kamis (25/8/20220).

Psikolog Influencer, Indah Sundari Jayanti  menjelaskan stres berlebih tidak hanya memberikan pengaruh pada emosional namun juga berdampak pada organ di dalam tubuh. Bagi perempuan, gangguan siklus bulanan, keputihan berlebih dan mood swing yang tidak terkendali merupakan tanda yang perlu diwaspadai akibat stres berlebih.

“Maka penting untuk mengatasi stres agar tidak berlama-lama dirasakan. Salah satu cara mengatasi stres berlebih adalah dengan berolahraga setiap pagi,” jelasnya.
 

Ilustrasi anak lagi stres/ Freepik

Ilustrasi seseorang lagi stres/ Freepik


Sekretaris Jenderal Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI)  Dr. dr. Tofan Widya Utami, Sp.OG (K)- Onk menjelaskan stres yang signifikan ditambah dengan kurang terjaganya higiene area kewanitaan dapat memicu kelainan dan tingkat keparahan masalah di area tersebut.

Area kewanitaan yang tampak dari luar ini sesungguhnya adalah vulva yang justru harus dijaga kebersihannya dengan cara yang sangat sederhana seperti membasuh dan membersihkan dengan sabun pada saat mandi.

“Dikarenakan kulit yang melapisi tubuh kita juga terdapat mikroflora dan juga kuman patogen, maka dianjurkan menggunakan sabun antiseptik dan dilanjutkan dengan sabun yang cukup lembut (moist) agar tidak mengakibatkan kulit menjadi kering,” jelasnya.

Menurutnya, tubuh manusia sebetulnya sudah memiliki natural defense yaitu dalam hal ini vagina memiliki keseimbangan mikroflora normal sebagai pertahanan terhadap berbagai kondisi patogen (penyakit).

Segala kondisi yang mengganggu keseimbangan mikroflora normal di vagina ini akan memicu perubahan kondisi sehingga terjadi beberapa kondisi inflamasi (peradangan) ataupun infeksi. Salah satu upaya untuk meningkatkan mikroflora adalah dengan memberikan nutrisi berupa prebiotik dan menjaga kebersihan area kewanitaan.

Editor: M R Purboyo

SEBELUMNYA

Ilmuwan Cemas Ada Bintik Matahari Sebesar Bumi, Ini Dampaknya

BERIKUTNYA

Menikmati Hujan, Simak Lagu dari Guns N’ Roses hingga Lady Gaga

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: