Disney+ Hotstar menjadi salah satu platform VOD yang banyak diminati masyarakat Indonesia. (Sumber gambar: Unsplash/Mika Baumeister)

Riset: 74 Persen Masyarakat Indonesia Gunakan Layanan Video on Demand

07 August 2022   |   12:00 WIB

Setidaknya selama dua tahun terakhir, penggunaan platform video on demand (VOD) sebagai salah satu sumber hiburan daring meningkat di kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini terjadi sejak masa pandemi dengan banyaknya pengguna yang beralih ke VOD sebagai dampak dari layanan hiburan luring yang dibatasi selama pandemi Covid-19.

Pertumbuhan ini juga tidak lepas dari peralihan penayangan sejumlah film dan serial televisi ke medium atau platform yang lebih eksklusif. Berdasarkan riset Indonesian Video Entertainment on Demand Consumption milik lembaga penelitian Populix, hal ini terlihat dari setidaknya 18 persen dari 1000 responden yang memiliki platform VOD dalam ponsel mereka.

Baca juga: Resmi Rilis di Indonesia, Amazon Prime Video Buka Rincian Konten Perdana

Riset ini juga menemukan bahwa setidaknya layanan video on demand kini dilirik sebagai salah satu media hiburan bagi masyarakat di Indonesia dengan intensitas penggunaan yang bervariasi dari setiap hari (36 persen), lebih dari lima kali dalam seminggu (13 persen), 4-5 kali seminggu (15 persen), 2-3 kali seminggu (25 persen), sekali seminggu (6 persen), setiap dua pekan sekali (1 persen), hingga sekali dalam sebulan (4 persen).

Dalam segi jenis langganan, sebagian besar pengguna di Indonesia lebih menyukai penggunaan langganan individu berbayar (56 persen), lalu dilanjutkan dengan layanan bersama yang berbayar (18 persen), layanan individu gratis (18 persen), dan layanan bersama gratis (7 persen). Sisa dari responden mengatakan mereka tidak tahu preferensi mereka.

Lalu, pengguna layanan VOD di Indonesia cenderung banyak yang bisa mengeluarkan dana dengan kisaran Rp100.001 sampai Rp250.000 untuk berlangganan dan menonton konten favorit mereka di layanan VOD dengan 53 persen responden.

Sebanyak 37 persen pengguna bisa mengeluarkan biaya di bawah Rp100.000, 8 persen bisa mengeluarkan biaya sebesar Rp250.001 hingga Rp500.000, dan hanya dua persen saja yang mengeluarkan uang hingga Rp750.000 per bulan.

Alasan pengguna Indonesia melirik platform VOD sebagai media hiburan adalah karena kemudahan akses tontonan setiap saat (84 persen), penawaran ragam pilihan film (77 persen), untuk mencari hiburan (74 persen), penawaran film terkini (68 persen), kemudahan penggunaan platform (63 persen), dan tidak terganggu oleh iklan (57 persen). Ada juga yang menyebutkan pertimbangan lain seperti biaya layanan yang terjangkau (47 persen) dan enggan untuk berkunjung ke bioskop (13 persen).

Terkait dengan pilihan platform VOD masyarakat Indonesia, setidaknya ada 12 aplikasi lokal dan internasional yang dilirik oleh pengguna. 69 persen pengguna banyak memakai Netflix, lalu dilanjutkan dengan Disney+ Hotstar sebesar 62 persen, Youtube sebesar 52 persen, Viu sebesar 36 persen, dan Vidio sebesar 25 persen.

Platform lain yang juga hadir adalah WeTV dengan 24 persen pengguna, HBO Go dan Iflix yang sama-sama digunakan oleh 15 persen pengguna di Indonesia, iQiyi sebesar 13 persen, GoPlay sebesar 12 persen, Mola TV sebesar 12 persen, dan Prime Video sebesar 8 persen.

Baca juga5 Rekomendasi Film & Serial Anak Netflix selama Agustus 2022

Dalam aspek konten yang ditonton, pengguna Indonesia masih banyak yang memilih tayangan film dan serial Korea Selatan sebanyak 73 persen dengan 88 persen responden berasal dari kalangan perempuan dan 55 persen lainnya dari laki-laki. Lalu, konten lain yang juga dipilih adalah film Amerika Serikat atau Hollywood (69 persen) dan film Indonesia (67 persen).

Ke depannya, pengguna layanan video on demand di Indonesia merespons bahwa mereka akan tetap menggunakan layanan tersebut sesering mungkin (54 persen). Lainnya menjawab bahwa mereka akan menggunakan lebih sering (43 persen) dan akan menggunakannya lebih jarang (3 persen).

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)


Editor: Gita carla

SEBELUMNYA

60 Persen Ibu Menyusui Tidak Bahagia saat Menyusui, Apa Penyebabnya?

BERIKUTNYA

6 Jenis Sentuhan Fisik Ini Bisa Kalian Lakukan dengan Pasangan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: