Ilustrasi investasi uang (Unsplash - Sharon McCutcheon - Unsplash)

Perlu Enggak sih Kita Menyewa Perencana Keuangan?

02 July 2022   |   20:45 WIB

Hampir semua orang mungkin sudah mengetahui dasar-dasar perencanaan keuangan. Berhemat, menentukan skala prioritas, dan berinvestasi merupakan salah satu prinsip utama yang harus dipenuhi dalam perencanaan keuangan.  Kendati demikian, implementasinya tidak semudah yang dibayangkan. Diperlukan kedisiplinan tingkat tinggi, pengetahuan dan kejelian agar seseorang bisa merencanakan keuangan dengan baik. 

Di sinilah peran seorang perencana keuangan dibutuhkan. Seorang perencana keuangan profesional tentunya akan membantu Anda, baik dengan menyuplai informasi, menentukan skala prioritas, maupun memberikan tip-tip sederhana untuk mengatur arus kas. 
 

Namun, seberapa penting menggelontorkan sejumlah uang demi menyewa seorang perencana keuangan? 

Mengutip Bisnis Indonesia Weekend edisi 2 Oktober 2016, menurut perencana keuangan Farah Dini Novita, setiap orang sebenarnya bisa merencanakan keuangannya masing-masing. Apalagi, pada intinya poin dasar perencanaan keuangan adalah mengelola arus kas. 

Baca juga: 3 Kiat Mengelola Keuangan Keluarga ala Mona Ratuliu & Indra Brasco

“Semua orang sudah tahu kalau seharusnya penghasilan itu harus lebih besar dari pengeluaran. Ini prinsip dasar yang mudah kita pahami,” katanya kepada Bisnis. 

Kendati demikian, tidak semua orang bisa dengan mudah menerapkan prinsip dasar tersebut. Selain memberikan panduan, seorang perencana keuangan akan membantu memberikan informasi seputar produk keuangan, tip-tip sederhana, hingga mengingatkan kliennya agar mematuhi rambu-rambu keuangan yang sudah disepakati. 
 

Sewa Dahulu, Belajar Sendiri Kemudian

Farah pun menyarankan agar menyewa perencana keuangan minimal sekali seumur hidup. Biasanya, masa kerja seorang perencana keuangan mencapai 1 tahun. Jangka waktu ini dinilai ideal untuk membantu klien membiasakan diri disiplin mengelola keuangan. 

Setelah menggunakan jasa perencana keuangan pada periode tersebut, tahun-tahun berikutnya bisa mulai belajar mengelola keuangan secara mandiri. Menurut Farah, bekal selama 1 tahun sudah cukup untuk membantu mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk seseorang dalam pengelolaan keuangan. 
 

Lantas siapa saja yang perlu menyewa perencana keuangan? 

Menurut Farah, selama ini terdapat pemahaman keliru dari masyarakat terkait dengan perencana keuangan. Pandangan umum yang beredar justru menyarankan kepada mereka yang sudah memiliki banyak aset yang perlu menyewa perencana keuangan. 

“Padahal sebaliknya, yang sebaiknya menggunakan jasa perencana keuangan justru yang sedang mengalami masalah keuangan,” ujarnya. 

Farah menjelaskan perencana keuangan akan membantu merestrukturisasi utang atau meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan. Keberhasilan seorang perencana keuangan bisa dilihat dari penambahan aset atau pengelolaan keuangan klien yang semakin baik dari waktu ke waktu. 
 

Pilih yang berpengalaman

Di antara sekian banyak perencana keuangan, pilihlah yang memang berpengalaman. Latar belakang pendidikan memang penting, tetapi dalam dunia keuangan pengalaman menjadi keunggulan utama. Saat ini, seorang perencana keuangan biasanya ada yang bergerak independen, tetapi banyak juga yang terafiliasi dengan firma tertentu.

Keduanya memiliki keunggulan dan kelebihan masing-masing. Perencana keuangan yang bekerja di firma misalnya, biasanya memiliki tim pendukung dengan berbagai latar belakang seperti produk keuangan, perpajakan, arus kas, dan lain sebagainya. 

Baca juga: Tips Mengelola Keuangan Pasca Perceraian

Sementara itu, perencana keuangan independen biasanya diminati karena faktor kecocokan dan kenyamanan. Faktor ini sangat penting karena klien harus mau jujur dan terbuka dengan perencana keuangannya agar bisa mendapatkan hasil konsultasi yang maksimal. 

Editor: Dika Irawan
SEBELUMNYA

The Self Inc Tawarkan Paket Kemitraan Gerai Skincare, Ini Rincian Modal & Keuntungannya

BERIKUTNYA

Kenali Risiko Kelainan Perilaku pada Anak Pecandu Game

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: