Koleksi busana lurik rancangan Phillip Iswardono (Sumber gambar: Indonesia Fashion Chamber)

15 Tahun Berkarya, Desainer Phillip Iswardono Tampilkan Koleksi Busana Lurik

28 June 2022   |   06:28 WIB

Lima belas tahun sudah desainer Philip Iswardono berkiprah di industri fesyen Tanah Air. Selama rentang waktu tersebut, Philip konsisten mengeksplorasi kain wastra menjadi beragam busana yang menawan, terutama kain tradisional lurik menjadi karya busana yang trendi dan modern.

Cinta dan kesetiaannya pada lurik melahirkan brand KONSEP by Philip Ethnic Treasure Tomorrow’s Fashion. Karya dan nama Phillip seakan memberi napas baru dalam pemberdayaan kain-kain lurik yang dihadirkan menjadi busana-busana yang berjiwa muda, urban dan kekinian. Pilihan Phillip untuk menekuni wastra Nusantara telah menorehkan catatan panjang dalam proses kreatif penciptaannya.

Untuk menandai 15 tahun perjalanan kariernya di dunia mode dan fesyen, Phillip menggelar peragaan busana tunggal bertajuk Phillip's 15 Years Journey of Love, Loyalty, Dedication, di Chandari Heaven, Prambanan, Sleman, Yogyakarta pada Sabtu (25/6/2022).
 

H

Phillip Iswardono (Sumber gambar: Indonesia Fashion Chamber)

Peragaan Love Loyalty Dedication ini juga secara khusus menjadi persembahan dan penghormatan Phillip untuk mendiang Wim van Kuijk, sosok penting yang menginspirasi, mendorong, mendukung dan tiada henti memberi motivasi dirinya dalam perjalanan kariernya di dunia fesyen.

"Di titik ini, saya sangat siap hadir dengan energi berkesinambungan antara budaya lokal dan tuntutan global, yang mesti sinergis dengan generasi milenial," kata Phillip dalam keterangan tertulisnya yang diterima Hypeabis.id, Selasa (28/6/2022).

Dalam peragaan busana kali ini, Phillip menampilkan 72 busana yang terbagi  menjadi 2 sekuen yakni Indonesian Culture dan Two World United. Pada sekuen Indonesian Culture, terdiri dari koleksi busana siap pakai yang mengeksplorasi kain-kain wastra Indonesia seperti lurik, tenun ikat dan batik.
 

Koleksi busana lurik rancangan Phillip Iswardono (Sumber gambar: Indonesia Fashion Chamber)

Koleksi busana lurik rancangan Phillip Iswardono (Sumber gambar: Indonesia Fashion Chamber)

Pada koleksi ini juga menampilkan gaya layering dan draperi yang menjadi ciri khas Phillip dengan beragam warna dan gaya sarung untuk pria dan wanita. Outer dan berbagai modifikasi gaya kimono look mendominasi koleksi pada sekuen ini. 

Campuran warna tradisional serta eklektik yang menjadi ciri khas Phillip juga ditampilkan dalam koleksi ini, termasuk cutting dan styling keseluruhan outfit. Koleksi yang menampilkan 36 busana itu seolah menunjukkan bahwa wastra tak ada habisnya untuk dieksplorasi menjadi berbagai bentuk busana.
 

Koleksi busana lurik rancangan Phillip Iswardono (Sumber gambar: Indonesia Fashion Chamber)

Koleksi busana rancangan Phillip Iswardono (Sumber gambar: Indonesia Fashion Chamber)

Sementara pada koleksi kedua yang diberi nama Two World United ini Philip berusaha menonjolkan busana out of the box, yakni koleksi yang menggambarkan warna-warna favorit Wim yakni orange dan pink. Hal itu mewujud pada dress satu piece, atau padu padan warna dua pieces baju dengan motif yang seakan tidak matching.

Wujud koleksi ini menampilkan ciri khas Wim yakni dengan permainan warna yang lembut, yang dipadukan dengan warna-warna kontras seperti shocking pink, biru dan oranye. Berbeda dari koleksi sebelumnya, pada koleksi ini tidak menampilkan unsur warna tradisional. Motif floral, check, garis,  dot,   plain color mendominasi total koleksi 36 rancangan  dengan lebih menonjolkan sentuhan western look.

Selain menggelar peragaan busana, dalam kesempatan tersebut, Phillip juga meluncurkan buku perdananya yang berjudul Larik Lurik Menuju Wastra Setara yang mengisahkan perjalanan Phillip sebagai seorang perancang busana.

Editor: Fajar Sidik 
SEBELUMNYA

Kerja sambil Liburan, Ini 6 Destinasi yang Cocok Buat Work From Anywhere

BERIKUTNYA

5 Jenis Olahraga Cocok Buat Kalian yang Super Sibuk

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: