Kopi Excelsa Kalibogor (dok. Tanasurga)

Tanasurga Angkat Pamor Kopi Excelsa Kalibogor Melalui Excelsa Coffee Night

09 June 2021   |   21:17 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Genhype tentu sudah tahu ya kalau Indonesia memiliki berbagai macam jenis kopi dari berbagai daerah. Mulai dari Kopi Arabika Gayo, Kopi Arabika Kintamani, Kopi Robusta Temanggung, Kopi Robusta Lampung, dan lain sebagainya.
 
Selain kopi Arabika dan Robusta, ternyata ada satu jenis kopi yang juga banyak dibudidayakan di Indonesia tetapi memang tidak semasif dan setenar Arabika dan Robusta, yaitu kopi Excelsa. Salah satu jenis kopi excelsa yang bisa kalian temui adalah di Kalibogor, Kendal, Jawa Tengah.
 
Nah, untuk membantu mengangkat pamor kopi lokal asal Kalibogor tersebut, Tanasurga memfasilitasnya dengan menghadirkan Excelsa Coffee Night yang di dalamnya terdapat acara coffee tasting  sekaligus pemutaran  film “Mirah Muda”, yakni sebuah film yang mengangkat kisah tentang sosok Mbah Mirah yang gigih sebagai petani kopi lokal.

Tanasurga sendiri mulanya merupakan sebuah kafe kecil yang sempat tutup akibat pandemi. Dan kemudian saat dibuka kembali pada 16 Mei 2021, Kafe yang berlokasi di Salatiga tersebut berubah menjadi restoran dengan kebun tanaman organik untuk konsumsi para pengunjung.

“Kami ingin menjadi fasilitator untuk produk lokal yang berkulitas agar dikenal lebih luas. Ke depannya, kami juga ingin membuat event-event lainya yang memiliki dampak sosial secara positif dan mengangkat kearifan lokal negeri ini,” kata Setyo Budi, owner Tanasurga.

Sementara itu, Taufiqul Mujab, Lurah Kalibogor mengatakan bahwa Tanasurga sangat membantu untuk memasarkan kopi Excelsa mereka dengan melalui coffee tasting yang dihadiri para pemilik kafe dan penggiat kopi ini sehingga kopinya jadi bisa lebih dikenal di Salatiga.

Taufiqul mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya ingin meningkatkan kualitas kopi Excelsa di Kalibogor, tapi juga mengangkat kehidupan petani kopi agar lebih sejahtera dengan cara menampung hasil kopi petani dan membelinya di atas harga pasar lokal di Kalibogor.

Suryo Seno Bimantoro, sutradara film Mirah Muda mengatakan bahwa saat ini banyak anak muda di Kalibogor yang memilih meninggalkan kebun kopinya dan bekerja di beberapa pabrik di kota besar dari pada menjadi petani kopi.

“Mereka menganggap menjadi petani kopi tidak memiliki nilai ekonomi lebih sehingga memutuskan untuk bekerja di kota besar,” ujarnya.

Kedepannya Tanasurga akan membuat event-event lainya yang memiliki dampak sosial secara positif dan mengangkat kearifan lokal negeri ini.


Editor: Indyah Sutriningrum
 

 

SEBELUMNYA

Dua Lagu di Episode Final Kingdom: Legendary War Ini Debut di Tangga Lagu Billboard

BERIKUTNYA

Genhype, Ini 7 Alasan Kenapa Kamu Belum Dapat Jodoh

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: