Mencicipi Jejak Rasa Peranakan di Tengah Jakarta

21 February 2026   |   16:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id
Mencicipi Jejak Rasa Peranakan di Tengah Jakarta

Dapur Babah Elite (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Robby Fathan)


Jalan Veteran di Jakarta Pusat, yang pada masa kolonial dikenal sebagai Citadel Weg, menyimpan berbagai kisah dan jejak masa lalu yang jarang disadari sebagian orang.  Di kawasan yang dipenuhi ruko dan bangunan lawas ini, kita masih bisa mencicipi kuliner peranakan, salah satu warisan gastronomi unik yang dimiliki Indonesia.

Jejak-jejak kuliner peranakan ini salah satunya bisa ditemui di Dapur Babah Elite. Istilah Babah sendiri merujuk pada budaya yang terbentuk dari perkawinan pemukim Tionghoa dengan perempuan Jawa pada masa kolonial.

Baca juga: Plataran Hadirkan Iftar Legendaris Rasa Nusantara Sepanjang Ramadan 2026

Perpaduan tiga unsur utama, yakni Tionghoa, Jawa, serta Belanda, kemudian melahirkan ragam tradisi yang menarik di Indonesia tempo dulu, termasuk cita rasa masakannya.

“Masakan Peranakan khas Dapur Babah berakar pada rempah-rempah Jawa, cita rasa kaya Belanda, dan bumbu manis pedas Tiongkok,” kata Febby Okta, Marketing & Public Relations Dapur Babah Elite.

 

 

 

 

Dapur Babah Elite (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Robby Fathan)

Dapur Babah Elite (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Robby Fathan)

 


Salah satu menu unggulan yang patut dicoba di sini adalah Ayam Pongteh, hidangan bercita rasa gurih yang dimasak dengan saus kedelai fermentasi. Masakan ini berakar dari kuliner Tionghoa, kemudian berkembang dengan sentuhan rempah khas peranakan yang memberi kedalaman rasa. 

Potongan ayam dimasak hingga empuk, menyerap bumbu dengan sempurna, menghadirkan perpaduan rasa asin, manis, dan gurih yang seimbang. Keistimewaan Ayam Pongteh terletak pada kuahnya yang cukup pekat, tetapi tetap lembut di lidah, diperkaya dengan tambahan kentang dan kacang yang memberi tekstur menarik.

Hidangan lain yang juga patut dicoba adalah Lidah Terseloeboeng. Hidangan ini menghadirkan lidah sapi asin yang dimasak perlahan hingga mencapai tekstur empuk, kemudian dibalut dengan daging cincang yang gurih. Sebagai pelengkap, sajian ini disandingkan dengan makaroni serta sayuran kukus yang memberi keseimbangan tekstur dan rasa.

Perpaduan daging yang kaya dengan elemen pendamping yang ringan menciptakan karakter masakan klasik dengan sentuhan penyajian modern.

Selanjutanya, ada Nasi Tjampoer Babah (Babah Treasure) yang hadir sebagai sajian paling populer di restoran ini. Hidangan ini berisi Nasi pandan yang  mencolok dengan warna hijau, yang dikelilingi sembilan jenis lauk khas atau laoek paoek. Sekilas, tampilannya jadi begitu meriah.

 

 

 

 

Dapur Babah Elite (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Robby Fathan)

Dapur Babah Elite (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Robby Fathan)

 


Ragam lauk tersebut terdiri dari udang goreng renyah, serundeng, tahu dan tempe tumis saus kecap, daging sapi berbumbu, sayur bersantan, perkedel, udang kecil atau garnalen, ayam berbumbu cabai, serta kerupuk kacang khas Jawa yang dilengkapi sambal spesial. 

Perpaduan rasa gurih, manis, pedas, dan aroma rempah yang kaya menjadikan Nasi Tjampoer Babah jadi favorit banyak orang, termasuk bagi orang yang baru ingin mencicipi rasa kuliner peranakan

Menyantap ragam kuliner peranakan di tempat ini terasa semakin berkesan berkat suasana restoran yang sarat nuansa sejarah. Bangunan tua dengan detail arsitektur klasik, perabot kayu, serta ornamen khas peranakan memperkuat kesan historis yang kental, bahkan sejak kita pertama melangkah masuk ke restorannya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Plataran Hadirkan Iftar Legendaris Rasa Nusantara Sepanjang Ramadan 2026

BERIKUTNYA

Mencicipi Menu Berbuka Ala Teras Sudirman by Plataran

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.


Dapur Babah Elite (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Robby Fathan)

Mencicipi Jejak Rasa Peranakan di Tengah Jakarta

21 February 2026   |   16:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id
Mencicipi Jejak Rasa Peranakan di Tengah Jakarta

Dapur Babah Elite (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Robby Fathan)


Jalan Veteran di Jakarta Pusat, yang pada masa kolonial dikenal sebagai Citadel Weg, menyimpan berbagai kisah dan jejak masa lalu yang jarang disadari sebagian orang.  Di kawasan yang dipenuhi ruko dan bangunan lawas ini, kita masih bisa mencicipi kuliner peranakan, salah satu warisan gastronomi unik yang dimiliki Indonesia.

Jejak-jejak kuliner peranakan ini salah satunya bisa ditemui di Dapur Babah Elite. Istilah Babah sendiri merujuk pada budaya yang terbentuk dari perkawinan pemukim Tionghoa dengan perempuan Jawa pada masa kolonial.

Baca juga: Plataran Hadirkan Iftar Legendaris Rasa Nusantara Sepanjang Ramadan 2026

Perpaduan tiga unsur utama, yakni Tionghoa, Jawa, serta Belanda, kemudian melahirkan ragam tradisi yang menarik di Indonesia tempo dulu, termasuk cita rasa masakannya.

“Masakan Peranakan khas Dapur Babah berakar pada rempah-rempah Jawa, cita rasa kaya Belanda, dan bumbu manis pedas Tiongkok,” kata Febby Okta, Marketing & Public Relations Dapur Babah Elite.

 

 

 

 

Dapur Babah Elite (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Robby Fathan)

Dapur Babah Elite (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Robby Fathan)

 


Salah satu menu unggulan yang patut dicoba di sini adalah Ayam Pongteh, hidangan bercita rasa gurih yang dimasak dengan saus kedelai fermentasi. Masakan ini berakar dari kuliner Tionghoa, kemudian berkembang dengan sentuhan rempah khas peranakan yang memberi kedalaman rasa. 

Potongan ayam dimasak hingga empuk, menyerap bumbu dengan sempurna, menghadirkan perpaduan rasa asin, manis, dan gurih yang seimbang. Keistimewaan Ayam Pongteh terletak pada kuahnya yang cukup pekat, tetapi tetap lembut di lidah, diperkaya dengan tambahan kentang dan kacang yang memberi tekstur menarik.

Hidangan lain yang juga patut dicoba adalah Lidah Terseloeboeng. Hidangan ini menghadirkan lidah sapi asin yang dimasak perlahan hingga mencapai tekstur empuk, kemudian dibalut dengan daging cincang yang gurih. Sebagai pelengkap, sajian ini disandingkan dengan makaroni serta sayuran kukus yang memberi keseimbangan tekstur dan rasa.

Perpaduan daging yang kaya dengan elemen pendamping yang ringan menciptakan karakter masakan klasik dengan sentuhan penyajian modern.

Selanjutanya, ada Nasi Tjampoer Babah (Babah Treasure) yang hadir sebagai sajian paling populer di restoran ini. Hidangan ini berisi Nasi pandan yang  mencolok dengan warna hijau, yang dikelilingi sembilan jenis lauk khas atau laoek paoek. Sekilas, tampilannya jadi begitu meriah.

 

 

 

 

Dapur Babah Elite (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Robby Fathan)

Dapur Babah Elite (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Robby Fathan)

 


Ragam lauk tersebut terdiri dari udang goreng renyah, serundeng, tahu dan tempe tumis saus kecap, daging sapi berbumbu, sayur bersantan, perkedel, udang kecil atau garnalen, ayam berbumbu cabai, serta kerupuk kacang khas Jawa yang dilengkapi sambal spesial. 

Perpaduan rasa gurih, manis, pedas, dan aroma rempah yang kaya menjadikan Nasi Tjampoer Babah jadi favorit banyak orang, termasuk bagi orang yang baru ingin mencicipi rasa kuliner peranakan

Menyantap ragam kuliner peranakan di tempat ini terasa semakin berkesan berkat suasana restoran yang sarat nuansa sejarah. Bangunan tua dengan detail arsitektur klasik, perabot kayu, serta ornamen khas peranakan memperkuat kesan historis yang kental, bahkan sejak kita pertama melangkah masuk ke restorannya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Plataran Hadirkan Iftar Legendaris Rasa Nusantara Sepanjang Ramadan 2026

BERIKUTNYA

Mencicipi Menu Berbuka Ala Teras Sudirman by Plataran

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.