Perjalanan Salt Bread dari Gang Seoul ke Meja Kafe Indonesia

11 February 2026   |   14:55 WIB
Image
Denia Eryza Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara
Perjalanan Salt Bread dari Gang Seoul ke Meja Kafe Indonesia

Salt bread (Instagram/saltbread.fromseoul)


Salt bread, roti khas Korea dengan tekstur luar renyah dan taburan garam laut kasar, tengah menjadi tren kuliner yang mencuri perhatian dari Seoul hingga Indonesia. Popularitas roti sederhana ini bermula dari kawasan Seongsu-dong, sebelum akhirnya menjadi sensasi di Tanah Air lewat sejumlah gerai yang menghadirkan cita rasa autentik Korea.

Salt bread mulai viral di Seoul pada 2021. Beberapa toko ikonis seperti Jayeondo dan Soha Salt Pond di Seongsu-dong bahkan mampu memproduksi sekitar 7.000 roti per hari dengan sistem pemanggangan hingga enam kali dalam sehari.

Baca juga: 5 Makanan Viral Blok M, Little Salt Bread sampai Fudgybro

Karakteristik khasnya terletak pada tekstur flaky renyah di luar, tapi lembut di dalam, dengan taburan garam laut kasar dan isian mentega melimpah. Harga di Korea berkisar 3.000-5.000 won, dengan sistem takeout yang menciptakan antrean panjang dan FOMO yang mendorong viralitas melalui media sosial.

Gelombang viralitas ini cepat menyeberang ke Indonesia. Para pelaku usaha kuliner menangkap peluang dengan mengimpor langsung dari Korea atau membuka bakery lokal dengan resep adaptasi. Gading Serpong menjadi episentrum tren ini dengan tiga pilihan populer yang melayani segmen berbeda.

Salt Bread from Seoul menghadirkan autentisitas Korea melalui produk impor langsung dari toko-toko viral Seoul. Dengan harga premium Rp35.000-60.000 per potong, produk ini menargetkan konsumen yang mengutamakan pengalaman autentik dengan varian minimalis plain atau original.

Bread Mood di Ruko Maggiore Junction, Gading Serpong, mengambil pendekatan berbeda dengan konsep kafe cozy. Tempat ini menawarkan tiga varian original, chocolate, dan garlic dengan harga terjangkau Rp17.000-29.000. Keunikan utamanya adalah pairing salt bread dengan matcha Niko-Neko premium dari Jepang, menciptakan pengalaman hybrid Korea-Jepang yang menarik. Cafe ini buka pukul 11.00 hingga stok habis, dengan sistem dine-in friendly yang cocok untuk pasar Indonesia.

Beckett Bakehouse di Gading Serpong fokus pada kesempurnaan tekstur super crispy buttery dengan isian mentega berlimpah. Menawarkan varian original, cheese, dan truffle dengan harga Rp20.000-32.000, bakery ini viral di Instagram karena konsistensi kualitas dan produksi fresh daily yang terbatas.

Viralitas salt bread didorong oleh kombinasi kualitas premium, strategi kelangkaan yang menciptakan eksklusivitas, daya tarik visual untuk media sosial, dan adaptasi cerdas terhadap preferensi lokal.

SEBELUMNYA

ERRE & Urrechu Jakarta Buka Rangkaian Bar Takeover 2026 dengan Kolaborasi Mixology

BERIKUTNYA

Indonesia Bakal Ekspansi Ramen Halal ke Pasar Internasional

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.


Salt bread (Instagram/saltbread.fromseoul)

Perjalanan Salt Bread dari Gang Seoul ke Meja Kafe Indonesia

11 February 2026   |   14:55 WIB
Image
Denia Eryza Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara
Perjalanan Salt Bread dari Gang Seoul ke Meja Kafe Indonesia

Salt bread (Instagram/saltbread.fromseoul)


Salt bread, roti khas Korea dengan tekstur luar renyah dan taburan garam laut kasar, tengah menjadi tren kuliner yang mencuri perhatian dari Seoul hingga Indonesia. Popularitas roti sederhana ini bermula dari kawasan Seongsu-dong, sebelum akhirnya menjadi sensasi di Tanah Air lewat sejumlah gerai yang menghadirkan cita rasa autentik Korea.

Salt bread mulai viral di Seoul pada 2021. Beberapa toko ikonis seperti Jayeondo dan Soha Salt Pond di Seongsu-dong bahkan mampu memproduksi sekitar 7.000 roti per hari dengan sistem pemanggangan hingga enam kali dalam sehari.

Baca juga: 5 Makanan Viral Blok M, Little Salt Bread sampai Fudgybro

Karakteristik khasnya terletak pada tekstur flaky renyah di luar, tapi lembut di dalam, dengan taburan garam laut kasar dan isian mentega melimpah. Harga di Korea berkisar 3.000-5.000 won, dengan sistem takeout yang menciptakan antrean panjang dan FOMO yang mendorong viralitas melalui media sosial.

Gelombang viralitas ini cepat menyeberang ke Indonesia. Para pelaku usaha kuliner menangkap peluang dengan mengimpor langsung dari Korea atau membuka bakery lokal dengan resep adaptasi. Gading Serpong menjadi episentrum tren ini dengan tiga pilihan populer yang melayani segmen berbeda.

Salt Bread from Seoul menghadirkan autentisitas Korea melalui produk impor langsung dari toko-toko viral Seoul. Dengan harga premium Rp35.000-60.000 per potong, produk ini menargetkan konsumen yang mengutamakan pengalaman autentik dengan varian minimalis plain atau original.

Bread Mood di Ruko Maggiore Junction, Gading Serpong, mengambil pendekatan berbeda dengan konsep kafe cozy. Tempat ini menawarkan tiga varian original, chocolate, dan garlic dengan harga terjangkau Rp17.000-29.000. Keunikan utamanya adalah pairing salt bread dengan matcha Niko-Neko premium dari Jepang, menciptakan pengalaman hybrid Korea-Jepang yang menarik. Cafe ini buka pukul 11.00 hingga stok habis, dengan sistem dine-in friendly yang cocok untuk pasar Indonesia.

Beckett Bakehouse di Gading Serpong fokus pada kesempurnaan tekstur super crispy buttery dengan isian mentega berlimpah. Menawarkan varian original, cheese, dan truffle dengan harga Rp20.000-32.000, bakery ini viral di Instagram karena konsistensi kualitas dan produksi fresh daily yang terbatas.

Viralitas salt bread didorong oleh kombinasi kualitas premium, strategi kelangkaan yang menciptakan eksklusivitas, daya tarik visual untuk media sosial, dan adaptasi cerdas terhadap preferensi lokal.

SEBELUMNYA

ERRE & Urrechu Jakarta Buka Rangkaian Bar Takeover 2026 dengan Kolaborasi Mixology

BERIKUTNYA

Indonesia Bakal Ekspansi Ramen Halal ke Pasar Internasional

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.