Blue Matcha, Tren Minuman Biru Bebas Kafein yang Viral di Media Sosial
12 January 2026 |
20:00 WIB
Blue matcha, minuman biru dari bunga telang yang sedang ramai dibicarakan (Foto: Freepik)
Dunia minuman kekinian kembali diramaikan oleh tren blue matcha, bubuk berwarna biru alami yang semakin sering muncul di feed Instagram dan TikTok. Berbeda dengan matcha hijau yang berasal dari daun teh Camellia sinensis, blue matcha sebenarnya adalah bubuk dari bunga Clitoria ternatea atau lebih dikenal sebagai bunga telang.
Merujuk catatan Healthline, minuman ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Asia Tenggara, namun belakangan ini menjadi populer sebagai alternatif minuman lifestyle berkat tampilannya yang fotogenik dan klaim manfaat kesehatannya.
Baca juga: Pesona Bunga Telang, Pewarna Alami dengan Segudang Khasiat untuk Kesehatan
Keunikan utama blue matcha terletak pada warna biru cerah alaminya yang berasal dari kandungan antosianin, antioksidan yang sama ditemukan dalam blueberry dan anggur ungu. Sementara itu, literatur kesehatan yang dipublikasikan WebMD menjelaskan bahwa antosianin berfungsi melawan radikal bebas dalam tubuh dan berpotensi mendukung kesehatan mata serta fungsi kognitif.
Menariknya, warna biru ini bisa berubah menjadi ungu atau pink ketika dicampur dengan bahan asam seperti lemon atau jeruk nipis, menciptakan efek visual yang menarik untuk konten media sosial.
Berdasarkan sejumlah ulasan dari brand teh premium Kusmi Tea, blue matcha memiliki rasa floral yang lembut dengan sedikit sentuhan manis alami, menjadikannya mudah dipadukan dengan berbagai minuman seperti latte, smoothie bowl, atau bahkan dicampurkan ke dalam adonan kue dan dessert. Fleksibilitas ini yang membuat blue matcha cepat diadopsi oleh kafe-kafe specialty dan content creator kuliner.
Salah satu daya tarik terbesar blue matcha bagi konsumen urban adalah sifatnya yang bebas kafein. Data dari Medical News Today menyebutkan bunga telang tidak mengandung kafein sama sekali, sehingga cocok dikonsumsi kapan saja tanpa risiko gangguan tidur atau efek samping kafein lainnya.
Karakteristik ini menjadikan blue matcha pilihan menarik bagi mereka yang ingin mengurangi asupan kafein namun tetap menikmati ritual minum dengan estetika yang menarik.
Walaupun sedang populer, blue matcha sejatinya tidak bisa disamakan dengan matcha hijau dari sisi kandungan nutrisi. Riset yang dimuat dalam Journal of Natural Products mencatat bahwa bunga telang memang kaya antioksidan, tetapi jenisnya berbeda dengan katekin yang menjadi ciri khas teh hijau.
Karena itu, konsumsinya tetap perlu dibatasi. Terlebih bagi ibu hamil atau mereka yang sedang menjalani pengobatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi lebih dulu dengan tenaga kesehatan untuk menghindari potensi interaksi obat.
Merujuk catatan Healthline, minuman ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Asia Tenggara, namun belakangan ini menjadi populer sebagai alternatif minuman lifestyle berkat tampilannya yang fotogenik dan klaim manfaat kesehatannya.
Baca juga: Pesona Bunga Telang, Pewarna Alami dengan Segudang Khasiat untuk Kesehatan
Keunikan utama blue matcha terletak pada warna biru cerah alaminya yang berasal dari kandungan antosianin, antioksidan yang sama ditemukan dalam blueberry dan anggur ungu. Sementara itu, literatur kesehatan yang dipublikasikan WebMD menjelaskan bahwa antosianin berfungsi melawan radikal bebas dalam tubuh dan berpotensi mendukung kesehatan mata serta fungsi kognitif.
Menariknya, warna biru ini bisa berubah menjadi ungu atau pink ketika dicampur dengan bahan asam seperti lemon atau jeruk nipis, menciptakan efek visual yang menarik untuk konten media sosial.
Berdasarkan sejumlah ulasan dari brand teh premium Kusmi Tea, blue matcha memiliki rasa floral yang lembut dengan sedikit sentuhan manis alami, menjadikannya mudah dipadukan dengan berbagai minuman seperti latte, smoothie bowl, atau bahkan dicampurkan ke dalam adonan kue dan dessert. Fleksibilitas ini yang membuat blue matcha cepat diadopsi oleh kafe-kafe specialty dan content creator kuliner.
Salah satu daya tarik terbesar blue matcha bagi konsumen urban adalah sifatnya yang bebas kafein. Data dari Medical News Today menyebutkan bunga telang tidak mengandung kafein sama sekali, sehingga cocok dikonsumsi kapan saja tanpa risiko gangguan tidur atau efek samping kafein lainnya.
Karakteristik ini menjadikan blue matcha pilihan menarik bagi mereka yang ingin mengurangi asupan kafein namun tetap menikmati ritual minum dengan estetika yang menarik.
Walaupun sedang populer, blue matcha sejatinya tidak bisa disamakan dengan matcha hijau dari sisi kandungan nutrisi. Riset yang dimuat dalam Journal of Natural Products mencatat bahwa bunga telang memang kaya antioksidan, tetapi jenisnya berbeda dengan katekin yang menjadi ciri khas teh hijau.
Karena itu, konsumsinya tetap perlu dibatasi. Terlebih bagi ibu hamil atau mereka yang sedang menjalani pengobatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi lebih dulu dengan tenaga kesehatan untuk menghindari potensi interaksi obat.

Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.
KUMPULAN ARTIKEL LAINNYA
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta
26 Maret 2026
Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik
17 Maret 2026
The Good Bagel: Kafe Bagel Artisan di Gading Serpong yang Viral
16 Maret 2026
Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng
13 Maret 2026