5 Kuliner Khas Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara
30 December 2025 |
18:00 WIB
Ilustrasi kuliner (Sumber gambar: Unsplash/ Jakub Kapusnak)
Pergantian tahun kerap dirayakan dengan berbagai tradisi unik di berbagai belahan dunia. Selain kembang api dan perayaan meriah, makanan dan minuman juga menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut. Tak sekadar asal dikonsumsi, makanan dan minuman ini juga sarat akan makna.
Setiap negara memiliki kebiasaan kuliner tersendiri yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini bukan sekadar soal rasa, tetapi juga simbol doa, keberuntungan, kesehatan, hingga umur panjang yang dipercaya dapat menyertai mereka yang menjalaninya.
Baca juga: 8 Rekomendasi Lagu yang Cocok Diputar saat Perayaan Tahun Baru 2025
Melalui sajian-sajian khas tersebut, masyarakat mengekspresikan harapan dan refleksi atas tahun yang telah berlalu. Lantas, apa saja sajian kuliner khas yang biasa dikonsumsi ketika perayaan tahun baru di berbagai negara? Berikut adalah ulasannya:
Oliebollen adalah kudapan tradisional asal Belanda yang lekat dengan perayaan pergantian tahun. Makanan ini kerap hadir sebagai sajian wajib yang disantap masyarakat untuk merayakan malam tahun baru bersama keluarga dan kerabat.
Di negara asalnya, oliebollen umumnya dinikmati sebagai camilan atau pencuci mulut. Jajanan ini sering dibeli di gerobak kaki lima khusus yang dikenal sebagai oliebollenkraams, dengan ciri adonan berisi kismis yang digoreng hingga keemasan dan ditaburi gula halus sebelum disajikan.
Di Spanyol, tradisi menyantap 12 butir anggur saat malam tahun baru telah berlangsung turun-temurun. Anggur tersebut dimakan tepat ketika lonceng tengah malam berdentang sebanyak 12 kali, yang masing-masing melambangkan satu bulan dalam setahun.
Ritual ini dipercaya membawa keberuntungan apabila dilakukan tanpa terlewat. Demi kelancaran, sebagian orang bahkan menyiapkan anggur dengan cara mengupas kulit dan membuang bijinya terlebih dahulu, sehingga mereka bisa memakan satu demi satu saat lonceng berbunyi.
Selain makanan, minuman tradisional juga memiliki peran penting dalam perayaan tahun baru. Di sejumlah wilayah Inggris, Wassail, minuman hangat menyerupai punch, disajikan sebagai simbol doa akan kesehatan dan kesejahteraan.
Di Skotlandia, Wassail dikenal dalam bentuk “pint panas” yang dicampur dengan aneka rempah. Minuman ini biasanya diminum bersama-sama sebagai ungkapan harapan baik, sekaligus dibagikan kepada tetangga sebagai bagian dari tradisi berbagi di awal tahun.
Tteokguk merupakan hidangan khas yang selalu hadir dalam perayaan Tahun Baru di Korea Selatan. Sup hangat ini berisi irisan tipis kue beras yang kenyal, disajikan dalam kuah kaldu gurih dengan pelengkap seperti telur, rumput laut, dan daun bawang.
Menyantap tteokguk dipercaya membawa keberuntungan sekaligus menandai bertambahnya usia seseorang. Dalam budaya Korea Selatan, pertambahan usia tidak dihitung dari hari ulang tahun, melainkan dari jumlah perayaan tahun baru yang telah dilalui dengan menikmati semangkuk tteokguk.
Toshikoshi soba adalah mi soba yang menjadi menu khas perayaan Tahun Baru di Jepang. Hidangan ini melambangkan momen peralihan dari tahun lama menuju tahun yang baru dengan penuh harapan.
Mi soba yang panjang dipercaya sebagai simbol umur panjang, sementara teksturnya yang mudah terputus melambangkan keinginan untuk meninggalkan kesialan di tahun sebelumnya. Biasanya, toshikoshi soba disajikan dengan kuah hangat agar makna filosofisnya tetap terjaga.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Setiap negara memiliki kebiasaan kuliner tersendiri yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini bukan sekadar soal rasa, tetapi juga simbol doa, keberuntungan, kesehatan, hingga umur panjang yang dipercaya dapat menyertai mereka yang menjalaninya.
Baca juga: 8 Rekomendasi Lagu yang Cocok Diputar saat Perayaan Tahun Baru 2025
Melalui sajian-sajian khas tersebut, masyarakat mengekspresikan harapan dan refleksi atas tahun yang telah berlalu. Lantas, apa saja sajian kuliner khas yang biasa dikonsumsi ketika perayaan tahun baru di berbagai negara? Berikut adalah ulasannya:
1. Oliebolen
Oliebollen adalah kudapan tradisional asal Belanda yang lekat dengan perayaan pergantian tahun. Makanan ini kerap hadir sebagai sajian wajib yang disantap masyarakat untuk merayakan malam tahun baru bersama keluarga dan kerabat.Di negara asalnya, oliebollen umumnya dinikmati sebagai camilan atau pencuci mulut. Jajanan ini sering dibeli di gerobak kaki lima khusus yang dikenal sebagai oliebollenkraams, dengan ciri adonan berisi kismis yang digoreng hingga keemasan dan ditaburi gula halus sebelum disajikan.
2. 12 Anggur
Di Spanyol, tradisi menyantap 12 butir anggur saat malam tahun baru telah berlangsung turun-temurun. Anggur tersebut dimakan tepat ketika lonceng tengah malam berdentang sebanyak 12 kali, yang masing-masing melambangkan satu bulan dalam setahun.Ritual ini dipercaya membawa keberuntungan apabila dilakukan tanpa terlewat. Demi kelancaran, sebagian orang bahkan menyiapkan anggur dengan cara mengupas kulit dan membuang bijinya terlebih dahulu, sehingga mereka bisa memakan satu demi satu saat lonceng berbunyi.
3. Wassail
Selain makanan, minuman tradisional juga memiliki peran penting dalam perayaan tahun baru. Di sejumlah wilayah Inggris, Wassail, minuman hangat menyerupai punch, disajikan sebagai simbol doa akan kesehatan dan kesejahteraan.Di Skotlandia, Wassail dikenal dalam bentuk “pint panas” yang dicampur dengan aneka rempah. Minuman ini biasanya diminum bersama-sama sebagai ungkapan harapan baik, sekaligus dibagikan kepada tetangga sebagai bagian dari tradisi berbagi di awal tahun.
4. Tteokguk
Tteokguk merupakan hidangan khas yang selalu hadir dalam perayaan Tahun Baru di Korea Selatan. Sup hangat ini berisi irisan tipis kue beras yang kenyal, disajikan dalam kuah kaldu gurih dengan pelengkap seperti telur, rumput laut, dan daun bawang.Menyantap tteokguk dipercaya membawa keberuntungan sekaligus menandai bertambahnya usia seseorang. Dalam budaya Korea Selatan, pertambahan usia tidak dihitung dari hari ulang tahun, melainkan dari jumlah perayaan tahun baru yang telah dilalui dengan menikmati semangkuk tteokguk.
5. Toshikoshi Soba
Toshikoshi soba adalah mi soba yang menjadi menu khas perayaan Tahun Baru di Jepang. Hidangan ini melambangkan momen peralihan dari tahun lama menuju tahun yang baru dengan penuh harapan.Mi soba yang panjang dipercaya sebagai simbol umur panjang, sementara teksturnya yang mudah terputus melambangkan keinginan untuk meninggalkan kesialan di tahun sebelumnya. Biasanya, toshikoshi soba disajikan dengan kuah hangat agar makna filosofisnya tetap terjaga.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.
KUMPULAN ARTIKEL LAINNYA
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta
26 Maret 2026
Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik
17 Maret 2026
The Good Bagel: Kafe Bagel Artisan di Gading Serpong yang Viral
16 Maret 2026
Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng
13 Maret 2026