Dari Salmon hingga Uni, Ini Ragam Sashimi yang Patut Dicoba

30 September 2025   |   13:35 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara
Dari Salmon hingga Uni, Ini Ragam Sashimi yang Patut Dicoba

Dari salmon, tuna, kerang, hingga landak laut, setiap jenis sashimi menawarkan cita rasa dan tekstur yang berbeda (Sumber gambar : TasteAtlas)


Menyantap makanan mentah yang diiris tipis, atau yang dikenal dengan sebutan sashimi, telah menjadi tradisi kuliner Jepang selama ribuan tahun. Kehadiran sashimi tidak hanya sekadar hidangan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. 

Sekitar tahun 500 SM, kebiasaan mengonsumsi ikan mentah bermigrasi dari Tiongkok ke Jepang. Sejak saat itu, sashimi berkembang menjadi makanan pokok yang dihargai karena kesegaran, teknik penyajian, serta keindahan visualnya.

Baca juga: 7 Kiat Mengonsumsi Sushi & Sashimi yang Aman

Dilansir dari Gurunavi, meskipun hampir semua jenis daging, termasuk sapi mentah, ayam, hingga kuda, bisa diolah menjadi sashimi, namun ikan dan makanan laut tetap menjadi pilihan utama. Alasan utamanya adalah kesegaran hasil laut Jepang yang melimpah, sehingga mendukung tradisi makan ikan mentah dengan kualitas terbaik.

Teknik penyajian sashimi sendiri merupakan seni yang membutuhkan keterampilan tinggi. Potongan bahan tidak sembarangan, melainkan mengikuti teknik tertentu, seperti irisan tipis julienne, potongan kotak padat, irisan diagonal halus, atau potongan persegi panjang seukuran gigitan. Ketelitian ini bertujuan untuk menonjolkan rasa alami bahan serta memberikan pengalaman berbeda dalam setiap suapan.

Mari kita telaah beberapa jenis sashimi yang paling populer sekaligus yang mungkin belum begitu dikenal, tetapi tetap patut dicoba oleh pencinta kuliner Jepang.


1. Sake (Salmon)

Salmon atau sake merupakan salah satu sashimi paling populer di dunia. Warna oranye cerah pada daging salmon membuatnya mudah dikenali. Salmon tersedia dalam berbagai potongan, mulai dari bagian tanpa lemak hingga bagian berlemak. Bagian perut salmon sering dianggap paling istimewa dan harganya lebih tinggi karena kandungan lemaknya yang kaya, sehingga memberikan tekstur lembut dan rasa gurih yang memanjakan lidah.


2. Maguro (Tuna)

Tuna, atau maguro, menempati posisi kedua sebagai sashimi favorit. Daging tuna memiliki variasi warna dan tekstur yang beragam, mulai dari merah segar hingga bagian berlemak. Salah satu yang paling berharga di dunia adalah tuna sirip biru, yang biasanya disajikan dalam tiga jenis potongan yaitu otoro (tuna berlemak), chutoro (tuna berlemak sedang), dan akami (tuna tanpa lemak). Kombinasi ketiganya, yang dikenal sebagai trifecta, sering menjadi menu unggulan di restoran kelas atas.


3. Hotate (Scallops)

Kerang hotate juga menjadi pilihan sashimi yang banyak digemari. Saat dimakan langsung dari cangkangnya, scallops menghadirkan rasa manis alami dengan tekstur lembut yang unik. Berbeda dari kerang yang biasa digunakan untuk sushi, hotate sashimi memberikan sensasi segar dan halus yang membuat banyak orang jatuh cinta sejak gigitan pertama.


4. Hamachi (Yellowtail)

Hamachi atau yellowtail adalah ikan yang populer di Jepang. Rasanya lembut dengan sedikit rasa manis, serta teksturnya kenyal namun halus. Bagian perut hamachi sering menjadi favorit karena kandungan lemaknya pas, memberikan keseimbangan rasa yang kaya.


5. Ika (Cumi-cumi)

Bagi pencinta tekstur unik, sashimi cumi atau ika menjadi pilihan menarik. Dagingnya putih pucat dengan tekstur kenyal, memberikan pengalaman berbeda dibandingkan ikan. Saat disajikan segar, ika terasa manis alami dengan gigitan yang khas.


6. Uni (Landak Laut)

Meski bukan ikan, uni atau landak laut sering disajikan sebagai sashimi. Teksturnya lembut, hampir seperti krim, dengan rasa manis gurih dan sedikit rasa laut yang kuat. Uni biasanya dianggap sebagai hidangan mewah karena tidak semua orang berani mencicipinya, tetapi bagi yang menyukai, rasanya bisa sangat memikat.

SEBELUMNYA

Kreasi Nespresso x Monin, Fruit Rujak Coffee Mocktail dan Iced Klepon Latte

BERIKUTNYA

Paris Baguette Rayakan Nostalgia Kuliner Indonesia Lewat Koleksi Rindu Rumah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.


Dari salmon, tuna, kerang, hingga landak laut, setiap jenis sashimi menawarkan cita rasa dan tekstur yang berbeda (Sumber gambar : TasteAtlas)

Dari Salmon hingga Uni, Ini Ragam Sashimi yang Patut Dicoba

30 September 2025   |   13:35 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara
Dari Salmon hingga Uni, Ini Ragam Sashimi yang Patut Dicoba

Dari salmon, tuna, kerang, hingga landak laut, setiap jenis sashimi menawarkan cita rasa dan tekstur yang berbeda (Sumber gambar : TasteAtlas)


Menyantap makanan mentah yang diiris tipis, atau yang dikenal dengan sebutan sashimi, telah menjadi tradisi kuliner Jepang selama ribuan tahun. Kehadiran sashimi tidak hanya sekadar hidangan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. 

Sekitar tahun 500 SM, kebiasaan mengonsumsi ikan mentah bermigrasi dari Tiongkok ke Jepang. Sejak saat itu, sashimi berkembang menjadi makanan pokok yang dihargai karena kesegaran, teknik penyajian, serta keindahan visualnya.

Baca juga: 7 Kiat Mengonsumsi Sushi & Sashimi yang Aman

Dilansir dari Gurunavi, meskipun hampir semua jenis daging, termasuk sapi mentah, ayam, hingga kuda, bisa diolah menjadi sashimi, namun ikan dan makanan laut tetap menjadi pilihan utama. Alasan utamanya adalah kesegaran hasil laut Jepang yang melimpah, sehingga mendukung tradisi makan ikan mentah dengan kualitas terbaik.

Teknik penyajian sashimi sendiri merupakan seni yang membutuhkan keterampilan tinggi. Potongan bahan tidak sembarangan, melainkan mengikuti teknik tertentu, seperti irisan tipis julienne, potongan kotak padat, irisan diagonal halus, atau potongan persegi panjang seukuran gigitan. Ketelitian ini bertujuan untuk menonjolkan rasa alami bahan serta memberikan pengalaman berbeda dalam setiap suapan.

Mari kita telaah beberapa jenis sashimi yang paling populer sekaligus yang mungkin belum begitu dikenal, tetapi tetap patut dicoba oleh pencinta kuliner Jepang.


1. Sake (Salmon)

Salmon atau sake merupakan salah satu sashimi paling populer di dunia. Warna oranye cerah pada daging salmon membuatnya mudah dikenali. Salmon tersedia dalam berbagai potongan, mulai dari bagian tanpa lemak hingga bagian berlemak. Bagian perut salmon sering dianggap paling istimewa dan harganya lebih tinggi karena kandungan lemaknya yang kaya, sehingga memberikan tekstur lembut dan rasa gurih yang memanjakan lidah.


2. Maguro (Tuna)

Tuna, atau maguro, menempati posisi kedua sebagai sashimi favorit. Daging tuna memiliki variasi warna dan tekstur yang beragam, mulai dari merah segar hingga bagian berlemak. Salah satu yang paling berharga di dunia adalah tuna sirip biru, yang biasanya disajikan dalam tiga jenis potongan yaitu otoro (tuna berlemak), chutoro (tuna berlemak sedang), dan akami (tuna tanpa lemak). Kombinasi ketiganya, yang dikenal sebagai trifecta, sering menjadi menu unggulan di restoran kelas atas.


3. Hotate (Scallops)

Kerang hotate juga menjadi pilihan sashimi yang banyak digemari. Saat dimakan langsung dari cangkangnya, scallops menghadirkan rasa manis alami dengan tekstur lembut yang unik. Berbeda dari kerang yang biasa digunakan untuk sushi, hotate sashimi memberikan sensasi segar dan halus yang membuat banyak orang jatuh cinta sejak gigitan pertama.


4. Hamachi (Yellowtail)

Hamachi atau yellowtail adalah ikan yang populer di Jepang. Rasanya lembut dengan sedikit rasa manis, serta teksturnya kenyal namun halus. Bagian perut hamachi sering menjadi favorit karena kandungan lemaknya pas, memberikan keseimbangan rasa yang kaya.


5. Ika (Cumi-cumi)

Bagi pencinta tekstur unik, sashimi cumi atau ika menjadi pilihan menarik. Dagingnya putih pucat dengan tekstur kenyal, memberikan pengalaman berbeda dibandingkan ikan. Saat disajikan segar, ika terasa manis alami dengan gigitan yang khas.


6. Uni (Landak Laut)

Meski bukan ikan, uni atau landak laut sering disajikan sebagai sashimi. Teksturnya lembut, hampir seperti krim, dengan rasa manis gurih dan sedikit rasa laut yang kuat. Uni biasanya dianggap sebagai hidangan mewah karena tidak semua orang berani mencicipinya, tetapi bagi yang menyukai, rasanya bisa sangat memikat.

SEBELUMNYA

Kreasi Nespresso x Monin, Fruit Rujak Coffee Mocktail dan Iced Klepon Latte

BERIKUTNYA

Paris Baguette Rayakan Nostalgia Kuliner Indonesia Lewat Koleksi Rindu Rumah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.