5 Salad Khas Nusantara dari Pecel hingga Serombotan
26 August 2025 |
10:37 WIB
Gado-gado. (Sumber: Pexels/Dovinda Rd)
Salad kerap dipilih sebagai makanan sehat favorit, terutama bagi yang ingin menjaga berat badan. Perpaduan buah dan sayuran segar membuat salad kaya serat serta vitamin. Kandungan ini menjadikan salad bermanfaat menurunkan gula darah, mengontrol kolesterol, hingga mendukung program penurunan berat badan.
Sejarah mencatat, salad sudah dikenal sejak masa peradaban kuno, misalnya di Mesir, Yunani, hingga Babilonia. Di berbagai belahan dunia, makanan ini hadir dalam beragam bentuk, menyesuaikan dengan bahan lokal yang tersedia. Tak heran, salad menjadi salah satu makanan universal yang mudah diterima oleh banyak budaya.
Menariknya, nusantara pun memiliki jenis salad khas yang tidak kalah populer. Dari berbagai daerah di Indonesia, terdapat olahan salad tradisional yang unik, segar, dan sarat makna budaya. Berikut beberapa contoh salad khas Nusantara yang patut dicoba.
Pecel merupakan makanan yang berasal dari daerah seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, serta Jawa Timur. Meski demikian, saat ini pecel banyak ditemukan di daerah lainnya karena makanan ini cukup populer di kalangan masyarakat umum.
Sayuran dalam pecel biasanya adalah sayur bayam, kangkung, ubi jalar, daun ketela, daun beluntas, daun pegagan, kecombrang, polong, kacang panjang, kecipir, hingga kecambah. Sayuran ini direbus kemudian diperas airnya dan disajikan dengan sambal pecel yang terbuat dari kacang tanah.
Cita rasa pecel pun bervariasi di tiap daerahnya. Ada beberapa daerah yang memiliki sambal pecel khas dengan rasa asam manis, rasa kencur yang dominan, atau rasa yang identik dengan daun jeruk purut.
Selain itu, setiap daerah juga menyajikan pecel dengan cara yang berbeda-beda. Misalnya, di Yogyakarta pecel biasa disajikan dengan tempe dan tahu sebagai tambahan protein nabati. Sementara itu, di Solo dan Madiun pecel ditemani dengan kerupuk karak.
Dua salad Nusantara ini berasal dari tanah Sunda, Jawa Barat. Biasanya, lotek dan karedok tersusun atas berbagai macam sayuran, seperti bayam, kangkung, labu siam, kacang panjang, tauge, serta kol.
Namun, perbedaannya terletak di cara pengolahannya. Lotek adalah versi matang dari karedok. Sebelum disiram dengan bumbu kacang, sayur-sayuran yang akan disajikan di dalam lotek biasanya direbus terlebih dahulu.
Sementara itu, sayuran di karedok disajikan mentah-mentah sehingga teksturnya terasa lebih renyah. Karedok juga biasanya dilengkapi dengan mentimun, terong gelatik, serta kemangi.
Meskipun keduanya sama-sama disiram dengan bumbu kacang, tetapi biasanya ada tambahan bahan di dalam bumbu kacang karedok. Bumbu kacang untuk karedok dilengkapi dengan kencur, bawang putih, gula merah, serta asam jawa.
Mirip seperti pecel, gado-gado merupakan campuran sayur-mayur dengan sambal kacang yang kental di atasnya. Namun, biasanya salad khas Nusantara ini dilengkapi dengan telur dan kentang rebus dalam penyajiannya.
Salad tradisional khas Jakarta ini terdiri atas sayuran kacang panjang, tauge, bayam, labu siam, pare, jagung, kubis, juga dilengkapi dengan tahu dan tempe. Bahan utama sambal kacang gado-gado adalah kacang tanah goreng, cabai, gula aren, terasi, garam, air asam jawa, juga jeruk nipis.
Ada beberapa sumber yang menyebutkan nama makanan ini berasal dari kata portugis “gadu” yang berarti dicampur-campur. Ada juga yang percaya bahwa asal mula nama gado-gado adalah dari “digado” yang artinya dimakan tanpa nasi.
Urap atau urab merupakan salad tradisional yang populer di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Makanan ini terdiri dari daun pepaya, daun singkong, kacang panjang, tauge, serta kol. Berbeda dengan makanan sebelumnya yang identik dengan bumbu kacang, urap justru identik dengan bumbu parutan kelapa.
Selain dapat dimakan sendiri sebagai salad, urap juga kerap digunakan sebagai lauk di dalam sajian nasi kuning atau tumpengan. Di Bali, sajian ini dikenal dengan jukut urap atau urap sayur.
Sebelum disajikan, sayuran harus direbus terlebih dahulu. Kemudian, sambal diolah dari daging buah kelapa tua yang diparut kemudian dibuat menjadi serundeng. Sambal dilengkapi dengan bumbu-bumbuan seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, air asam jawa, lengkuas, garam dan terasi hingga santan.
Serombotan merupakan campuran sayur-mayur yang berasal dari daerah Klungkung, Bali. Mirip seperti urap, makanan ini disajikan dengan parutan kelapa yang dipanggang. Sambalnya khas, terasa pedas di lidah.
Sayur yang digunakan berupa kacang panjang, terong, kecambah, pare, dan kangkung. Serombotan juga biasanya dilengkapi dengan jenis kacang-kacangan seperti kacang kedelai. Sambalnya pun tak luput dari kacang tanah yang diulek dengan kasar, kemudian dicampur parutan kelapa dan bumbu pedas.
Tempat lahir serombotan adalah pusat dari Kerajaan Klungkung sehingga makanan ini dulunya dihidangkan untuk para raja. Namun, seiring berkembangnya zaman, makanan ini tetap lestari di daerah Klungkung dan Bali sebagai hidangan utama.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Sejarah mencatat, salad sudah dikenal sejak masa peradaban kuno, misalnya di Mesir, Yunani, hingga Babilonia. Di berbagai belahan dunia, makanan ini hadir dalam beragam bentuk, menyesuaikan dengan bahan lokal yang tersedia. Tak heran, salad menjadi salah satu makanan universal yang mudah diterima oleh banyak budaya.
Menariknya, nusantara pun memiliki jenis salad khas yang tidak kalah populer. Dari berbagai daerah di Indonesia, terdapat olahan salad tradisional yang unik, segar, dan sarat makna budaya. Berikut beberapa contoh salad khas Nusantara yang patut dicoba.
1. Pecel
Pecel merupakan makanan yang berasal dari daerah seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, serta Jawa Timur. Meski demikian, saat ini pecel banyak ditemukan di daerah lainnya karena makanan ini cukup populer di kalangan masyarakat umum. Sayuran dalam pecel biasanya adalah sayur bayam, kangkung, ubi jalar, daun ketela, daun beluntas, daun pegagan, kecombrang, polong, kacang panjang, kecipir, hingga kecambah. Sayuran ini direbus kemudian diperas airnya dan disajikan dengan sambal pecel yang terbuat dari kacang tanah.
Cita rasa pecel pun bervariasi di tiap daerahnya. Ada beberapa daerah yang memiliki sambal pecel khas dengan rasa asam manis, rasa kencur yang dominan, atau rasa yang identik dengan daun jeruk purut.
Selain itu, setiap daerah juga menyajikan pecel dengan cara yang berbeda-beda. Misalnya, di Yogyakarta pecel biasa disajikan dengan tempe dan tahu sebagai tambahan protein nabati. Sementara itu, di Solo dan Madiun pecel ditemani dengan kerupuk karak.
2. Lotek & Karedok
Dua salad Nusantara ini berasal dari tanah Sunda, Jawa Barat. Biasanya, lotek dan karedok tersusun atas berbagai macam sayuran, seperti bayam, kangkung, labu siam, kacang panjang, tauge, serta kol. Namun, perbedaannya terletak di cara pengolahannya. Lotek adalah versi matang dari karedok. Sebelum disiram dengan bumbu kacang, sayur-sayuran yang akan disajikan di dalam lotek biasanya direbus terlebih dahulu.
Sementara itu, sayuran di karedok disajikan mentah-mentah sehingga teksturnya terasa lebih renyah. Karedok juga biasanya dilengkapi dengan mentimun, terong gelatik, serta kemangi.
Meskipun keduanya sama-sama disiram dengan bumbu kacang, tetapi biasanya ada tambahan bahan di dalam bumbu kacang karedok. Bumbu kacang untuk karedok dilengkapi dengan kencur, bawang putih, gula merah, serta asam jawa.
3. Gado-Gado
Mirip seperti pecel, gado-gado merupakan campuran sayur-mayur dengan sambal kacang yang kental di atasnya. Namun, biasanya salad khas Nusantara ini dilengkapi dengan telur dan kentang rebus dalam penyajiannya.Salad tradisional khas Jakarta ini terdiri atas sayuran kacang panjang, tauge, bayam, labu siam, pare, jagung, kubis, juga dilengkapi dengan tahu dan tempe. Bahan utama sambal kacang gado-gado adalah kacang tanah goreng, cabai, gula aren, terasi, garam, air asam jawa, juga jeruk nipis.
Ada beberapa sumber yang menyebutkan nama makanan ini berasal dari kata portugis “gadu” yang berarti dicampur-campur. Ada juga yang percaya bahwa asal mula nama gado-gado adalah dari “digado” yang artinya dimakan tanpa nasi.
4. Urap
Urap atau urab merupakan salad tradisional yang populer di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Makanan ini terdiri dari daun pepaya, daun singkong, kacang panjang, tauge, serta kol. Berbeda dengan makanan sebelumnya yang identik dengan bumbu kacang, urap justru identik dengan bumbu parutan kelapa.Selain dapat dimakan sendiri sebagai salad, urap juga kerap digunakan sebagai lauk di dalam sajian nasi kuning atau tumpengan. Di Bali, sajian ini dikenal dengan jukut urap atau urap sayur.
Sebelum disajikan, sayuran harus direbus terlebih dahulu. Kemudian, sambal diolah dari daging buah kelapa tua yang diparut kemudian dibuat menjadi serundeng. Sambal dilengkapi dengan bumbu-bumbuan seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, air asam jawa, lengkuas, garam dan terasi hingga santan.
5. Serombotan
Serombotan merupakan campuran sayur-mayur yang berasal dari daerah Klungkung, Bali. Mirip seperti urap, makanan ini disajikan dengan parutan kelapa yang dipanggang. Sambalnya khas, terasa pedas di lidah.Sayur yang digunakan berupa kacang panjang, terong, kecambah, pare, dan kangkung. Serombotan juga biasanya dilengkapi dengan jenis kacang-kacangan seperti kacang kedelai. Sambalnya pun tak luput dari kacang tanah yang diulek dengan kasar, kemudian dicampur parutan kelapa dan bumbu pedas.
Tempat lahir serombotan adalah pusat dari Kerajaan Klungkung sehingga makanan ini dulunya dihidangkan untuk para raja. Namun, seiring berkembangnya zaman, makanan ini tetap lestari di daerah Klungkung dan Bali sebagai hidangan utama.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.
KUMPULAN ARTIKEL LAINNYA
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta
26 Maret 2026
Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik
17 Maret 2026
The Good Bagel: Kafe Bagel Artisan di Gading Serpong yang Viral
16 Maret 2026
Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng
13 Maret 2026