Nasi Padang Keliling, Cita Rasa Minang yang Menyapa Jalanan Kota
25 August 2025 |
11:00 WIB
Nasi Padang Keliling (Sumber Foto: Instagram/dangdangdang___)
Tren kuliner Nusantara semakin kreatif, salah satunya nasi Padang keliling yang menjamur di berbagai daerah. Mengusung konsep praktis namun tetap mengedepankan cita rasa autentik Minang, nasi Padang keliling kini menjadi favorit pekerja kantoran, mahasiswa, hingga masyarakat yang membutuhkan sajian cepat, lezat, dan terjangkau.
Adapun nasi Padang adalah sebutan untuk hidangan khas Minangkabau dari Sumatera Barat yang terkenal dengan cita rasa kaya rempah dan lauk pauknya yang melimpah. Sajian ini umumnya terdiri dari nasi putih hangat yang disajikan bersama lauk-pauk, seperti rendang, ayam pop, dendeng balado, gulai ayam, ikan asam padeh, telur dadar, hingga sayur nangka dan sambal hijau yang pedas menggugah selera.
Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama, Ini 5 Perbedaan Nasi Padang & Kapau
Keunikan nasi Padang terletak pada penggunaan bumbu rempah yang kompleks, seperti serai, daun jeruk, kunyit, lengkuas, dan cabai, yang menghasilkan rasa gurih, pedas, dan aromatik.
Di rumah makan Padang, penyajian nasi biasanya dilakukan dengan sistem pramusaji yang langsung menata berbagai lauk di meja, atau dengan sistem prasmanan, di mana pembeli memilih sendiri lauk sesuai selera.
Kini hadir tren nasi Padang keliling yang menawarkan nuansa berbeda dari rumah makan Padang konvensional. Sajian ini biasanya dijual dengan konsep mobile, menggunakan sepeda, motor, gerobak dorong, hingga mobil pick-up yang dimodifikasi menjadi etalase berjalan.
Meski dikemas sederhana, cita rasanya tetap autentik, menghadirkan lauk khas Minang seperti rendang, ayam pop, dendeng balado, telur dadar, gulai, sayur nangka, dan sambal hijau. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, umumnya mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 per porsi.
Keunikan lain dari nasi Padang keliling adalah fleksibilitas lokasi penjual dapat berpindah-pindah menyesuaikan titik keramaian seperti area perkantoran, sekolah, kampus, atau perumahan sehingga mudah diakses oleh berbagai lapisan konsumen.
Di Palembang, misalnya, Dino Prayogo memulai usaha nasi Padang keliling bernama Dang Makan Padang. Terinspirasi oleh tren penjual kopi keliling, Dino mengambil langkah berani dengan menjajakan kuliner khas Minang tersebut menggunakan sepeda listrik.
Meski menggunakan sepeda, pilihan lauk yang ditawarkan tidak kalah lengkap dengan rumah makan Padang pada umumnya, mulai dari rendang, dendeng balado, telur dadar, perkedel, sayur nangka, hingga sambal hijau. Semua lauk ditata rapi dalam wadah stainless ala prasmanan, sehingga pembeli dapat langsung memilih menu favorit mereka.
Dengan harga per kotak berkisar Rp15.000-16.000, Dang Makan Padang sukses menarik perhatian banyak pelanggan, khususnya para pekerja kantoran dan mahasiswa di sekitar Palembang. Dino pun aktif berpindah lokasi setiap hari, mulai dari kawasan Kantor Gubernur Sumsel saat hari kerja hingga kawasan Rajawali di akhir pekan.
Kisah inspiratif lain datang dari Kudus, misalnya, Rina Monazka bersama suaminya mengandalkan gerobak dorong untuk menjajakan nasi Padang sejak 2020. Berbekal pengalaman bekerja di rumah makan, dia menyajikan menu lengkap mulai dari rendang, kikil, ayam goreng, terong balado, hingga perkedel, dengan harga terjangkau mulai dari Rp8.000-12.000 per porsi.
Di Jakarta dan Bogor, konsep nasi Padang keliling juga berkembang pesat dengan penggunaan mobil sebagai warung berjalan. Uda Padang di kawasan Meruya, Jakarta Barat, memodifikasi mobil pick-up menjadi etalase restoran mini dengan menu variatif, termasuk rendang dan gulai kepala ikan, yang dibanderol sekitar Rp20.000-an per porsi.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Adapun nasi Padang adalah sebutan untuk hidangan khas Minangkabau dari Sumatera Barat yang terkenal dengan cita rasa kaya rempah dan lauk pauknya yang melimpah. Sajian ini umumnya terdiri dari nasi putih hangat yang disajikan bersama lauk-pauk, seperti rendang, ayam pop, dendeng balado, gulai ayam, ikan asam padeh, telur dadar, hingga sayur nangka dan sambal hijau yang pedas menggugah selera.
Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama, Ini 5 Perbedaan Nasi Padang & Kapau
Keunikan nasi Padang terletak pada penggunaan bumbu rempah yang kompleks, seperti serai, daun jeruk, kunyit, lengkuas, dan cabai, yang menghasilkan rasa gurih, pedas, dan aromatik.
Di rumah makan Padang, penyajian nasi biasanya dilakukan dengan sistem pramusaji yang langsung menata berbagai lauk di meja, atau dengan sistem prasmanan, di mana pembeli memilih sendiri lauk sesuai selera.
Kini hadir tren nasi Padang keliling yang menawarkan nuansa berbeda dari rumah makan Padang konvensional. Sajian ini biasanya dijual dengan konsep mobile, menggunakan sepeda, motor, gerobak dorong, hingga mobil pick-up yang dimodifikasi menjadi etalase berjalan.
Meski dikemas sederhana, cita rasanya tetap autentik, menghadirkan lauk khas Minang seperti rendang, ayam pop, dendeng balado, telur dadar, gulai, sayur nangka, dan sambal hijau. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, umumnya mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 per porsi.
Di Palembang, misalnya, Dino Prayogo memulai usaha nasi Padang keliling bernama Dang Makan Padang. Terinspirasi oleh tren penjual kopi keliling, Dino mengambil langkah berani dengan menjajakan kuliner khas Minang tersebut menggunakan sepeda listrik.
Meski menggunakan sepeda, pilihan lauk yang ditawarkan tidak kalah lengkap dengan rumah makan Padang pada umumnya, mulai dari rendang, dendeng balado, telur dadar, perkedel, sayur nangka, hingga sambal hijau. Semua lauk ditata rapi dalam wadah stainless ala prasmanan, sehingga pembeli dapat langsung memilih menu favorit mereka.
Dengan harga per kotak berkisar Rp15.000-16.000, Dang Makan Padang sukses menarik perhatian banyak pelanggan, khususnya para pekerja kantoran dan mahasiswa di sekitar Palembang. Dino pun aktif berpindah lokasi setiap hari, mulai dari kawasan Kantor Gubernur Sumsel saat hari kerja hingga kawasan Rajawali di akhir pekan.
Kisah inspiratif lain datang dari Kudus, misalnya, Rina Monazka bersama suaminya mengandalkan gerobak dorong untuk menjajakan nasi Padang sejak 2020. Berbekal pengalaman bekerja di rumah makan, dia menyajikan menu lengkap mulai dari rendang, kikil, ayam goreng, terong balado, hingga perkedel, dengan harga terjangkau mulai dari Rp8.000-12.000 per porsi.
Di Jakarta dan Bogor, konsep nasi Padang keliling juga berkembang pesat dengan penggunaan mobil sebagai warung berjalan. Uda Padang di kawasan Meruya, Jakarta Barat, memodifikasi mobil pick-up menjadi etalase restoran mini dengan menu variatif, termasuk rendang dan gulai kepala ikan, yang dibanderol sekitar Rp20.000-an per porsi.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.
KUMPULAN ARTIKEL LAINNYA
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta
26 Maret 2026
Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik
17 Maret 2026
The Good Bagel: Kafe Bagel Artisan di Gading Serpong yang Viral
16 Maret 2026
Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng
13 Maret 2026