Dari Gunungkidul, Cokelat Premium Java Criollo Mendunia
16 August 2025 |
15:00 WIB
Produk Java Criollo Cokelat Indonesia. (Sumber foto: Hypeabis.id/Robby Fathan)
Indonesia memiliki cokelat Java Criollo yang menawarkan tingkat kepahitan rendah, aroma manis dan halus, serta kompleksitas rasa yang sulit ditandingi. Potensi tersebut dilirik oleh PT Java Criollo Cokelat Indonesia untuk membudidayakan varietas cokelat premium tersebut dan mengenalkannya ke pasar global.
“Ada tiga klon cokelat terbaik di dunia, yakni Forastero, Criollo, dan Trinitario, yang paling bagus adalah Criollo. Di Indonesia kita punya Java Criollo yang ditanam di tanah Jawa, tapi sekarang populasinya hampir langka padahal rasanya yang paling enak,” ujar Inge Arina, founder Java Criollo, saat ditemui di SMEXPO Pertamina.
Baca juga: Toosi Coffee dari Bali Sukses Tembus Pasar Dubai
Didirikan pada 2023 oleh Inge Arina dan Nepi Ariyanto, bersama tim lainnya, Java Criollo adalah perusahaan agritech berbasis kakao dan produsen cokelat yang berfokus pada pembuatan cokelat berkualitas dari biji kakao premium grade, Java Criollo yang dibudidayakan di Gunungkidul, Yogyakarta.
Awal ketertarikan mereka terhadap bisnis cokelat berangkat dari pemahaman bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen kakao terbesar di dunia, menempati posisi ketiga di bawah Pantai Gading dan Ghana. Terlebih Indonesia juga punya Java Criollo yang punya cita rasa terbaik di dunia.
Sayangnya, di pasar internasional biji kakao asal Indonesia sering kali dianggap hanya sebagai bahan campuran (blending) untuk memperkuat volume atau menyeimbangkan rasa, bukan dijadikan bahan utama untuk cokelat single origin. Alasan utamanya, para petani lokal sering melewatkan proses fermentasi setelah panen
"Fermentasi pada kakao berfungsi untuk mengeluarkan aroma khas dan membentuk rasa kompleks, mirip seperti bagaimana anggur difermentasi menjadi wine," kata Inge.
Tanpa fermentasi, biji kakao cenderung menghasilkan rasa yang datar atau hambar, sehingga tidak menarik bagi produsen cokelat premium. Itu sebabnya cokelat dari negara-negara seperti Ghana atau Pantai Gading lebih dihargai di pasar dunia.
Mereka selalu melakukan fermentasi sebelum menjual biji kakao, sehingga kualitasnya lebih konsisten dan dianggap layak untuk cokelat murni berkualitas tinggi.
Karenanya perusahaan menjalin kemitraan dengan petani di wilayah Gunungkidul, yang pernah meraih juara pertama kakao nasional. Mereka bekerja langsung dengan petani lokal dan komunitas pedesaan, menyediakan peluang perdagangan yang adil, pelatihan praktik pertanian berkelanjutan, serta akses ke peralatan dan teknologi yang lebih baik.
Pelatihan pertanian berkelanjutan mencakup teknik fermentasi, penanaman polikultur, hingga pemanfaatan hasil tumpang sari. Adapun tumpang sari adalah sistem bercocok tanam dengan menanam beberapa jenis tanaman berbeda di lahan yang sama pada waktu bersamaan.
Misalnya, di kebun kakao petani bisa menanam cabai, kunyit, kacang tanah, atau singkong di sela-sela pohon kakao. Bahkan ada yang membudidayakan ikan patin di kolam dalam area kebun.
Dengan sistem ini, petani dapat memperoleh penghasilan harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan dari berbagai tanaman. Hasil tumpang sari tersebut juga bisa diolah menjadi produk, seperti sambal dari cabai dan kacang, sampai ikan patin beku berbumbu kunyit.
Sampai sekarang Java Criollo, telah meluncurkan produk-produk seperti Hot Cocoa Powder Mix Original, Dark Choco Cinnamon Mix, Pure Cacao Reserve Chocolate Bar, serta gula sorgum. Adapun gula sorgum berasal dari batang tanaman sorgum yang menghasilkan gula rendah indeks glikemik dan bebas gluten, dengan rasa manis unik berpadu gurih alami.
“Semua produk kami menggunakan gula sorgum sebagai pemanis, jadi lebih sehat dan alami,” ujar Inge.
Dalam pengembangan produk-produknya, mereka berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengoptimalkan pemanfaatan hasil riset kakao dan menjamin keamanan pangan. Perusahaan ini juga berada di bawah pendampingan penuh Dewan Kakao Indonesia dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) dalam pembinaan budidaya kakao.
Dalam satu hingga dua tahun ke depan, Java Criollo berfokus pada ekspansi kebun, peningkatan kapasitas produksi, sekaligus memulai ekspor dalam skala penuh. Saat ini, mereka mampu memproduksi sekitar 100 ton cokelat dan 500 ton gula sorgum setiap bulan. Untuk tahun depan, perusahaan menargetkan penjualan hingga Rp4 miliar, melonjak jauh dibanding pencapaian saat ini yang masih berkisar di ratusan juta rupiah.
Dengan mengandalkan budidaya yang tepat, proses fermentasi yang benar, serta pengolahan terintegrasi dari hulu hingga hilir, perusahaan berkomitmen menghadirkan rasa autentik kakao Indonesia ke pasar global.
Produk-produk mereka pun telah tampil di berbagai ajang internasional, seperti International Summit & Connecting Indonesia di New York (Oktober 2023), Unlocking Indonesia di Thunderbird, Los Angeles (Desember 2023), Summer Fancy Food Show di New York (Juni 2024), serta Wow Indonesia! Festival di Washington DC (Agustus 2024). Saat ini, perusahaan juga tengah menjalani proses negosiasi dengan Jepang untuk produk cokelat mereka, sebagai langkah nyata menuju ekspansi global yang lebih luas.
Perusahaan juga mendapatkan dukungan dari Pertamina, melalui pelatihan daring hingga penguatan strategi pemasaran. Dukungan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan produk, tidak hanya di pasar internasional, tetapi juga di dalam negeri. Dengan berkembangnya pemasaran di Indonesia, mereka optimistis dapat melibatkan dan membantu lebih banyak petani kakao lokal untuk merasakan manfaatnya.
Java Criollo Cokelat Indonesia merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
“Ada tiga klon cokelat terbaik di dunia, yakni Forastero, Criollo, dan Trinitario, yang paling bagus adalah Criollo. Di Indonesia kita punya Java Criollo yang ditanam di tanah Jawa, tapi sekarang populasinya hampir langka padahal rasanya yang paling enak,” ujar Inge Arina, founder Java Criollo, saat ditemui di SMEXPO Pertamina.
Baca juga: Toosi Coffee dari Bali Sukses Tembus Pasar Dubai
Didirikan pada 2023 oleh Inge Arina dan Nepi Ariyanto, bersama tim lainnya, Java Criollo adalah perusahaan agritech berbasis kakao dan produsen cokelat yang berfokus pada pembuatan cokelat berkualitas dari biji kakao premium grade, Java Criollo yang dibudidayakan di Gunungkidul, Yogyakarta.
Awal ketertarikan mereka terhadap bisnis cokelat berangkat dari pemahaman bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen kakao terbesar di dunia, menempati posisi ketiga di bawah Pantai Gading dan Ghana. Terlebih Indonesia juga punya Java Criollo yang punya cita rasa terbaik di dunia.
"Fermentasi pada kakao berfungsi untuk mengeluarkan aroma khas dan membentuk rasa kompleks, mirip seperti bagaimana anggur difermentasi menjadi wine," kata Inge.

Founder Java Criollo Cokelat Indonesia Inge Arina dan Nepi Ariyanto. (Sumber foto: Hypeabis.id/Robby Fathan)
Mereka selalu melakukan fermentasi sebelum menjual biji kakao, sehingga kualitasnya lebih konsisten dan dianggap layak untuk cokelat murni berkualitas tinggi.
Karenanya perusahaan menjalin kemitraan dengan petani di wilayah Gunungkidul, yang pernah meraih juara pertama kakao nasional. Mereka bekerja langsung dengan petani lokal dan komunitas pedesaan, menyediakan peluang perdagangan yang adil, pelatihan praktik pertanian berkelanjutan, serta akses ke peralatan dan teknologi yang lebih baik.
Pelatihan pertanian berkelanjutan mencakup teknik fermentasi, penanaman polikultur, hingga pemanfaatan hasil tumpang sari. Adapun tumpang sari adalah sistem bercocok tanam dengan menanam beberapa jenis tanaman berbeda di lahan yang sama pada waktu bersamaan.
Misalnya, di kebun kakao petani bisa menanam cabai, kunyit, kacang tanah, atau singkong di sela-sela pohon kakao. Bahkan ada yang membudidayakan ikan patin di kolam dalam area kebun.
Dengan sistem ini, petani dapat memperoleh penghasilan harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan dari berbagai tanaman. Hasil tumpang sari tersebut juga bisa diolah menjadi produk, seperti sambal dari cabai dan kacang, sampai ikan patin beku berbumbu kunyit.
Sampai sekarang Java Criollo, telah meluncurkan produk-produk seperti Hot Cocoa Powder Mix Original, Dark Choco Cinnamon Mix, Pure Cacao Reserve Chocolate Bar, serta gula sorgum. Adapun gula sorgum berasal dari batang tanaman sorgum yang menghasilkan gula rendah indeks glikemik dan bebas gluten, dengan rasa manis unik berpadu gurih alami.
“Semua produk kami menggunakan gula sorgum sebagai pemanis, jadi lebih sehat dan alami,” ujar Inge.
Dalam pengembangan produk-produknya, mereka berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengoptimalkan pemanfaatan hasil riset kakao dan menjamin keamanan pangan. Perusahaan ini juga berada di bawah pendampingan penuh Dewan Kakao Indonesia dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) dalam pembinaan budidaya kakao.
Dalam satu hingga dua tahun ke depan, Java Criollo berfokus pada ekspansi kebun, peningkatan kapasitas produksi, sekaligus memulai ekspor dalam skala penuh. Saat ini, mereka mampu memproduksi sekitar 100 ton cokelat dan 500 ton gula sorgum setiap bulan. Untuk tahun depan, perusahaan menargetkan penjualan hingga Rp4 miliar, melonjak jauh dibanding pencapaian saat ini yang masih berkisar di ratusan juta rupiah.
Dengan mengandalkan budidaya yang tepat, proses fermentasi yang benar, serta pengolahan terintegrasi dari hulu hingga hilir, perusahaan berkomitmen menghadirkan rasa autentik kakao Indonesia ke pasar global.
Produk-produk mereka pun telah tampil di berbagai ajang internasional, seperti International Summit & Connecting Indonesia di New York (Oktober 2023), Unlocking Indonesia di Thunderbird, Los Angeles (Desember 2023), Summer Fancy Food Show di New York (Juni 2024), serta Wow Indonesia! Festival di Washington DC (Agustus 2024). Saat ini, perusahaan juga tengah menjalani proses negosiasi dengan Jepang untuk produk cokelat mereka, sebagai langkah nyata menuju ekspansi global yang lebih luas.
Perusahaan juga mendapatkan dukungan dari Pertamina, melalui pelatihan daring hingga penguatan strategi pemasaran. Dukungan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan produk, tidak hanya di pasar internasional, tetapi juga di dalam negeri. Dengan berkembangnya pemasaran di Indonesia, mereka optimistis dapat melibatkan dan membantu lebih banyak petani kakao lokal untuk merasakan manfaatnya.
Java Criollo Cokelat Indonesia merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.
KUMPULAN ARTIKEL LAINNYA
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta
26 Maret 2026
Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik
17 Maret 2026
The Good Bagel: Kafe Bagel Artisan di Gading Serpong yang Viral
16 Maret 2026
Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng
13 Maret 2026