Hadirkan Denyut Kopi Nusantara ke Panggung Dunia Lewat World of Coffee Jakarta 2025
16 May 2025 |
00:41 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan melihat biji kopi dalam perhelatan World of Coffee 2025 (sumber : Dyandra Promosindo)
Indonesia siap membawa kopi nusantara ke panggung dunia dengan menjadi tuan rumah pameran kopi bergengsi dunia, World of Coffee 2025 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta pada 15 hingga 17 Mei 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan menekankan bahwa kehadiran World of Coffee di Indonesia bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga pengakuan terhadap peran Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri kopi dunia.
Baca juga: Potensi Ekspor ke Pasar Asia Tenggara Menggiurkan, Skincare hingga Kopi
"Sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, ini menjadi pengakuan atas kiprah dan kualitas kopi Indonesia di mata dunia,” ujar Zulhas saat membuka acara World of Coffee Jakarta 2025, Kamis (15/5).
Dia mencatat bahwa produksi kopi nasional mencapai 789.000 ton per tahun, atau sekitar 6,6?ri total produksi global sekaligus menempatkan Indonesia sebagai Negara produsen kopi keempat dunia. Indonesia sendiri memiliki 54 indikasi geografis (IG) komoditas kopi yang menjadi identitas kuat di kancah internasional. “
Kopi bukan hanya komoditas tapi bagian dari denyut kehidupan masyarakat kita. Di setiap sudut negeri, dari Gayo hingga Toraja, kopi adalah warisan budaya dan kebanggaan bangsa,” kata Zulhas.
Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Daryanto Witarsa mengatakan, dengan menjadi tuan rumah maka kegiatan ini akan memberi dampak positif bagi perekonomian Indonesia sekaligus membawa kopi nusantara lebih dikenal di kancah internasional.
“Indonesia memiliki cita rasa kopi yang kuat sehingga potensinya perlu dimanfaatkan dengan maksimal,” tuturnya.
World of Coffee Jakarta merupakan ajang pameran pertama oleh Specialty Coffee Association (SCA) yang diselenggarakan di negara produsen kopi. Pameran istimewa ini menawarkan peluang unggul bagi para peserta pameran dan sponsor untuk menampilkan produk serta inovasi mereka kepada audiens global yang meliputi pembeli, roaster, dan para pakar industri.
CEO SCA, Yannis Apostolopoulos, menyebut Indonesia sebagai lokasi yang strategis karena posisinya sebagai pasar konsumen signifikan di Asia sekaligus produsen kopi unggulan. “Kami ingin memajukan inovasi industri dan keberlanjutan dalam sektor kopi. Dengan peran penting Indonesia dalam rantai pasok global, acara ini menjadi katalis bagi kolaborasi dan pertukaran ilmu,” ujar Yannis.
World of Cofffe Jakarta 2025 ini diprediksi akan menarik lebih dari 30.000 pengunjung dari 50 negara dan menghadirkan sekitar 400 peserta pameran dari berbagai sektor industri kopi global.
Ajang ini tidak hanya menjadi tempat promosi bagi pelaku industri, tetapi juga wadah edukasi dan pengembangan pasar.
Salah satu sorotan baru dalam World of Coffee Jakarta adalah Producer Village, ruang khusus yang mempertemukan petani kopi dari berbagai daerah di Indonesia dengan pelaku industri global, seperti roaster, barista, hingga retailer.
Di sinilah pengunjung bisa mengenal lebih dalam praktik budidaya lokal dan potensi kolaborasi yang mendorong keberlanjutan.
Sementara itu, Roaster Village menjadi ajang bagi para pemanggang kopi kecil dan menengah untuk memperkenalkan produk mereka, termasuk nama-nama seperti Glitch Tokyo, Hacienda La Esmeralda, Moonshine Coffee Roasters, Tanamera Coffee, Flava Coffee, Gayo’s Best Coffee Lab, dan banyak lagi.
Dengan eksistensi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, kehadiran World of Coffee di Jakarta menjadi tonggak penting yang memperkuat posisi Indonesia di kancah kopi internasional.
Baca juga: Resep Lulur Tradisional Bahan Kunyit sampai Kopi untuk Kecantikan Kulit
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan menekankan bahwa kehadiran World of Coffee di Indonesia bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga pengakuan terhadap peran Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri kopi dunia.
Baca juga: Potensi Ekspor ke Pasar Asia Tenggara Menggiurkan, Skincare hingga Kopi
"Sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, ini menjadi pengakuan atas kiprah dan kualitas kopi Indonesia di mata dunia,” ujar Zulhas saat membuka acara World of Coffee Jakarta 2025, Kamis (15/5).
Dia mencatat bahwa produksi kopi nasional mencapai 789.000 ton per tahun, atau sekitar 6,6?ri total produksi global sekaligus menempatkan Indonesia sebagai Negara produsen kopi keempat dunia. Indonesia sendiri memiliki 54 indikasi geografis (IG) komoditas kopi yang menjadi identitas kuat di kancah internasional. “
Kopi bukan hanya komoditas tapi bagian dari denyut kehidupan masyarakat kita. Di setiap sudut negeri, dari Gayo hingga Toraja, kopi adalah warisan budaya dan kebanggaan bangsa,” kata Zulhas.
Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Daryanto Witarsa mengatakan, dengan menjadi tuan rumah maka kegiatan ini akan memberi dampak positif bagi perekonomian Indonesia sekaligus membawa kopi nusantara lebih dikenal di kancah internasional.
“Indonesia memiliki cita rasa kopi yang kuat sehingga potensinya perlu dimanfaatkan dengan maksimal,” tuturnya.
World of Coffee Jakarta merupakan ajang pameran pertama oleh Specialty Coffee Association (SCA) yang diselenggarakan di negara produsen kopi. Pameran istimewa ini menawarkan peluang unggul bagi para peserta pameran dan sponsor untuk menampilkan produk serta inovasi mereka kepada audiens global yang meliputi pembeli, roaster, dan para pakar industri.
CEO SCA, Yannis Apostolopoulos, menyebut Indonesia sebagai lokasi yang strategis karena posisinya sebagai pasar konsumen signifikan di Asia sekaligus produsen kopi unggulan. “Kami ingin memajukan inovasi industri dan keberlanjutan dalam sektor kopi. Dengan peran penting Indonesia dalam rantai pasok global, acara ini menjadi katalis bagi kolaborasi dan pertukaran ilmu,” ujar Yannis.
World of Cofffe Jakarta 2025 ini diprediksi akan menarik lebih dari 30.000 pengunjung dari 50 negara dan menghadirkan sekitar 400 peserta pameran dari berbagai sektor industri kopi global.
Ajang ini tidak hanya menjadi tempat promosi bagi pelaku industri, tetapi juga wadah edukasi dan pengembangan pasar.
Salah satu sorotan baru dalam World of Coffee Jakarta adalah Producer Village, ruang khusus yang mempertemukan petani kopi dari berbagai daerah di Indonesia dengan pelaku industri global, seperti roaster, barista, hingga retailer.
Di sinilah pengunjung bisa mengenal lebih dalam praktik budidaya lokal dan potensi kolaborasi yang mendorong keberlanjutan.
Sementara itu, Roaster Village menjadi ajang bagi para pemanggang kopi kecil dan menengah untuk memperkenalkan produk mereka, termasuk nama-nama seperti Glitch Tokyo, Hacienda La Esmeralda, Moonshine Coffee Roasters, Tanamera Coffee, Flava Coffee, Gayo’s Best Coffee Lab, dan banyak lagi.
Dengan eksistensi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, kehadiran World of Coffee di Jakarta menjadi tonggak penting yang memperkuat posisi Indonesia di kancah kopi internasional.
Baca juga: Resep Lulur Tradisional Bahan Kunyit sampai Kopi untuk Kecantikan Kulit

Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.
KUMPULAN ARTIKEL LAINNYA
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta
26 Maret 2026
Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik
17 Maret 2026
The Good Bagel: Kafe Bagel Artisan di Gading Serpong yang Viral
16 Maret 2026
Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng
13 Maret 2026