Mengenal Osechi Ryori, Tradisi Kuliner Jepang yang Sarat Makna

15 March 2025   |   06:00 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id
Mengenal Osechi Ryori, Tradisi Kuliner Jepang yang Sarat Makna

Osechi Ryori (Sumber gambar: Fanny Kusumawardhani/Hypeabis.id)


Bento, kotak makan tradisional Jepang memiliki tempat yang sangat khusus dalam budaya kuliner Negeri Sakura. Salah satu momen yang paling bermakna adalah saat perayaan Tahun Baru, di mana Osechi Ryouri yang merupakan makanan khas yang disajikan dalam kotak berlapis menjadi simbol harapan dan doa untuk masa depan.
 
Menarik balik asal usulnya, Osechi Ryouri dapat ditelusuri kembali ke periode Heian (794 - 1185), di mana masyarakat Jepang mulai menyiapkan hidangan khusus untuk merayakan pergantian tahun. Pada masa itu, Osechi Ryouri disajikan dalam kotak berlapis yang disebut jubako dengan setiap lapisan berisi berbagai jenis makanan yang memiliki makna simbolis seperti harapan untuk kesehatan, kemakmuran, dan kebahagiaan. 

Baca juga: Chef Costas Spiliadis Hadirkan Kehangatan Tradisi Kuliner Yunani di Milos Singapura
 
Kembali merayakan tradisi tersebut, baru-baru ini, aneka makanan khas Jepang dijajakan dalam kotak bento di hadapan para perwakilan negara Asia Tenggara di Sekretariat ASEAN sebagai bagian dari pengenalan tradisi kuliner Jepang. Osechi Ryori ini disajikan oleh Chef Morita dan Chef Naoyuki Shimada.
 
Sebagaimana diketahui, Osechi Ryouri adalah sajian tradisional Jepang yang memiliki makna mendalam di setiap bahan dan hidangannya. Makanan ini disajikan pada perayaan Tahun Baru Jepang dengan berbagai jenis olahan yang sering kali berbahan dasar makanan laut.
 
Makanan-makanan ini memiliki simbolisme tersendiri yang mewakili harapan-harapan positif untuk tahun yang baru. Simbolisme ini bisa berupa kebahagiaan, kesehatan, dan keberuntungan. Dalam satu kotak bento tersebut, beragam makanan berbasis cuka, makanan yang direbus, dan makanan yang dipanggang menyatu.
 

Suhi, kondimen dari Osechi Ryori (Sumber gambar: Fanny Kusumawardhani/Hypeabis.id)

Sushi, kondimen dari Osechi Ryori (Sumber gambar: Fanny Kusumawardhani/Hypeabis.id)

 
Salah satunya yang paling populer adalah sushi. Selain lezat, hidangan sushi juga menyimpan harapan akan keberuntungan yang melimpah. Chef Shimada menjelaskan, sushi merupakan hidangan tradisional Jepang yang membawa harapan untuk memberikan keberuntungan kepada keluarga, serta menghormati Tuhan dalam perayaan Tahun Baru. Sushi  dengan bahan dasar ikan segar sering kali dihidangkan sebagai simbol keberuntungan yang ingin dihadirkan pada tahun yang baru.
 
Selain sushi, ada pula hidangan seperti kacang hitam manis atau kuromame yang melambangkan kesehatan dan umur panjang, serta ikan salmon yang melambangkan kemakmuran. Hidangan lainnya juga mencerminkan harapan-harapan untuk kebahagiaan keluarga dan keharmonisan dalam rumah tangga.
 
Chef Shimada mengatakan, dalam setiap suapan sushi, setiap butir kuromame, dan setiap iris ikan yang tersaji dalam kotak bento tersembunyi doa dan harapan agar keluarga tetap sehat, bahagia, dan makmur sepanjang tahun.
 
Setiap item dalam Osechi Ryouri disajikan dalam kotak berlapis yang melambangkan harmoni dan rasa kemanusiaan dalam keluarga. Chef Shimada menjelaskan,  kotak berlapis dalam bento ini bukan hanya untuk menampilkan keindahan, tetapi untuk menunjukkan harmoni, kemanusiaan, dan kebahagiaan keluarga.
 
“Pada dasarnya, Osechi bukan hanya sebuah hidangan.  Ini adalah perayaan tradisi, keluarga, dan harapan untuk tahun yang  bahagia dan berkembang. Ini berperan penting dalam membawa keluarga tetap bersama dan menghormati semangat tahun baru,” jelas Chef Shimada. 

Baca juga: Menikmati Kuliner Yogyakarta di Ramadan Harmoni Jogja, dari Gudeg hingga Kopi Joss

Makanan bukan hanya tentang rasa. Lebih jauh, dalam budaya Jepang, hidangan bisa menjadi representasi menghormati semangat Tahun Baru dan membawa momen keluarga lebih hangat.
 
Tradisi Osechi Ryouri, kata Chef Shimada, merupakan contoh sempurna dari bagaimana kuliner dapat menjadi wadah budaya dan simbol harapan yang mendalam bagi masyarakat Jepang yang mengikutinya.
 

SEBELUMNYA

Apa Itu Food Reviewer? Ini Syaratnya untuk Jadi Kritikus Makanan

BERIKUTNYA

Resep Es Kuwut Timun Suri, Takjil Segar khas Bali untuk Buka Puasa

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.


Osechi Ryori (Sumber gambar: Fanny Kusumawardhani/Hypeabis.id)

Mengenal Osechi Ryori, Tradisi Kuliner Jepang yang Sarat Makna

15 March 2025   |   06:00 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id
Mengenal Osechi Ryori, Tradisi Kuliner Jepang yang Sarat Makna

Osechi Ryori (Sumber gambar: Fanny Kusumawardhani/Hypeabis.id)


Bento, kotak makan tradisional Jepang memiliki tempat yang sangat khusus dalam budaya kuliner Negeri Sakura. Salah satu momen yang paling bermakna adalah saat perayaan Tahun Baru, di mana Osechi Ryouri yang merupakan makanan khas yang disajikan dalam kotak berlapis menjadi simbol harapan dan doa untuk masa depan.
 
Menarik balik asal usulnya, Osechi Ryouri dapat ditelusuri kembali ke periode Heian (794 - 1185), di mana masyarakat Jepang mulai menyiapkan hidangan khusus untuk merayakan pergantian tahun. Pada masa itu, Osechi Ryouri disajikan dalam kotak berlapis yang disebut jubako dengan setiap lapisan berisi berbagai jenis makanan yang memiliki makna simbolis seperti harapan untuk kesehatan, kemakmuran, dan kebahagiaan. 

Baca juga: Chef Costas Spiliadis Hadirkan Kehangatan Tradisi Kuliner Yunani di Milos Singapura
 
Kembali merayakan tradisi tersebut, baru-baru ini, aneka makanan khas Jepang dijajakan dalam kotak bento di hadapan para perwakilan negara Asia Tenggara di Sekretariat ASEAN sebagai bagian dari pengenalan tradisi kuliner Jepang. Osechi Ryori ini disajikan oleh Chef Morita dan Chef Naoyuki Shimada.
 
Sebagaimana diketahui, Osechi Ryouri adalah sajian tradisional Jepang yang memiliki makna mendalam di setiap bahan dan hidangannya. Makanan ini disajikan pada perayaan Tahun Baru Jepang dengan berbagai jenis olahan yang sering kali berbahan dasar makanan laut.
 
Makanan-makanan ini memiliki simbolisme tersendiri yang mewakili harapan-harapan positif untuk tahun yang baru. Simbolisme ini bisa berupa kebahagiaan, kesehatan, dan keberuntungan. Dalam satu kotak bento tersebut, beragam makanan berbasis cuka, makanan yang direbus, dan makanan yang dipanggang menyatu.
 

Suhi, kondimen dari Osechi Ryori (Sumber gambar: Fanny Kusumawardhani/Hypeabis.id)

Sushi, kondimen dari Osechi Ryori (Sumber gambar: Fanny Kusumawardhani/Hypeabis.id)

 
Salah satunya yang paling populer adalah sushi. Selain lezat, hidangan sushi juga menyimpan harapan akan keberuntungan yang melimpah. Chef Shimada menjelaskan, sushi merupakan hidangan tradisional Jepang yang membawa harapan untuk memberikan keberuntungan kepada keluarga, serta menghormati Tuhan dalam perayaan Tahun Baru. Sushi  dengan bahan dasar ikan segar sering kali dihidangkan sebagai simbol keberuntungan yang ingin dihadirkan pada tahun yang baru.
 
Selain sushi, ada pula hidangan seperti kacang hitam manis atau kuromame yang melambangkan kesehatan dan umur panjang, serta ikan salmon yang melambangkan kemakmuran. Hidangan lainnya juga mencerminkan harapan-harapan untuk kebahagiaan keluarga dan keharmonisan dalam rumah tangga.
 
Chef Shimada mengatakan, dalam setiap suapan sushi, setiap butir kuromame, dan setiap iris ikan yang tersaji dalam kotak bento tersembunyi doa dan harapan agar keluarga tetap sehat, bahagia, dan makmur sepanjang tahun.
 
Setiap item dalam Osechi Ryouri disajikan dalam kotak berlapis yang melambangkan harmoni dan rasa kemanusiaan dalam keluarga. Chef Shimada menjelaskan,  kotak berlapis dalam bento ini bukan hanya untuk menampilkan keindahan, tetapi untuk menunjukkan harmoni, kemanusiaan, dan kebahagiaan keluarga.
 
“Pada dasarnya, Osechi bukan hanya sebuah hidangan.  Ini adalah perayaan tradisi, keluarga, dan harapan untuk tahun yang  bahagia dan berkembang. Ini berperan penting dalam membawa keluarga tetap bersama dan menghormati semangat tahun baru,” jelas Chef Shimada. 

Baca juga: Menikmati Kuliner Yogyakarta di Ramadan Harmoni Jogja, dari Gudeg hingga Kopi Joss

Makanan bukan hanya tentang rasa. Lebih jauh, dalam budaya Jepang, hidangan bisa menjadi representasi menghormati semangat Tahun Baru dan membawa momen keluarga lebih hangat.
 
Tradisi Osechi Ryouri, kata Chef Shimada, merupakan contoh sempurna dari bagaimana kuliner dapat menjadi wadah budaya dan simbol harapan yang mendalam bagi masyarakat Jepang yang mengikutinya.
 

SEBELUMNYA

Apa Itu Food Reviewer? Ini Syaratnya untuk Jadi Kritikus Makanan

BERIKUTNYA

Resep Es Kuwut Timun Suri, Takjil Segar khas Bali untuk Buka Puasa

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.