Ilustrasi esports (dok. Unsplash/Josh Berendes)

Perkembangan Demografi Esport Indonesia, Penggemar Perempuan Mulai Menyusul

04 January 2022   |   18:27 WIB
Image
Syaiful Millah Content Manager Assistant Hypeabis.id. Menulis isu seputar teknologi/digital.

Industri olahraga elektronik atau esports terus berkembang sedemikian rupa. Ini dorong oleh penetrasi pengguna perangkat elektronik seperti ponsel dan komputer serta munculnya ragam permainan kompetitif yang diminati oleh masyarakat, tak terkecuali di dalam negeri.

Agensi komunikasi ASEAN Vero dan firma riset Decision Lab baru-baru ini merilis hasil riset bertajuk Gaming dan Esports di Indonesia: Arena Baru Untuk Brand. Riset ini bertujuan meneliti lanskap industri esports dalam negeri. 

Dalam penelitian ini, Decision Lab mengirimkan undangan survei ke panel daring yang terdiri atas sekitar 750.000 responden dari kelompok usia 16-40 tahun, yang mengidentifikasi diri mereka sebagai penggemar gim. 

Berdasarkan perkiraan komunitas gim Indonesia sekitar 40-50 juta orang, Decision Lab mengumpulkan 312 titik data untuk memperkirakan parameter populasi pada interval kepercayaan 95 persen dengan margin error sekitar 4,4 persen. 

Hasil temuan mengenai audiens esports di dalam negeri yang tercantum pada laporan tersebut adalah sebagai berikut : 
  • 53 persen mereka adalah penonton esports (watcher only
  • 6 persen adalah pemain gim (gamers only)
  • 1 persen adalah streamer (streamer only
  • 29 persen merupakan penonton dan pemain gim (watcher are also gamers
  • 26 persen merupakan penonton dan streamer (watcher are also streamer
  • 19 persen merupakan pemain gim dan streamer (gamers are also streamer
  • 17 persen merupakan penonton, pemain, dan streamer 
Catatan pada poin ini menunjukkan bahwa 50 persen responden menonton streaming lebih dari 2-3 kali per minggu. Selain itu sekitar 74 persen responden menyatakan alasan mereka menonton streaming esports adalah untuk hiburan. Sementara itu, Mobile Legend dan PUBG mendominasi kategori sebagai permainan yang paling banyak dimainkan, ditonton, dan dijadikan streaming. 
 

Usia 


Laporan dari Vero dan DecisionLab juga mengidentifikasi demografi penggemar esports berdasarkan usia, berikut ini adalah hasilnya : 

Kategori gamers
  • 14 persen berusia 16-21 tahun 
  • 18 persen berusia 22-25 tahun 
  • 19 persen berusia 26-29 tahun 
  • 17 persen berusia 30-33 tahun 
  • 21 persen berusia 34-37 tahun 
  • 12 persen berusia 38-41 tahun 

Kategori watcher
  • 15 persen berusia 17-21 tahun 
  • 18 persen berusia 22-25 tahun 
  • 19 persen berusia 26-29 tahun 
  • 16 persen berusia 30-33 tahun 
  • 19 persen berusia 34-37 tahun 
  • 12 persen berusia 38-41 tahun 

Kategori streamer
  • 12 persen berusia 17-21 tahun 
  • 16 persen berusia 22-25 tahun 
  • 21 persen berusia 26-29 tahun 
  • 17 persen berusia 30-33 tahun 
  • 22 persen berusia 34-37 tahun 
  • 12 persen berusia 38-41 tahun 

Poin ini menunjukkan fakta yang menarik bahwa lebih dari separuh penonton esports atau sekitar 56 persen adalah milenial berusia 26-37 tahun. Ketiga kategori juga menunjukkan bahwa dunia ini juga diisi oleh kelompok usia yang tidak muda, dengan banyak kalangan berusia lebih dari 30 tahun. 
 

Gender 


Selain usia atau umur, laporan juga menyoroti demografi penggemar olahraga elektronik di dalam negeri berdasarkan gender. Hal menarik terlihat bahwa kendati masih didominasi oleh pria dengan persentase 53 persen, tapi terlihat perempuan juga punya andil besar dengan 47 persen. 

Laporan mencatat bahwa tipikal pemain gim di Indonesia saat ini terlihat sangat berbeda dari lima tahun lalu karena penyebaran internet dan smartphone, yang telah menghubungkan banyak orang dari berbagai latar belakang. Tak terkecuali perempuan yang memainkan dan berperan sebagai pembuat konten gim.  

Editor : Gita
SEBELUMNYA

Wow! Pengguna KRL pada Masa Nataru Meningkat 34 Persen

BERIKUTNYA

Kasus Omicron Meningkat, Grammy Awards 2022 Kemungkinan Besar Ditunda

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: