Ilustrasi v-belt motor yang sedang dibongkar (dok: Suzuki Indonesia)

Ini 5 Tanda Van Belt Motor Mau Putus, Bahaya jika Dibiarkan!

30 December 2021   |   09:33 WIB
Image
Rezha Hadyan Hypeabis.id

Van belt atau v-belt adalah sabuk tunggal yang digunakan untuk menggerakkan beberapa komponen penting dalam mesin otomotif. Lantaran beban kerja sabuk penggerak ini sangat tinggi, v-belt pasti mengalami keausan dan dapat putus tiba-tiba jika tidak diperiksa rutin.

Sebelum putus dan membahayakan pengendara, ada baiknya untuk segera mengganti v-belt jika terlihat sudah dalam keadaan rusak.  Faktanya, ada beberapa faktor yang menyebabkan van belt motor mudah putus, bahkan meski usia penggunaannya belum lama. Kebanyakan orang berpikir bahwa jarak tempuh adalah penyebab utamanya.

Padahal faktor utama yang menyebabkan v-belt mudah putus adalah akselerasi atau beban kerja pada belt yang terlalu berlebihan. Selain itu, terdapat faktor lain yang juga turut mempengaruhi kondisi dari v-belt.

Saat mesin dalam keadaan yang tidak prima kemudian motor digunakan pada jalanan yang ekstrim, v-belt akan mengalami penurunan fungsi secara otomatis. Berkaitan dengan itu, komponen lain yang juga sering diabaikan padahal memegang peranan yang amat penting adalah pelumas.

Pelumasan pada transmisi gearbox atau CVT merupakan hal yang sangat penting. Terlebih pada motor matic yang memiliki transmisi berbeda dengan motor biasa. Jika proses pelumasan dilupakan begitu saja dan tidak terawat, komponen akan seret sehingga v-belt motor menjadi lebih berat.

Jika v-belt pada motor menanggung beban yang berat, kondisi v-belt akan semakin memburuk dan mudah putus. Apabila motor terasa lebih berat dan sabuk CVT berkurang serta semakin melar, segeralah mengganti v-belt pada motor.

Mengutip Suzuki Indonesia, ada beberapa cara paling mudah untuk mengenali v-belt yang akan putus. Sebaiknya, kenali tanda-tanda di bawah ini sebelum v-belt benar-benar putus dan membahayakan pengendara.
 

1. Muncui bunyi pada bagian boks CVT

Muncul bunyi pada bagian boks CVT yang akan terdengar pada saat akselerasi awal. Selanjutnya, akan terdengar bunyi seperti decitan pada bagian CVT sesaat setelah motor akan dijalankan.
 

2. Tarikan motor tidak senyaman biasanya

Umumnya, motor matic memiliki tarikan yang halus dan lancar. Namun, jika tiba-tiba tarikan menjadi kasar dan berkurang, bisa jadi penyebabnya adalah v-belt yang sudah waktunya diganti karena mau putus. Tarikan motor yang v-belt-nya mau putus biasanya juga akan terasa keras seperti baru keluar dari rendaman air banjir.

Pada saat motor berada di kecepatan tinggi, jalan akan terasa sulit dan tidak mulus. Dalam hal ini akan muncul rasa seperti kampas kopling sudah mencapai titik penghabisan dan RPM akan mengalami kenaikan sebentar tetapi kecepatan motor tidak mengalami penambahan.
 

3. Muncul getaran aneh pada motor

Tanda lain yang juga sering dijadikan patokan untuk mengetahui kondisi v-belt adalah dengan mendeteksi adanya getaran pada motor. Namun, getaran pada motor yang disebabkan oleh v-belt tidak bisa dijadikan patokan utama karena getaran bisa hilang setelah beberapa saat.
 

4. V-belt mulai mengalami keretakan

Tidak hanya hubungan saja yang mengalami keretakan, van belt motor juga dapat mengalami keretakan jika sudah waktunya diganti. Untuk melihat keretakan ini, Anda dapat mengamati lekukan yang membentuk huruf V pada bagian motor yang bergerigi.
 

5. Memperbarui v-belt setiap kelipatan 15.000 kilometer

Pada dasarnya, masa aktif atau umur pemakaian v-belt memang tidak bisa disamakan satu sama lain. Namun, sebaiknya gantilah v-belt dengan yang baru setelah masuk kelipatan 15.000 kilometer.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Deretan Artis K-pop Siap Debut & Rilis Album pada Januari 2022

BERIKUTNYA

Dior Tunda Peluncuran Koleksi Kolaborasi x Travis Scott Gara-gara Tragedi Astroworld

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: