Through Constant Decay (Dok. Jam Sutton Studio)

Terinspirasi Patung Kuno, Pematung Jam Sutton Merilis NFT Versi Augmented Reality

24 May 2021   |   17:42 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Seniman interdisipliner asal Inggris, Jam Sutton, telah merilis koleksi patung augmented reality sebagai non-fungible token (NFT) atau aset digital di Nifty Gateway yang bekerja sama dengan IV Gallery. Selama ini, karya seni Sutton terkenal karena menciptakan karya yang mengeksplorasi hubungan antara teknologi dan zaman kuno.

Koleksinya yang berjudul Through Constant Decay menampilkan potret diri seniman sebagai patung tiga dimensi (3D) yang mengambil inspirasi dari patung Yunani dan Romawi kuno.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Jam Sutton (@jamsutton)


Sutton mengatakan bahwa dia ingin mencoba menangkap esensi keberadaan dirinya sebagai seniman dan menangguhkannya di ruang digital dan fisik.

Jam Sutton merupakan salah satu seniman patung asal Inggris yang mengeksplorasi ruang antara teknologi dan zaman kuno. Memanfaatkan pemindaian 3D, augmented reality, pencetakan 3D dan AI (artificial intelegent).

Dia mampu menciptakan pahatan yang mengeksplorasi identitas dan representasi tubuh manusia di era digital saat ini.

“Saya ingin menciptakan kesan figur, memberikan representasi subjek saya sebagai cangkang digital yang retak dan tidak sempurna dari gangguan selama proses pemindaian,” ungkapnya.


Sebagai bagian dari proses pembuatan patung, Sutton memindai monumen arkeologi tersebut ke dalam bentuk digital, kontras dengan teknik lama yang digunakan untuk membuat struktur batu ini ribuan tahun yang lalu.

Sebelumnya, koleksi karyanya yang berjudul Rituals: Megalithomania yang mengeksplorasi ritual kuno dan modern dipamerkan menggunakan augmented reality di Venesia. Patung-patung tersebut menyandingkan kemegahan Venesia dengan beberapa struktur ritual pertama manusia kuno.

Nah, kalau Genhype ingin melihat koleksi hebat yang lain, aplikasi Jam Sutton bisa diunduh secara gratis baik di Android ataupun iOS lho.

Editor: Roni Yunianto

SEBELUMNYA

Google Uji Coba Dark Mode di Desktop, Ini Cara Aktivasinya

BERIKUTNYA

Mundur sebagai CEO ByteDance, Ini Kata Zhang Yiming

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: