Kiat Psikolog Hadapi Anak Rewel di Perjalanan Mudik
17 March 2026 |
21:01 WIB
Musim mudik Lebaran 2026 telah tiba. Perjalanan ke kampung halaman yang panjang kerap menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, terutama ketika harus menghadapi anak yang mulai rewel di tengah jalan. Kondisi lelah, bosan, hingga perubahan rutinitas membuat anak lebih mudah merasa tidak nyaman selama perjalanan jauh.
Menurut psikolog Anak dan Keluarga dari Universitas Indonesia, Rose Mini, kerewelan anak saat mudik merupakan hal yang wajar terjadi. Pasalnya, rasa bosan, lelah, hingga perubahan rutinitas di perjalanan sering kali membuat anak menjadi tidak betah saat mudik.
Baca juga: Tips Mudik Bersama Anak Agar Perjalanan Menyenangkan
“Salah satu penyebab anak rewel saat mudik adalah rasa tidak nyaman karena berada dalam situasi yang monoton secara terus-menerus. Kondisi ini membuat anak cenderung mencari perhatian, misalnya dengan menangis atau meminta berhenti dari kendaraan,” kata Rose Mini.
Rose Mini menekankan bahwa kondisi seperti ini perlu diantisipasi sedari awal oleh orang tua. Perjalanan mudik, katanya, sebaiknya dirancang tidak hanya mengutamakan aspek keamanan, tetapi juga dibuat menarik agar anak tidak merasa jenuh selama di perjalanan.
Dia menyebut, ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan, salah satunya dengan menyiapkan perjalanan yang semenyenangkan mungkin. Misalnya, orang tua bisa membawa makanan dan minuman, termasuk camilan favorit anak untuk menemani selama perjalanan.
Selain itu, jika memungkinkan, sediakan hiburan seperti tayangan televisi di mobil atau video dari YouTube, misalnya film kartun atau konten lucu yang dapat membuat anak tetap terhibur.
“Orang tua juga perlu memahami kegiatan atau hobi anak yang bisa dibawa selama perjalanan agar tetap merasa senang. Misalnya, dengan membawa mainan atau hal-hal yang ia sukai,” imbuhnya.
Cara lain yang efektif untuk mencegah anak menjadi rewel adalah dengan mengajak mereka bercerita selama perjalanan. Momen mudik yang identik dengan perjalanan ke tempat baru bisa dimanfaatkan orang tua sebagai kesempatan untuk menciptakan interaksi yang menyenangkan.
Orang tua dapat mengajak anak bermain tebak-tebakan sederhana, seperti menebak jenis pohon di sepanjang jalan, mengenalkan pemandangan persawahan, hingga menyebutkan nama-nama kota yang dilalui beserta keunikannya. Aktivitas ini dapat membantu anak tetap terhibur sekaligus mengurangi rasa bosan.
“Anak pada dasarnya sangat menyukai hal-hal baru yang belum mereka ketahui, lalu hal itu dijelaskan kepada mereka,” jelasnya.
Kemudian, katanya, hal paling penting dalam perjalanan panjang, orang tua sebaiknya tidak memaksakan berjalan terus-menerus tanpa jeda. Perlu ada waktu untuk berhenti di titik-titik tertentu, misalnya saat jam makan siang, sore hari, atau waktu makan malam.
Menurutnya, jeda tersebut penting agar anak memiliki kesempatan untuk bergerak bebas. Saat berhenti di rest area, katanya, orang tua juga bisa membiarkan anak-anak berlari kecil atau sekadar meregangkan kaki, tetapi tetap dengan pengawasan. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa lelah sekaligus membuat suasana hati anak kembali lebih baik.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Menurut psikolog Anak dan Keluarga dari Universitas Indonesia, Rose Mini, kerewelan anak saat mudik merupakan hal yang wajar terjadi. Pasalnya, rasa bosan, lelah, hingga perubahan rutinitas di perjalanan sering kali membuat anak menjadi tidak betah saat mudik.
Baca juga: Tips Mudik Bersama Anak Agar Perjalanan Menyenangkan
“Salah satu penyebab anak rewel saat mudik adalah rasa tidak nyaman karena berada dalam situasi yang monoton secara terus-menerus. Kondisi ini membuat anak cenderung mencari perhatian, misalnya dengan menangis atau meminta berhenti dari kendaraan,” kata Rose Mini.
Rose Mini menekankan bahwa kondisi seperti ini perlu diantisipasi sedari awal oleh orang tua. Perjalanan mudik, katanya, sebaiknya dirancang tidak hanya mengutamakan aspek keamanan, tetapi juga dibuat menarik agar anak tidak merasa jenuh selama di perjalanan.
Dia menyebut, ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan, salah satunya dengan menyiapkan perjalanan yang semenyenangkan mungkin. Misalnya, orang tua bisa membawa makanan dan minuman, termasuk camilan favorit anak untuk menemani selama perjalanan.
Selain itu, jika memungkinkan, sediakan hiburan seperti tayangan televisi di mobil atau video dari YouTube, misalnya film kartun atau konten lucu yang dapat membuat anak tetap terhibur.
“Orang tua juga perlu memahami kegiatan atau hobi anak yang bisa dibawa selama perjalanan agar tetap merasa senang. Misalnya, dengan membawa mainan atau hal-hal yang ia sukai,” imbuhnya.
Cara lain yang efektif untuk mencegah anak menjadi rewel adalah dengan mengajak mereka bercerita selama perjalanan. Momen mudik yang identik dengan perjalanan ke tempat baru bisa dimanfaatkan orang tua sebagai kesempatan untuk menciptakan interaksi yang menyenangkan.
Orang tua dapat mengajak anak bermain tebak-tebakan sederhana, seperti menebak jenis pohon di sepanjang jalan, mengenalkan pemandangan persawahan, hingga menyebutkan nama-nama kota yang dilalui beserta keunikannya. Aktivitas ini dapat membantu anak tetap terhibur sekaligus mengurangi rasa bosan.
“Anak pada dasarnya sangat menyukai hal-hal baru yang belum mereka ketahui, lalu hal itu dijelaskan kepada mereka,” jelasnya.
Kemudian, katanya, hal paling penting dalam perjalanan panjang, orang tua sebaiknya tidak memaksakan berjalan terus-menerus tanpa jeda. Perlu ada waktu untuk berhenti di titik-titik tertentu, misalnya saat jam makan siang, sore hari, atau waktu makan malam.
Menurutnya, jeda tersebut penting agar anak memiliki kesempatan untuk bergerak bebas. Saat berhenti di rest area, katanya, orang tua juga bisa membiarkan anak-anak berlari kecil atau sekadar meregangkan kaki, tetapi tetap dengan pengawasan. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa lelah sekaligus membuat suasana hati anak kembali lebih baik.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.