Mengenal MRI 1,5 Tesla, Teknologi Canggih untuk Diagnostik Jantung
10 March 2026 |
17:57 WIB
Perkembangan teknologi kedokteran terus menghadirkan alat diagnostik yang semakin akurat dan minim risiko bagi pasien. Salah satu yang kini menjadi andalan dalam dunia pencitraan medis adalah MRI 1,5 Tesla, alat pemindaian canggih yang mampu menampilkan gambaran detail organ tubuh tanpa radiasi.
Teknologi ini telah berkembang tidak hanya untuk mendukung diagnostik jantung (cardiac MRI), tetapi juga berbagai pemeriksaan organ lain atau non-cardiac. Dengan kemampuan visualisasi jaringan yang lebih tajam, dokter dapat menilai struktur, fungsi, hingga potensi kelainan organ secara lebih presisi.
Baca juga: Detak Jantung Tak Teratur di Usia Muda? Bisa Jadi Tanda Bahaya Serangan Stroke
Di Indonesia, layanan pemeriksaan dengan teknologi ini juga mulai diperluas. Salah satunya kini tersedia di RS Jantung Jakarta, yang baru saja membuka layanan MRI 1,5 Tesla untuk menunjang pemeriksaan penyakit jantung sekaligus berbagai kebutuhan diagnostik organ tubuh lainnya.
Direktur RS Jantung Jakarta M Andi Yasiin mengatakan Kehadiran unit Cardiac Magnetic Resonance Imaging (CMR) atau MRI Jantung ini merupakan gold standard global dalam karakterisasi jaringan otot jantung. Melalui teknologi ini, tim medis dapat mengidentifikasi kondisi seperti fibrosis, edema, hingga infiltrasi pada otot jantung dengan tingkat ketepatan yang sulit dicapai melalui pemeriksaan ekokardiografi konvensional.
Dia juga menambahkan bahwa teknologi MRI ini tidak menggunakan radiasi, sehingga lebih aman bagi pasien, termasuk kelompok usia yang lebih muda. Dengan keunggulan tersebut, pemeriksaan dapat dilakukan dengan risiko yang lebih minimal tanpa mengurangi akurasi hasil diagnostik.
"Integrasi teknologi bebas radiasi ini akan mempercepat alur penanganan pasien secara komprehensif, terutama bagi pasien dengan penyakit jantung bawaan maupun kardiomiopati," kata Andi dalam peresmian Layanan MRI 1,5 Tesla bertajuk Beyond the Heart: A New Era of MRI Imaging di RS Jantung Jakarta, Senin, (10/3/2026).
Meskipun RS Jantung Jakarta dikenal sebagai pusat layanan kardiovaskular, katanya, kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini menuntut pendekatan yang lebih komprehensif. Pasalnya, penyakit jantung kerap berkaitan dengan berbagai kondisi medis lain, sehingga pemilihan teknologi MRI 1,5 Tesla menjadi langkah untuk memperkuat layanan diagnostik tersebut.
Oleh karena itu, baginya, kehadiran teknologi baru di sebuah rumah sakit bukan lagi sekadar pengadaan peralatan medis. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan investasi untuk meningkatkan ketepatan diagnosis sekaligus kualitas terapi yang diterima pasien.
Dokter spesialis radiologi intervensi Daniel Ruslim mengatakan bahwa Cardiac Magnetic Resonance (CMR) atau MRI jantung mampu meningkatkan akurasi diagnosis secara signifikan. Teknologi ini bahkan dapat membuat diagnosis menjadi lebih spesifik pada sekitar 30–50 persen kasus gagal jantung melalui proses yang dikenal sebagai phenotyping upgrade.
Dengan kemampuan tersebut, dokter dapat memahami penyebab dan karakteristik penyakit jantung pasien secara lebih detail. "Hal ini pada akhirnya membantu menentukan terapi yang lebih tepat sasaran dan meningkatkan peluang keberhasilan penanganan pasien," imbuhnya.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Paskariatne Probo Dewi menjelaskan bahwa meskipun fokus utama rumah sakit berada pada layanan kardiovaskular, teknologi MRI 1,5 Tesla di RS Jantung Jakarta memiliki kemampuan diagnostik yang sangat luas.
Untuk pemeriksaan jantung, teknologi ini dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi otot jantung secara mendalam, termasuk membantu diagnosis kardiomiopati hipertrofi maupun dilatasi. Selain itu, MRI juga mampu menilai jaringan parut (scar), fungsi katup jantung, aneurisma aorta, tumor jantung, hingga memantau kondisi pasien setelah menjalani transplantasi.
Sementara itu, untuk diagnostik non-kardiak, MRI 1,5 Tesla juga dapat dimanfaatkan dalam berbagai pemeriksaan lain. Di antaranya evaluasi neurologi dan tulang belakang, penyakit pembuluh darah, gangguan muskuloskeletal seperti otot dan sendi, hingga pemeriksaan detail organ dalam seperti hati, ginjal, dan pankreas.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Teknologi ini telah berkembang tidak hanya untuk mendukung diagnostik jantung (cardiac MRI), tetapi juga berbagai pemeriksaan organ lain atau non-cardiac. Dengan kemampuan visualisasi jaringan yang lebih tajam, dokter dapat menilai struktur, fungsi, hingga potensi kelainan organ secara lebih presisi.
Baca juga: Detak Jantung Tak Teratur di Usia Muda? Bisa Jadi Tanda Bahaya Serangan Stroke
Di Indonesia, layanan pemeriksaan dengan teknologi ini juga mulai diperluas. Salah satunya kini tersedia di RS Jantung Jakarta, yang baru saja membuka layanan MRI 1,5 Tesla untuk menunjang pemeriksaan penyakit jantung sekaligus berbagai kebutuhan diagnostik organ tubuh lainnya.
Direktur RS Jantung Jakarta M Andi Yasiin mengatakan Kehadiran unit Cardiac Magnetic Resonance Imaging (CMR) atau MRI Jantung ini merupakan gold standard global dalam karakterisasi jaringan otot jantung. Melalui teknologi ini, tim medis dapat mengidentifikasi kondisi seperti fibrosis, edema, hingga infiltrasi pada otot jantung dengan tingkat ketepatan yang sulit dicapai melalui pemeriksaan ekokardiografi konvensional.
Dia juga menambahkan bahwa teknologi MRI ini tidak menggunakan radiasi, sehingga lebih aman bagi pasien, termasuk kelompok usia yang lebih muda. Dengan keunggulan tersebut, pemeriksaan dapat dilakukan dengan risiko yang lebih minimal tanpa mengurangi akurasi hasil diagnostik.
"Integrasi teknologi bebas radiasi ini akan mempercepat alur penanganan pasien secara komprehensif, terutama bagi pasien dengan penyakit jantung bawaan maupun kardiomiopati," kata Andi dalam peresmian Layanan MRI 1,5 Tesla bertajuk Beyond the Heart: A New Era of MRI Imaging di RS Jantung Jakarta, Senin, (10/3/2026).

Peresmian Layanan MRI 1,5 Tesla bertajuk Beyond the Heart: A New Era of MRI Imaging di RS Jantung Jakarta, Senin, (10/3/2026). (Sumber gambar: RS Jantung Jakarta)
Meskipun RS Jantung Jakarta dikenal sebagai pusat layanan kardiovaskular, katanya, kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini menuntut pendekatan yang lebih komprehensif. Pasalnya, penyakit jantung kerap berkaitan dengan berbagai kondisi medis lain, sehingga pemilihan teknologi MRI 1,5 Tesla menjadi langkah untuk memperkuat layanan diagnostik tersebut.
Oleh karena itu, baginya, kehadiran teknologi baru di sebuah rumah sakit bukan lagi sekadar pengadaan peralatan medis. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan investasi untuk meningkatkan ketepatan diagnosis sekaligus kualitas terapi yang diterima pasien.
Dokter spesialis radiologi intervensi Daniel Ruslim mengatakan bahwa Cardiac Magnetic Resonance (CMR) atau MRI jantung mampu meningkatkan akurasi diagnosis secara signifikan. Teknologi ini bahkan dapat membuat diagnosis menjadi lebih spesifik pada sekitar 30–50 persen kasus gagal jantung melalui proses yang dikenal sebagai phenotyping upgrade.
Dengan kemampuan tersebut, dokter dapat memahami penyebab dan karakteristik penyakit jantung pasien secara lebih detail. "Hal ini pada akhirnya membantu menentukan terapi yang lebih tepat sasaran dan meningkatkan peluang keberhasilan penanganan pasien," imbuhnya.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Paskariatne Probo Dewi menjelaskan bahwa meskipun fokus utama rumah sakit berada pada layanan kardiovaskular, teknologi MRI 1,5 Tesla di RS Jantung Jakarta memiliki kemampuan diagnostik yang sangat luas.
Untuk pemeriksaan jantung, teknologi ini dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi otot jantung secara mendalam, termasuk membantu diagnosis kardiomiopati hipertrofi maupun dilatasi. Selain itu, MRI juga mampu menilai jaringan parut (scar), fungsi katup jantung, aneurisma aorta, tumor jantung, hingga memantau kondisi pasien setelah menjalani transplantasi.
Sementara itu, untuk diagnostik non-kardiak, MRI 1,5 Tesla juga dapat dimanfaatkan dalam berbagai pemeriksaan lain. Di antaranya evaluasi neurologi dan tulang belakang, penyakit pembuluh darah, gangguan muskuloskeletal seperti otot dan sendi, hingga pemeriksaan detail organ dalam seperti hati, ginjal, dan pankreas.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.