Aksi Wulan Guritno & Joe Taslim Bantu Anak di NTT Jadi Sorotan, Begini Ceritanya
07 March 2026 |
20:19 WIB
Aksi kepedulian aktris Wulan Guritno, aktor laga Joe Taslim, dan sejumlah publik figur lain terhadap anak-anak di Nusa Tenggara Timur baru-baru ini menjadi perhatian publik. Momen tersebut viral di media sosial setelah memperlihatkan keterlibatan mereka dalam kegiatan membantu serta memberi perhatian bagi anak-anak di daerah tersebut.
Dalam sejumlah unggahan di media sosial, Wulan Guritno bersama beberapa aktris lainnya terlihat mengunjungi sejumlah desa dan sekolah di wilayah Manggarai, Nusa Tenggara Timur.Foto-foto tersebut menunjukkan Wulan ikut serta dalam peletakan batu pertama pembangunan sekolah serta terlibat dalam upaya penyaluran air bersih di wilayah tersebut.
Saat sedang trip ke wilayah tersebut, Wulan mengaku prihatin dengan kondisi sejumlah sekolah yang berada di sana. Bangunan sekolah dengan dinding kayu seadanya, atap bocor, hingga lantai tanah masih menjadi pemandangan umum di sejumlah wilayah.
Menurutnya, kondisi fasilitas pendidikan di wilayah tersebut masih jauh dari memadai, termasuk dalam hal sanitasi. Ia bahkan menyebut keterbatasan air bersih membuat sejumlah siswi terpaksa tidak masuk sekolah saat sedang menstruasi.
"Ada anak yang aku tanya, kalau lagi datang bulan ya mereka tidak sekolah karena malu. Bayangkan deh, berapa banyak hari sekolah yang terpotong hanya karena fasilitas sanitasi tidak ada," ungkapnya dalam konferensi pers di Senayan City, Jakarta, Jumat, (6/3/2026).
Dia pun berharap kegiatan renovasi sekolah dan bantuan akses air bersih ini bisa membantu kondisi lingkungan belajar di sana, setidaknya di wilayah tersebut. Kendati demikian, menurutnya, perlu ada kerja sama antar stakeholder yang lebih kuat, termasuk dengan pemerintah, agar masalah ini bisa selesai.
Wulan Guritno mengaku perjalanannya ke Nusa Tenggara Timur memberikan banyak pelajaran berharga. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Voluntrip yang diselenggarakan bersama Yayasan Plan International Indonesia, ZAP Clinic, dan Lee Management.
Selain Wulan, kegiatan Voluntrip yang berlangsung selama dua hari pada 3–4 Februari 2026 itu juga diikuti sejumlah figur publik lainnya. Mereka antara lain Winky Wiryawan, Kenes Andari, Shalom Razade, Gerin Nathanael, Ida Rhijnsberger, serta Joe Taslim.
Di sisi lain, Joe Taslim menilai perjalanan tersebut bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga membuka matanya terhadap ketimpangan fasilitas dasar yang masih dialami anak-anak di wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, pengalaman melihat langsung kondisi di lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata tentang tantangan yang dihadapi masyarakat setempat.
Saat mengikuti Voluntrip dan menyaksikan kondisi tersebut secara langsung, dia mengaku sulit untuk bersikap diam saja. dia pun berharap aksi sosial yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
"Pengalaman ini yang terus mendorong saya untuk terlibat, membantu menyuarakan isu ini, dan mengajak lebih banyak orang untuk peduli agar perubahan yang kita harapkan benar-benar terjadi," jelasnya.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menjelaskan bahwa akses terhadap pendidikan yang aman dan sanitasi merupakan hak dasar bagi setiap anak. Melalui program Safe Schools, pihaknya berupaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif. Renovasi yang dilakukan mencakup perbaikan ruang kelas, pembangunan toilet ramah perempuan, hingga penyediaan sumber air bersih.
Sementara itu, Chief Business Officer ZAP Clinic, Syarif Assegaf berharap kegiatan CSR ini dapat berkontribusi lebih dari sekadar perbaikan fasilitasn pendidikan. Namun, juga menghadirkan edukasi kesehatan dan sanitasi yang berkelanjutan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dalam sejumlah unggahan di media sosial, Wulan Guritno bersama beberapa aktris lainnya terlihat mengunjungi sejumlah desa dan sekolah di wilayah Manggarai, Nusa Tenggara Timur.Foto-foto tersebut menunjukkan Wulan ikut serta dalam peletakan batu pertama pembangunan sekolah serta terlibat dalam upaya penyaluran air bersih di wilayah tersebut.
Saat sedang trip ke wilayah tersebut, Wulan mengaku prihatin dengan kondisi sejumlah sekolah yang berada di sana. Bangunan sekolah dengan dinding kayu seadanya, atap bocor, hingga lantai tanah masih menjadi pemandangan umum di sejumlah wilayah.
Menurutnya, kondisi fasilitas pendidikan di wilayah tersebut masih jauh dari memadai, termasuk dalam hal sanitasi. Ia bahkan menyebut keterbatasan air bersih membuat sejumlah siswi terpaksa tidak masuk sekolah saat sedang menstruasi.
"Ada anak yang aku tanya, kalau lagi datang bulan ya mereka tidak sekolah karena malu. Bayangkan deh, berapa banyak hari sekolah yang terpotong hanya karena fasilitas sanitasi tidak ada," ungkapnya dalam konferensi pers di Senayan City, Jakarta, Jumat, (6/3/2026).
Dia pun berharap kegiatan renovasi sekolah dan bantuan akses air bersih ini bisa membantu kondisi lingkungan belajar di sana, setidaknya di wilayah tersebut. Kendati demikian, menurutnya, perlu ada kerja sama antar stakeholder yang lebih kuat, termasuk dengan pemerintah, agar masalah ini bisa selesai.
Wulan Guritno mengaku perjalanannya ke Nusa Tenggara Timur memberikan banyak pelajaran berharga. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Voluntrip yang diselenggarakan bersama Yayasan Plan International Indonesia, ZAP Clinic, dan Lee Management.
Selain Wulan, kegiatan Voluntrip yang berlangsung selama dua hari pada 3–4 Februari 2026 itu juga diikuti sejumlah figur publik lainnya. Mereka antara lain Winky Wiryawan, Kenes Andari, Shalom Razade, Gerin Nathanael, Ida Rhijnsberger, serta Joe Taslim.
Di sisi lain, Joe Taslim menilai perjalanan tersebut bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga membuka matanya terhadap ketimpangan fasilitas dasar yang masih dialami anak-anak di wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, pengalaman melihat langsung kondisi di lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata tentang tantangan yang dihadapi masyarakat setempat.
Saat mengikuti Voluntrip dan menyaksikan kondisi tersebut secara langsung, dia mengaku sulit untuk bersikap diam saja. dia pun berharap aksi sosial yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
"Pengalaman ini yang terus mendorong saya untuk terlibat, membantu menyuarakan isu ini, dan mengajak lebih banyak orang untuk peduli agar perubahan yang kita harapkan benar-benar terjadi," jelasnya.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menjelaskan bahwa akses terhadap pendidikan yang aman dan sanitasi merupakan hak dasar bagi setiap anak. Melalui program Safe Schools, pihaknya berupaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif. Renovasi yang dilakukan mencakup perbaikan ruang kelas, pembangunan toilet ramah perempuan, hingga penyediaan sumber air bersih.
Sementara itu, Chief Business Officer ZAP Clinic, Syarif Assegaf berharap kegiatan CSR ini dapat berkontribusi lebih dari sekadar perbaikan fasilitasn pendidikan. Namun, juga menghadirkan edukasi kesehatan dan sanitasi yang berkelanjutan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.