Film Terbaru Alan Ritchson, War Machine Hadirkan Ancaman Mematikan ala Predator Modern
24 February 2026 |
21:14 WIB
Film thriller aksi terbaru Alan Ritchson dipastikan akan meramaikan awal tahun 2026. Berjudul War Machine, film produksi Netflix ini dijadwalkan tayang pada 6 Maret 2026 dan sudah mencuri perhatian sejak perilisan trailer perdananya.
Melansir Collider, film ini disutradarai sekaligus ditulis oleh Patrick Hughes bersama James Beaufort. War Machine berfokus pada sekelompok rekrutan U.S. Army Rangers yang tanpa sengaja menemukan bahaya luar biasa saat menjalani latihan militer. Penemuan tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka menyadari bahwa ancaman itu bukan sesuatu yang biasa dan tidak mudah dihentikan.
Baca juga:
Tak sedikit penggemar yang langsung membandingkan film ini dengan Predator, film aksi fiksi ilmiah klasik yang dibintangi Arnold Schwarzenegger. Kemiripan nuansa terlihat dari premisnya yang menempatkan para prajurit dalam situasi ekstrem menghadapi ancaman mematikan yang sulit dipahami.
Jika Predator menghadirkan pemburu alien di tengah hutan, War Machine menjanjikan teror baru dengan skala yang tak kalah mencekam.
Dalam trailer yang telah dirilis, karakter Ritchson yang dikenal dengan kode nama “81” yang diambil dari nomor seleksinya saat pelatihan Ranger. Ia terlihat memimpin rekan-rekannya melarikan diri dari sosok misterius yang memburu mereka.
“Apa pun makhluk itu, ia sedang memburu kita, dan tidak akan berhenti,” ujar Ritchson dalam salah satu adegan menegangkan. “Ini bukan lagi tentang kita. Ini adalah peringatan bagi semua orang bahwa sesuatu itu sedang datang.”
Karakter “81” sendiri digambarkan bukan hanya sebagai prajurit tangguh, tetapi juga sosok yang memikul trauma mendalam akibat serangan Taliban yang menewaskan saudaranya. Latar belakang emosional ini menambah dimensi psikologis dalam cerita, menghadirkan konflik batin di tengah situasi bertahan hidup yang brutal.
Selain Ritchson, film ini diperkuat jajaran pemain ternama seperti Dennis Quaid sebagai Sersan Mayor Sheridan, perwira yang mengawasi para kandidat Ranger. Deretan pemain lain termasuk Jai Courtney, Esai Morales, Stephan James, Blake Richardson, Keiynan Lonsdale, dan Daniel Webber.
Di balik layar, Hughes juga bertindak sebagai produser bersama Todd Lieberman, Alexander Young, Greg McLean, dan Rich Cook, sementara Valerie Bleth Sharp duduk sebagai produser eksekutif. Hughes sebelumnya dikenal lewat film aksi seperti The Hitman's Bodyguard dan The Man from Toronto, yang memperlihatkan kepiawaiannya meramu aksi intens dan ketegangan tinggi.
Sementara itu, Ritchson semakin dikenal luas berkat peran utamanya dalam serial Reacher, serta penampilannya dalam film Playdate dan The Ministry of Ungentlemanly Warfare. Ia bahkan menyebut War Machine sebagai film terbesar Netflix yang pernah dibuat, sebuah klaim yang semakin meningkatkan ekspektasi publik.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Melansir Collider, film ini disutradarai sekaligus ditulis oleh Patrick Hughes bersama James Beaufort. War Machine berfokus pada sekelompok rekrutan U.S. Army Rangers yang tanpa sengaja menemukan bahaya luar biasa saat menjalani latihan militer. Penemuan tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka menyadari bahwa ancaman itu bukan sesuatu yang biasa dan tidak mudah dihentikan.
Baca juga:
Latihan tahap terakhir prajurit elit Amerika berubah jadi pertarungan untuk bertahan hidup! Dibintangi Alan Ritchson, film War Machine tayang 6 Maret di Netflix pic.twitter.com/R1OFWsLPGi
— Netflix Indonesia (@NetflixID) February 21, 2026
Tak sedikit penggemar yang langsung membandingkan film ini dengan Predator, film aksi fiksi ilmiah klasik yang dibintangi Arnold Schwarzenegger. Kemiripan nuansa terlihat dari premisnya yang menempatkan para prajurit dalam situasi ekstrem menghadapi ancaman mematikan yang sulit dipahami.
Jika Predator menghadirkan pemburu alien di tengah hutan, War Machine menjanjikan teror baru dengan skala yang tak kalah mencekam.
Dalam trailer yang telah dirilis, karakter Ritchson yang dikenal dengan kode nama “81” yang diambil dari nomor seleksinya saat pelatihan Ranger. Ia terlihat memimpin rekan-rekannya melarikan diri dari sosok misterius yang memburu mereka.
“Apa pun makhluk itu, ia sedang memburu kita, dan tidak akan berhenti,” ujar Ritchson dalam salah satu adegan menegangkan. “Ini bukan lagi tentang kita. Ini adalah peringatan bagi semua orang bahwa sesuatu itu sedang datang.”
Karakter “81” sendiri digambarkan bukan hanya sebagai prajurit tangguh, tetapi juga sosok yang memikul trauma mendalam akibat serangan Taliban yang menewaskan saudaranya. Latar belakang emosional ini menambah dimensi psikologis dalam cerita, menghadirkan konflik batin di tengah situasi bertahan hidup yang brutal.
Selain Ritchson, film ini diperkuat jajaran pemain ternama seperti Dennis Quaid sebagai Sersan Mayor Sheridan, perwira yang mengawasi para kandidat Ranger. Deretan pemain lain termasuk Jai Courtney, Esai Morales, Stephan James, Blake Richardson, Keiynan Lonsdale, dan Daniel Webber.
Di balik layar, Hughes juga bertindak sebagai produser bersama Todd Lieberman, Alexander Young, Greg McLean, dan Rich Cook, sementara Valerie Bleth Sharp duduk sebagai produser eksekutif. Hughes sebelumnya dikenal lewat film aksi seperti The Hitman's Bodyguard dan The Man from Toronto, yang memperlihatkan kepiawaiannya meramu aksi intens dan ketegangan tinggi.
Sementara itu, Ritchson semakin dikenal luas berkat peran utamanya dalam serial Reacher, serta penampilannya dalam film Playdate dan The Ministry of Ungentlemanly Warfare. Ia bahkan menyebut War Machine sebagai film terbesar Netflix yang pernah dibuat, sebuah klaim yang semakin meningkatkan ekspektasi publik.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.