Pavane Tayang 20 Februari 2026 di Netflix, Angkat Kisah Cinta Tak Biasa
24 February 2026 |
21:02 WIB
Pavane menjadi salah satu film drama romantis Korea yang mencuri perhatian pada 2026. Disutradarai oleh Lee Jong-pil, film ini tayang eksklusif di Netflix sejak 20 Februari 2026 dan menghadirkan deretan aktor kuat seperti Go Ah-sung, Byun Yo-han, serta Moon Sang-min.
Diproduksi oleh The Lamp, Pavane diadaptasi dari novel karya Park Min-gyu berjudul Pavane for a Dead Princess, yang dikenal dengan pendekatan emosional dan reflektif terhadap makna cinta.
Baca juga: Film Tahun Baru China Kuasai Box Office Global, Lampaui Rekor Avengers: Endgame
Kisahnya berpusat pada pertemuan tak terduga antara dua sosok yang hidup di sisi berlawanan dari perhatian publik. Gyeong-rok adalah pria yang selalu menjadi pusat kekaguman, sementara Mi-jeong justru terbiasa dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya.
Namun, di tengah hiruk-pikuk sebuah department store tempat mereka bekerja, ketertarikan tumbuh secara diam-diam—menghadirkan kisah cinta yang lembut, tidak biasa, sekaligus menyentuh tentang melihat seseorang apa adanya, di luar penilaian dunia.
Mi-jeong, diperankan oleh Go Ah-sung, adalah perempuan yang pendiam dan rendah diri. Ia bekerja di lantai bawah toko dan cenderung menghindari orang-orang yang kerap berkomentar tentang penampilannya. Go Ah-sung bahkan sampai menambah berat badan dan memperhatikan berbagai detail kecil demi menghidupkan karakter ini secara autentik, termasuk sengaja menggunakan cara memegang sumpit yang salah untuk mencerminkan kecanggungan Mi-jeong.
Sementara itu, Gyeong-rok yang dimainkan Moon Sang-min adalah pemuda yang pernah bercita-cita menjadi penari namun kini hanya bekerja paruh waktu di toko yang sama. Moon Sang-min bersinar dalam peran ini ketulusannya membentuk inti emosional film secara keseluruhan.
Yo-han, diperankan Byun Yo-han, adalah pemuda eksentrik yang bekerja di area parkir gedung tersebut dan menyimpan luka batinnya sendiri. Ketiganya menghadirkan chemistry yang terasa nyata dan mendalam.
Seiring berjalannya waktu, ketiga tokoh ini saling menemukan kehangatan satu sama lain di tengah kesepian mereka masing-masing. Namun saat hubungan Gyeong-rok dan Mi-jeong mulai berkembang, berbagai peristiwa tak terduga mengguncang ikatan yang telah mereka bangun bersama.
Film ini tidak menawarkan akhir yang bahagia secara konvensional, melainkan berakhir dengan tenang dan meninggalkan perasaan campur aduk yang bertahan lama setelah layar menggelap.
Membuat melodrama adalah impian sutradara Lee Jong-pil sejak remaja, dengan keyakinan bahwa cinta menyelamatkan manusia dan setiap film pada dasarnya adalah tentang cinta.
Dari sisi visual, film ini menampilkan palet warna yang tenang dan bernuansa vintage. Musik klasik yang digunakan dalam beberapa adegan mampu mengangkat emosi penonton ke level yang hampir seperti mimpi.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Diproduksi oleh The Lamp, Pavane diadaptasi dari novel karya Park Min-gyu berjudul Pavane for a Dead Princess, yang dikenal dengan pendekatan emosional dan reflektif terhadap makna cinta.
Baca juga: Film Tahun Baru China Kuasai Box Office Global, Lampaui Rekor Avengers: Endgame
Kisahnya berpusat pada pertemuan tak terduga antara dua sosok yang hidup di sisi berlawanan dari perhatian publik. Gyeong-rok adalah pria yang selalu menjadi pusat kekaguman, sementara Mi-jeong justru terbiasa dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya.
Namun, di tengah hiruk-pikuk sebuah department store tempat mereka bekerja, ketertarikan tumbuh secara diam-diam—menghadirkan kisah cinta yang lembut, tidak biasa, sekaligus menyentuh tentang melihat seseorang apa adanya, di luar penilaian dunia.
Mi-jeong, diperankan oleh Go Ah-sung, adalah perempuan yang pendiam dan rendah diri. Ia bekerja di lantai bawah toko dan cenderung menghindari orang-orang yang kerap berkomentar tentang penampilannya. Go Ah-sung bahkan sampai menambah berat badan dan memperhatikan berbagai detail kecil demi menghidupkan karakter ini secara autentik, termasuk sengaja menggunakan cara memegang sumpit yang salah untuk mencerminkan kecanggungan Mi-jeong.
Sementara itu, Gyeong-rok yang dimainkan Moon Sang-min adalah pemuda yang pernah bercita-cita menjadi penari namun kini hanya bekerja paruh waktu di toko yang sama. Moon Sang-min bersinar dalam peran ini ketulusannya membentuk inti emosional film secara keseluruhan.
Cerita tentang pertemuan-pertemuan kecil di sela jam kerja, dan bagaimana tiga orang asing menemukan arti kedekatan di tempat yang paling tidak disangka. Siap-siap dibikin anget bin baper di film Pavane, tayang 20 Februari di Netflix! pic.twitter.com/ILOqb9JWxm
— Netflix Indonesia (@NetflixID) January 23, 2026
Yo-han, diperankan Byun Yo-han, adalah pemuda eksentrik yang bekerja di area parkir gedung tersebut dan menyimpan luka batinnya sendiri. Ketiganya menghadirkan chemistry yang terasa nyata dan mendalam.
Seiring berjalannya waktu, ketiga tokoh ini saling menemukan kehangatan satu sama lain di tengah kesepian mereka masing-masing. Namun saat hubungan Gyeong-rok dan Mi-jeong mulai berkembang, berbagai peristiwa tak terduga mengguncang ikatan yang telah mereka bangun bersama.
Film ini tidak menawarkan akhir yang bahagia secara konvensional, melainkan berakhir dengan tenang dan meninggalkan perasaan campur aduk yang bertahan lama setelah layar menggelap.
Membuat melodrama adalah impian sutradara Lee Jong-pil sejak remaja, dengan keyakinan bahwa cinta menyelamatkan manusia dan setiap film pada dasarnya adalah tentang cinta.
Dari sisi visual, film ini menampilkan palet warna yang tenang dan bernuansa vintage. Musik klasik yang digunakan dalam beberapa adegan mampu mengangkat emosi penonton ke level yang hampir seperti mimpi.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.