Michael B. Jordan dan Delroy Lindo (Sumber: Deadline)

BBC Minta Maaf Usai Kata Rasial Terdengar dalam Siaran BAFTA Film Awards 2026

24 February 2026   |   14:13 WIB
Image
Denia Eryza Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara

BBC telah meminta maaf secara resmi setelah sebuah kata rasial yang sangat menyinggung dikenal sebagai n-word terdengar dalam siaran BAFTA Film Awards 2026 di BBC One dan platform streaming iPlayer. Insiden ini langsung memicu gelombang kritik terhadap stasiun penyiaran publik Inggris tersebut.

Dilansir dari Variety, kata tersebut diucapkan secara tidak sengaja oleh John Davidson, seorang aktivis dan kampanye Tourette syndrome yang hadir sebagai tamu di acara bergengsi itu. Davidson sendiri adalah subjek dari film biopik berjudul "I Swear,” dan kondisinya menyebabkan ia kerap mengeluarkan tik vokal yang tak dapat ia kendalikan.

Baca juga: Giselle aespa Minta Maaf karena Nyanyikan Istilah Rasis dalam Lagu SZA

Salah satu tik tersebut terjadi tepat ketika aktor Michael B. Jordan dan Delroy Lindo naik ke panggung untuk menyerahkan penghargaan untuk kategori Best Visual Effects, yang akhirnya dimenangkan oleh Avatar: Fire and Ash. Meski kata tersebut nyaris tak terdengar di tengah riuhnya suasana acara, mikrofon siaran BBC berhasil menangkapnya.

Kemudian hal tersebut menjadi sorotan utama bukanlah insiden itu sendiri, melainkan fakta bahwa siaran tersebut menggunakan jeda penundaan (tape delay) selama dua jam sebelum ditayangkan di BBC One dan iPlayer sebuah jeda yang seharusnya memberikan cukup waktu bagi editor untuk memotong konten semacam itu.

Setelah menarik tayangan BAFTA Film Awards dari iPlayer pada Senin siang, pihak BBC mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam pernyataannya, juru bicara BBC menyebut bahwa kata kasar yang terdengar berasal dari tik vokal yang tidak disengaja akibat Tourette syndrome, dan BBC meminta maaf karena konten tersebut tidak diedit sebelum tayang, seraya menyatakan bahwa bagian itu akan dihapus dari versi iPlayer.

Melalui Variety, diketahui bahwa Insiden seperti ini bukanlah yang pertama kalinya bagi BBC menghadapi kontroversi terkait kelalaian editorial. Pada musim panas lalu, BBC juga menuai kritik keras setelah menyiarkan penampilan duo punk rap Bob Vylan di Glastonbury Festival melalui siaran langsung iPlayer, di mana band tersebut memimpin penonton dalam seruan "Death to the IDF.” 

Rekaman tersebut baru diturunkan lebih dari lima jam kemudian, dan insiden itu bahkan mendorong Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk menuntut penjelasan dari BBC. Korporasi kemudian merevisi protokol siaran langsungnya. Kasus BAFTA 2026 ini kembali mempertanyakan standar pengawasan editorial BBC, terutama karena sistem tape delay yang ada justru gagal menjalankan fungsinya.

Bagi Michael B. Jordan dan Delroy Lindo dua aktor kulit hitam yang berada di panggung saat insiden terjadi situasi tersebut dinilai banyak pihak sangat tidak pantas dan membutuhkan permintaan maaf yang lebih dari sekadar pernyataan teknis dari pihak penyiaran.

Penghapusan kata tersebut dari iPlayer memang sudah dilakukan, tetapi perdebatan tentang tanggung jawab editorial BBC dalam menjaga standar siaran yang inklusif dan sensitif tampaknya masih akan terus berlanjut.
 

SEBELUMNYA

The King's Warden Tembus 6 Juta Penonton Hanya dalam 20 Hari

BERIKUTNYA

Kim Min Ha dan Noh Sang Hyun Reuni Penuh Chemistry saat Pembacaan Naskah Film Rom-Com Terbaru

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga